Rezim Mesir Kutuk Seruan Penyelidikan Independen Atas Kematian Mursi

KIBLAT.NET, Kairo – Pemerintah Mesir, Rabu (19/06/2019), mengutuk seruan Komisi Hak Asasi Manusia PBB untuk penyelidikan independen atas kematian mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi di persidangan.

“Kami mengutuk keras pernyataan juru bicara Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia terkait kematian Muhammad Mursi Issa Al-Ayat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Ahmed Hafez.

Hafez menggambarkan bahwa bahwa pernyataan juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Robert Colville, mengandung upaya untuk mempolitisasi kasus kematian alami dengan kematian yang disengaja.

“Pernyataan seperti ini sama sekali tidak pas dikeluarkan oleh juru bicara organisasi internasional besar,” ujarnya.

Colville mengatakan, Selasa (18/06/2019), setiap kematian mendadak dalam penahanan harus diikuti penyelidikan yang cepat, tidak memihak, menyeluruh dan transparan oleh badan independen untuk mengklarifikasi penyebab kematian.

Mursi (67) meninggal pada Senin sore di pengadilan di Lembaga Sekretaris Polisi di dalam kompleks penjara Tora di Kairo selatan, tempat dia diadili.

Salah satu pemimpin Ikhwanul Muslimin (IM) itu terpilih secara demokratis dalam pemilu presiden dan menjabat pada 2012. Setahun kemudian, tepatnya Juli 2013, militer menggulingkannya menyusul demonstrasi besar-besaran dari kelompok-kelompok yang tidak suka dengan Islam dan IM.

Militer menangkap dan menuduh Mursi dengan berbagai tuduhan yang diada-adakan. Tak hanya itu, organisasi tempat Mursi bernaung juga ditetapkan menjadi organisasi teroris.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat