Mursi Meninggal, LBH Pelita Umat Serukan Penyelidikan Internasional

KIBLAT.NET, Jakarta – Menanggapi kematian Muhammad Mursi, Sekjen LBH Pelita Ummat Chandra Purna Irawan, menduga ada akumulasi penderitaan selama di dalam penjara Mesir. Pihaknya mengimbau dilakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait penyebab kematian presiden Mesir ke-5 itu.

“Misalnya apakah adanya penyiksaan fisik dan kejiwaan yang mengakibatkan timbulnya rasa sakit atau penderitaan mental atau fisik yang luar biasa,” imbuh Chandra dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Rabu (19/06/2019).

Chandra menambahkan bahwa penyelidikan tersebut harus dilakukan oleh lembaga independen. Ia menyarankan agar dibentuk sebuah Komite Internasional yang bergerak secara independen berdasarkan pasal 17 Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman yang kejam tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia.

“Konvensi diterima dan terbuka untuk penandatanganan, ratifikasi dan aksesi olah Resolusi Majelis Umum 39/46 tanggal 10 Desember 1984 serta mulai berlaku 26 Juni 1987. (Convention against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment),” tambahnya

Menurut Chandra, untuk menghilangkan praduga masyarakat internasional, maka ia mendorong Pemerintah Mesir untuk memberikan akses kepada dunia internasional untuk melakukan penyelidikan tersebut.

“Berdasarkan pasal 1 Jo pasal 16 Konvensi menentang penyiksaan (based on article 1 Jo 16 Convention against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment),” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat