... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sempat Beberapa Kali Deadlock, Negosiasi Taliban-AS Lanjut Pekan Depan

Foto: Negosiasi Taliban-AS

KIBLAT.NET, Kabul – Putaran ketujuh pembicaraan damai antara delegasi AS dengan para diplomat Taliban rencananya akan digelar kembali pekan depan di Doha, Qatar. Demikian menurut sebuah sumber yang juga memprediksi bahwa dalam pertemuan tersebut, kedua pihak Taliban dan AS, akan menyepakati satu atau dua poin dari empat isu utama yang selama ini diperdebatkan.

Penarikan pasukan AS dari Afghanistan, jaminan kontraterorisme, gencatan senjata, dan pembicaraan langsung pemerintah Afghan dengan Taliban masih menjadi empat isu utama yang terus diperdebatkan selama enam putaran terakhir negosiasi langsung antara ketua negosiator dan utusan khusus AS, Zalmay Khalilzad, dengan para diplomat Taliban.

Sebagian analis yang mengikuti perkembangan jalannya negosiasi di Doha mengatakan Taliban akan diberikan sejumlah privilege atau semacam hak istimewa dalam pembicaraan putaran ketujuh nanti. “Amerika telah memutuskan untuk memberi Taliban beberapa privilege supaya proses negosiasi bisa keluar dari situasi (deadlock) saat ini,” kata Wahid Muzhda, seorang analis politik yang berbasis di Kabul.

Selama tujuh bulan terakhir, perundingan damai banyak menemui jalan buntu sejak Khalilzad memulai upayanya dan bertindak atas nama pemerintah AS. Walau demikian, dalam putaran terakhir di bulan Mei lalu, Khalilzad mengatakan bahwa pembicaraan memang berjalan lambat tetapi tetap mengalami kemajuan. Khalilzad tiba di ibukota Kabul pekan lalu dan langsung melakukan konsultasi & pembicaraan dengan pemerintah Afghan, termasuk para pemimpin dan anggota masyarakat sipil, organisasi pemuda dan perempuan.

BACA JUGA  Tentara AS Kembali Tewas di Afghanistan

Sejumlah sumber lainnya mengatakan pertemuan selanjutnya negosiasi damai mengenahi Afghanistan akan dilakukan di Norwegia setelah perundingan Taliban-AS di Doha. Ada beberapa laporan lain meski belum terkonfirmasi bahwa mantan kepala intelijen dan kandidat wakil presiden, Amrullah Saleh, bersama kepala kantor kepresidenan, Salam Rahimi, juga telah diundang ke pertemuan di Norwegia tersebut.

Tetapi menurut seorang pengamat/ analis politik, Nazar Mohammad Motamaeen, bahwa Taliban sudah memutuskan untuk tidak menghadiri pertemuan di Norwegia dengan alasan karena ada kemungkinan dua pejabat penting Kabul tersebut akan ikut hadir.

Meski demikian, Khalilzad mengatakan dalam cuitannya di Twitter pada hari Jumat lalu bahwa Norwegia memiliki sejarah panjang dalam membantu Afghanistan dan (juga) memiliki keahlian khusus dalam memfasilitasi berbagai perundingan. Utusan khusus AS itu mengatakan negosiasi internal Afghanistan bisa mengambil manfaat dari dukungan Norwegia.

Terkait apakah Taliban bersedia atau menolak untuk menghadiri pertemuan damai sempat memunculkan keraguan di antara para pengkritik dan anggota DPR yang mengatakan bahwa kelompok jihadis itu nampaknya tidak tertarik dengan perdamaian. “Sejauh ini, Taliban belum mau menerima demokrasi dan mereka tidak pernah memberi lampu hijau untuk menunjukkan keinginan mengakhiri perang atau gencatan senjata,” kata salah seorang anggota parlemen Afghan, Abdul Rauf Inami.

Hal itu dikatakannya bersamaan dengan kehadiran Presiden Ashraf Ghani yang memberikan sambutan dalam KTT Organisasi Kerjasama Shanghai di Kyrgistan pekan ini bahwa jalan keluar proses perdamaian akan memakan waktu lama.

BACA JUGA  Taliban Kembali Target Markas Lembaga Keamanan Pemerintah

Sumber: Tolonews
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Menelusuri Sebab Kematian Mursi di Ruang Sidang

KIBLAT.NET- Mantan Presiden Mesir Dr. Muhammad Mursi meninggal dunia di tengah persidangan. Apa penyebabnya? Yuk...

Rabu, 19/06/2019 05:06 0

Artikel

Antara Kematian Mursi dan Kematian Demokrasi di Mesir

Muhammad Mursi adalah presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis.

Selasa, 18/06/2019 21:35 0

Indonesia

IM: Mursi Wafat, Perjuangan Rakyat Mesir Tidak Akan Berhenti

Dalam pernyataan tersebut, IM menegaskan bahwa Mursi meninggal dalam keadaan membela kebenaran.

Selasa, 18/06/2019 15:22 1

Indonesia

Mursi Gugur, IM Tuntut Lembaga HAM Bergerak Hentikan Kejahatan di Penjara Mesir

Organisasi Islam Ikhwanul Muslimin menegaskan bahwa terbunuhnya Muhammad Mursi adalah tanggungjawab rezim Mesir.

Selasa, 18/06/2019 15:00 0

Indonesia

Kyai Cholil Nafis: Semoga Mursi Diterima Sebagai Syuhada

Ketua Komisi Dakwah MUI, Kyai Cholil Nafis memberikan tanggapan soal wafatnya Mantan Presiden Mesir, Muhammad Mursi.

Selasa, 18/06/2019 14:44 0

Indonesia

Majelis Pertubuhan Islam Malaysia: Rezim Mesir Bertanggungjawab Atas Wafatnya Mursi

Presiden Mejelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia, Mohammad Azmi Abdul Hamid mengaku sedih atas berita wafatnya Muhammad Mursi.

Selasa, 18/06/2019 11:44 0

Indonesia

Dapat Tekanan, Korban Tragedi 21-22 Mei Melapor ke LPSK

Tim Advokasi Korban Tragedi 21-22 Mei bersama keluarga korban mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk meminta perlindungan. Anggota Tim Advokasi,

Selasa, 18/06/2019 10:49 0

Artikel

Ramadhan yang Membekas

Sejatinya pasca Ramadhan kita diharapkan istiqamah, mampu dan terbiasa dengan melakukan berbagai aktivitas ibadah dan amal shalih selama sebelas bulan berikutnya

Senin, 17/06/2019 12:38 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusdyan : Ciri-ciri Jalan yang Lurus

KIBLAT.NET- Bagaimana ciri-ciri jalan yang lurus dan diridhoi oleh Allah SWT? Yuk simak di sini!...

Ahad, 16/06/2019 10:00 0

Indonesia

Gelar Demo, DSKS Tuntut MK Bertindak Jujur dan Adil

Sejumlah warga Solo mendatangi Polresta Surakarta untuk mengajukan beberapa aspirasi dan harapan, baik kepada pihak berwajib maupun pemerintah dalam menyikapi sidang sengketa Pemilu 2019.

Sabtu, 15/06/2019 13:10 0

Close