Pemerintah Darurat Idlib Seru Pegawainya Turun ke Front Pertempuran

KIBLAT.NET, Idlib – Pemerintah Darurat Idlib menyeru seluruh pegawainya bergabung dengan barisan pejuang di front pertempuran dan melawan kampanye militer Assad dan Rusia. Seruan ini dikeluarkan menyusul kian sengitnya kampanye militer rezim.

Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan pada Ahad lalu (16/06/2019), seperti dilansir Enabbaladi.net pada Seni (17/06/2019), pemerintah oposisi independen itu meminta para pegawai di lembaga-lembaga pemerintahanya bergabung dengan “Kendaraan Revolusi”. Bagi yang bergabung akan diberikan kemudahan-kemudahan khusus.

Bagi yang tidak bisa bergabung, diminta untuk memberi dukungan dan sokongan. Di antara bentuk dukungan itu, menyumbangkan harta untuk membiayai yang berangkat dan keluarga yang ditinggalkan.

Pernyataan itu juga menyeru pembentukan komite khusus di lembaga-lembaga pemerintahan untuk mengumpulkan dana sumbangan bagi para pejuang.

Upaya ini sebagai langkah untuk menghadapi serangan sengit yang diluncurkan Rusia dan Assad terhadap wilayah-wilayah yang sudah dibebaskan.

Provinsi Idlib dan pedesaan Hama, sejak Februari lalu, menjadi saksi eskalasi militer pasukan Assad yang didukung oleh jet tempur Rusia. Ratusan korban tewas berjatuhan dan ribuan warga mengungsi.

Menurut statistik yang dikeluarkan kelompok relawan “Koordinator Respons” pada Senin, total korban sipil mencapai 769 jiwa, termasuk 221 anak-anak. Kelompok itu juga mendokumentasikan perngungsian sebanyak 84.904 keluarga (55.187 orang) sejak kampanye militer ketiga pasukan Assad dan Rusia, Februari lalu, di pinggiran Idlib dan Hama.

Sumber: Enabbali.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat