Majelis Pertubuhan Islam Malaysia: Rezim Mesir Bertanggungjawab Atas Wafatnya Mursi

KIBLAT.NET, Jakarta – Presiden Mejelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia, Mohammad Azmi Abdul Hamid mengaku sedih atas berita wafatnya Muhammad Mursi. Pihaknya menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.

“Kami sedih dengan berita kematian mantan Presiden Mesir As Syahid Dr. Muhammad Mursi setelah dilaporkan meninggal dunia di pengadilan Kairo. Kami menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarganya dan Ikhwanul Muslimin dan orang-orang Mesir yang tertindas,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Selasa (18/06/2019).

“Semoga Allah memberkati jiwanya dan memberinya balasan Jannah,” sambungnya.

Namun, pihaknya juga menyerukan penyelidikan independen menyeluruh atas kematian mendadaknya di pengadilan. Ia mengutip pernyataan Sarah Leah Whitson, direktur eksekutif Human Rights Watch (HRW) yang menyebutkan bahwa wafatnya Mursi sudah diprediksi.

“HRW mengatakan, dia tidak diberikan makanan dan obat-obatan yang memadai, dan pemerintah Mesir telah menyadari kondisi kesehatannya yang memburuk, dan dia telah kehilangan banyak berat badan dan juga pingsan di pengadilan beberapa kali,” paparnya.

Maka, ia menekankan bahwa tidak dapat diterima jika media Mesir hanya menggambarkan kematiannya di penjara karena stroke. Kami, kata dia, mendukung seruan untuk dibentuknya investigasi internasional independen yang dibentuk untuk menyelidiki temuan-temuan yang ada.

“Ini harus dilakukan tanpa penundaan. Kami menempatkan rezim Mesir sepenuhnya bertanggung jawab atas kematiannya. Dengan situasinya saat ini dalam tahanan penuh rezim Mesir, kematiannya sengaja direncanakan oleh pemerintah,” tuturnya.

BACA JUGA  Sempat Masuk IGD, Kondisi Habib Rizieq Baik

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat