... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Xi Jinping Bertemu Ashraf Ghani, Bahas “Jalur Sutra” Cina hingga Uighur

Foto: Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani

KIBLAT.NET, Bishkek – Presiden Cina Xi Jinping bertemu di Bishkek dengan Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani pada 13 Juni 2019. Keduanya saling mengucap selamat dan memperdalam kerja sama dalam berbagai sektor.

Xi Jinping mengucapkan selamat kepada Afghanistan pada peringatan 100 tahun kemerdekaannya. Dia menegaskan bahwa Cina dan Afghanistan adalah negara tetangga yang menikmati persahabatan tradisional dan mitra kerja sama strategis.

“Cina bersama dengan pihak Afghanistan, terus-menerus memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai sektor dalam kerangka kerja Belt and Road Initiative, terus memajukan proyek kerja sama praktis dalam bidang ekonomi dan perdagangan, dan mendukung perusahaan kedua negara berdasarkan prinsip saling menguntungkan dan win-win solution,” kata Jinping dalam rilis yang dimuat situs resmi Kementerian Luar Negeri Cina.

Dengan kerja sama tersebut, Jinping menyatakan Cina akan terus membantu Afghanistan dalam memerangi “terorisme” dan menjaga stabilitas wilayah. Selain itu, dia juga mendukung upaya perdamaian Afghanistan dan Pakistan di bawah kerja sama trilateral Cina-Afghanistan-Pakistan.

Sementara Ashraf Ghani menyampaikan ucapan selamat pada peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Cina. Dia mengusulkan membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia dan mendukung globalisasi ekonomi, selain berterima kasih atas peran Cina di Afghanistan.

“Afghanistan berterima kasih kepada Cina atas peran aktif yang dimainkannya dalam proses perdamaian dan rekonsiliasi Afghanistan dan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional. Afghanistan berkomitmen untuk berperang, berdampingan dengan Cina, melawan ‘tiga kekuatan’ terorisme, separatisme, dan ekstremisme termasuk gerakan perlawanan Uighur, ETIM ,” ujar Ghani.

BACA JUGA  37 Negara Bela Tindakan Cina terhadap Uighur, Ini Daftarnya

Reporter: Ibas Fuadi
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Abu Rusdyan : Ciri-ciri Jalan yang Lurus

KIBLAT.NET- Bagaimana ciri-ciri jalan yang lurus dan diridhoi oleh Allah SWT? Yuk simak di sini!...

Ahad, 16/06/2019 10:00 0

Indonesia

Gelar Demo, DSKS Tuntut MK Bertindak Jujur dan Adil

Sejumlah warga Solo mendatangi Polresta Surakarta untuk mengajukan beberapa aspirasi dan harapan, baik kepada pihak berwajib maupun pemerintah dalam menyikapi sidang sengketa Pemilu 2019.

Sabtu, 15/06/2019 13:10 0

Indonesia

Jaksa Tuntut Habib Bahar 6 Tahun Penjara

Habib Bahar juga dituntut hukuman denda Rp50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Sabtu, 15/06/2019 12:44 1

Indonesia

Refly Harun: Money Politic Sulit untuk Buktikan Kecurangan Pilpres

KIBLAT.NET, Jakarta –  Ketua Tim Anti Mafia Mahkamah Konstitusi 2014 Refly Harun, mengatakan bahwa money...

Sabtu, 15/06/2019 12:34 0

Video News

Mantan Ketua MK Ini Jelaskan Kemungkinan Menang Sengketa Pilpres 2019

KIBLAT.NET -Mantan Ketua MK Ini Jelaskan Kemungkinan Menang Sengketa Pilpres 2019. Di forum diskusi di...

Jum'at, 14/06/2019 17:47 0

Khazanah

Dua Hakim di Neraka dan Satu di Surga

Jabatan sebagai hakim (qadhi) termasuk jabatan mulia dalam sejarah Islam. Karena tugas hakim adalah memutuskan hukuman sesuai dengan landasan Al-Quran dan As-Sunnah

Jum'at, 14/06/2019 17:01 0

Indonesia

66 Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei Dapat Penangguhan Penahanan

Ke-66 itu dibebaskan tidak dalam satu waktu. Aziz menjelaskan, sebagian tersangka dibebaskan sebelum hari raya Idul Fitri, sebagian lain saat malam takbiran, dan sisanya setelah Lebaran.

Jum'at, 14/06/2019 09:36 0

Indonesia

Ada Sidang Pilpres, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas di MK

Ada Sidang Pilpres, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas di MK

Kamis, 13/06/2019 22:21 0

Artikel

MUI dan Politik Praktis: Kilas Balik Sejarah

Demikian sejarah MUI berdiri. Dari sana, kita tidak melihat adanya hasrat politik praktis atau politik kekuasaan dari para ulama kita. Mereka murni ingin melindungi umat dan menasihati pemerintah. Menjadi jembatan antara keduanya.

Kamis, 13/06/2019 18:09 0

Fikih

Hukum Menambahkan Lafadz “Sayyidina” Saat Tasyahhud, Shalawat dan Adzan

Pembahasan hukum menambahkan kata "Sayyidina" ketika tasyahhud, shalawat dan adzan kali ini dibatasi dalam kerangka mazhab Syafi'i sebagai mazhab yang paling banyak tersebar di Indonesia.

Kamis, 13/06/2019 16:48 0

Close