... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengungsi Suriah Terpaksa Merobohkan Tempat Tinggal Mereka

Foto: Kamp pengungsi Suriah di Lebanon

KIBLAT.NET, Arsal – Ribuan keluarga dan anak-anak Suriah yang tinggal di Arsal, Lebanon berisiko rumah-rumah mereka dihancurkan dalam beberapa hari mendatang atau menghancurkan sendiri, setelah batas waktu pemindahan semua tempat penampungan pengungsi yang dibangun dengan bahan-bahan selain kayu atau lembaran plastik.

Tempat alternatif untuk keluarga-keluarga ini masih belum jelas. Beberapa telah mulai menghancurkan rumah mereka, dan mendirikan tenda tipis di dekatnya, yang lain menunggu apakah pihak berwenang mengambil keputusan untuk menghancurkan.

Keputusan untuk menghancurkan tempat penampungan yang terbuat dari beton dengan lebih dari lima baris batu bata dikomunikasikan secara lisan kepada masyarakat pengungsi. Save the Children’s dan LSM lain telah meminta pemerintah Libanon untuk menghentikan pembongkaran yang direncanakan.

Bushra (34) seorang ibu Suriah dari 3 anak berusia 13, 12 dan 3 tahun, yang telah tinggal di Arsal selama tujuh tahun, mengatakan:

“Mereka memberitahu bahwa kami harus menghancurkan (rumah kami), sebelum Idul Fitri. Kami mulai menghancurkan (rumah), dan langit-langit jatuh, dan kami pergi, dan kami sekarang menunggu seseorang untuk datang memberi kami kayu dan terpal untuk melanjutkan pembongkaran.”

“Seluruh kamp dihancurkan, bukan hanya (tempat) saya. Mereka mengatakan bahwa semua rumah harus dihancurkan. Tapi saya punya anak kecil, dia menderita asma, kami tidak bisa tinggal di luar, karena matahari.”

“Seluruh barisan tenda di mana kita berada, semua telah dihancurkan. Kami sedang menunggu seseorang untuk datang dan mendata kami. Saya punya anak kecil, di mana mereka akan tidur?”

BACA JUGA  Patroli Gabungan AS-Turki di Suriah Dimulai

Tindakan ini menjelang Hari Pengungsi Sedunia pada hari Kamis 20 Juni. Dunia saat ini menyaksikan tingkat perpindahan tertinggi yang pernah tercatat; sekitar satu orang baru dipindahkan setiap dua detik, menurut Laporan Global Childhood baru-baru ini dari Save the Children’s.

Hampir 31 juta anak-anak di antara 68,5 juta orang di seluruh dunia telah diusir dari rumah mereka akibat konflik atau penganiayaan. Save the Children’s bekerja dengan lembaga kemanusiaan lainnya dalam rencana untuk mendukung keluarga yang rumahnya akan dibongkar.

Juru bicara Save the Children’s mengatakan, akan mendistribusikan perlengkapan perlindungan yang berisi tenda, lembaran plastik, kayu kayu, dan kotak peralatan.

“Kami juga akan membuat satu ruang ramah anak seluler (CFS), yang dapat dengan mudah dipindahkan ke lokasi yang berbeda di Bekaa dan memungkinkan anak-anak dan remaja mengakses kegiatan yang berkontribusi pada kesejahteraan psikososial mereka.”

Sumber: Scoop
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Abu Rusdyan : Ciri-ciri Jalan yang Lurus

KIBLAT.NET- Bagaimana ciri-ciri jalan yang lurus dan diridhoi oleh Allah SWT? Yuk simak di sini!...

Ahad, 16/06/2019 10:00 0

Indonesia

Gelar Demo, DSKS Tuntut MK Bertindak Jujur dan Adil

Sejumlah warga Solo mendatangi Polresta Surakarta untuk mengajukan beberapa aspirasi dan harapan, baik kepada pihak berwajib maupun pemerintah dalam menyikapi sidang sengketa Pemilu 2019.

Sabtu, 15/06/2019 13:10 0

Indonesia

Jaksa Tuntut Habib Bahar 6 Tahun Penjara

Habib Bahar juga dituntut hukuman denda Rp50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Sabtu, 15/06/2019 12:44 1

Indonesia

Refly Harun: Money Politic Sulit untuk Buktikan Kecurangan Pilpres

KIBLAT.NET, Jakarta –  Ketua Tim Anti Mafia Mahkamah Konstitusi 2014 Refly Harun, mengatakan bahwa money...

Sabtu, 15/06/2019 12:34 0

Video News

Mantan Ketua MK Ini Jelaskan Kemungkinan Menang Sengketa Pilpres 2019

KIBLAT.NET -Mantan Ketua MK Ini Jelaskan Kemungkinan Menang Sengketa Pilpres 2019. Di forum diskusi di...

Jum'at, 14/06/2019 17:47 0

Khazanah

Dua Hakim di Neraka dan Satu di Surga

Jabatan sebagai hakim (qadhi) termasuk jabatan mulia dalam sejarah Islam. Karena tugas hakim adalah memutuskan hukuman sesuai dengan landasan Al-Quran dan As-Sunnah

Jum'at, 14/06/2019 17:01 0

Indonesia

66 Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei Dapat Penangguhan Penahanan

Ke-66 itu dibebaskan tidak dalam satu waktu. Aziz menjelaskan, sebagian tersangka dibebaskan sebelum hari raya Idul Fitri, sebagian lain saat malam takbiran, dan sisanya setelah Lebaran.

Jum'at, 14/06/2019 09:36 0

Indonesia

Ada Sidang Pilpres, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas di MK

Ada Sidang Pilpres, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas di MK

Kamis, 13/06/2019 22:21 0

Artikel

MUI dan Politik Praktis: Kilas Balik Sejarah

Demikian sejarah MUI berdiri. Dari sana, kita tidak melihat adanya hasrat politik praktis atau politik kekuasaan dari para ulama kita. Mereka murni ingin melindungi umat dan menasihati pemerintah. Menjadi jembatan antara keduanya.

Kamis, 13/06/2019 18:09 0

Fikih

Hukum Menambahkan Lafadz “Sayyidina” Saat Tasyahhud, Shalawat dan Adzan

Pembahasan hukum menambahkan kata "Sayyidina" ketika tasyahhud, shalawat dan adzan kali ini dibatasi dalam kerangka mazhab Syafi'i sebagai mazhab yang paling banyak tersebar di Indonesia.

Kamis, 13/06/2019 16:48 0

Close