... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Syaikh Ashim Umar: Kekalahan Amerika adalah Kemenangan Umat Islam

KIBLAT.NET, Kabul – Seorang figur senior al-Qaidah, Syaikh Ashim Umar, merilis sebuah pernyataan yang memuji dan mengapresiasi kemenangan Taliban di Afghanistan. Menurutnya, kekalahan AS membuktikan bahwa superioritas teknologi senjata Amerika tak mampu menandingi keimanan para Mujahidin, di samping itu bahwa pasukan Amerika sudah tidak lagi memiliki semangat untuk bertempur.

Sebelumnya Umar pernah memimpin al-Qaidah cabang anak benua India (AQIS) yang saat ini diduga sudah digantikan oleh figur pemimpin yang lain, yaitu Usamah Mahmud, sebagaimana dinyatakan dalam pesan terbarunya tersebut. Ketika AQIS masih dipimpin oleh Ashim Umar, Usamah Mahmud bertindak sebagai juru bicara kelompok itu, termasuk mengisi sejumlah tanggung jawab & jabatan lain.

Meskipun belum diketahui secara jelas posisi Umar saat ini, yang pasti bahwa ia termasuk salah satu tokoh senior di dalam organisasi al-Qaidah. Pesan & pernyataan terbaru Ashim Umar bertajuk “Dan Di Hari Itu Orang-Orang Beriman Bergembira” yang dirilis pada hari Kamis (13/06) oleh As-Sahab ini dipublikasikan menandai momen Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Sebagai sayap media al-Qaidah pusat & AQIS, As-Sahab merilis pernyataan Umar ini dalam tiga versi bahasa: Arab, Inggris, dan urdu.

“Semoga Allah jadikan kemenangan Imarah Islam Afghanistan ini sebagai jalan untuk mengembalikan kehormatan & kemuliaan Ummat,” kata Umar di awal pernyataannya. “Kami atas nama anak benua (AQIS, red)…mengucapkan selamat atas kemenangan kepada Amirul Mukminin, Syaikh Hibatullah Akhundzada, juga kepada Syaikh Aiman adz-Dzawahiri, dan kepada pemimpin-pemimpin Mujahidin dan para Mujahidin yang berada di medan jihad di seluruh dunia.”

Akhundzada adalah pemimpin entitas Taliban yang juga dikenal sebagai Imarah Islam Afghanistan. Baik Taliban maupun al-Qaidah kerap menyebut Akhundzada sebagai Amirul Mukminin, sebuah predikat yang biasa digunakan oleh seorang khalifah kaum Muslimin.

BACA JUGA  Keluarga Petani Jadi Korban Serangan Udara Afghanistan, Warga Marah

Di bagian lain, Umar menuding mantan Presiden AS George W. Bush telah mendeklarasikan perang kepada Umat Islam di seluruh dunia pasca serangan heroik pada tanggal 11 September 2001. Dalam hal ini, media Barat masih konsisten menganggap al-Qaidah terus menggunakan teori konspirasi yang menggambarkan Yahudi sebagai pihak yang mengendalikan AS.

“Bush budak Yahudi yang arogan pernah mengatakan bahwa kami (AS, red) tidak akan pernah lelah, kami tidak akan ragu, dan kami tidak akan gagal,” kata Umar mengutip pernyataan Bush. “Hanya orang-orang materialistis saja yang mudah percaya dengan pernyataan tersebut, dan meyakini bahwa tidak ada lagi tempat bagi Jihad, dan pemerintahan yang berdasarkan Syariat akan habis. Tetapi orang-orang beriman akan terus berjihad & berperang karena meyakini bahwa Allah akan memberikan kepada mereka hari-hari yang lebih baik.”

“Invasi Amerika ke Afghanistan merupakan bukti salah satu janji Allah, karena itu Allah menghinakan (Amerika) yang kuat melalui tangan Kaum Muslimin yang lemah dan tidak memiliki senjata memadai.”

“Hari ini setelah 18 tahun berlalu, janji Allah telah terpenuhi. Amerika yang dulunya menebar ancaman dengan perang, saat ini mereka lah yang memohon gencatan senjata,” kata Umar. Dengan kalimat retoris, Ashim Umar bertanya, “Kemana kapal-kapal perang, drone, dan pesawat-pesawat pembom Amerika itu pergi sekarang? Semua teknologi Amerika itu telah gagal mengalahkan Mujahidin.”

“Dan sunnatullah tetap tidak akan berubah di era teknologi sekalipun. Ketika Allah menghukum orang-orang yang sombong, Ia (Allah) menghukum mereka di saat mereka berada di puncak kehebatan, ketika mereka mabuk dan bangga dengan superioritas tersebut dan menyatakan diri mereka sebagai Tuhan.”

“Kemenangan Imarah Islam (Taliban) merupakan suka cita bagi Umat Islam, karena Allah Ta’ala telah melemahkan musuh terbesar Umat melalui serangan para Mujahidin sehingga akhirnya menyebabkan pasukan negara superpower itu menolak bertempur.”

BACA JUGA  Taliban Kembali Target Markas Lembaga Keamanan Pemerintah

“Imarah Islam Taliban awalnya terlihat seolah bakal habis, karena seluruh aset mereka telah dirampok, dan sebagian besar pemimpin mereka dipenjara atau banyak yang telah gugur menjemput syahid. Apalagi para pejuang Mujahidin yang hanya bersenjata Kalashnikov dan senjata-senjata tua lainnya, termasuk kampak, terlihat tidak memiliki persenjataan yang memadahi. Walau demikian, ‘putra-putra Muhammad’ tetap terus bertempur dan berperang.”

Ashim Umar mengisahkan beberapa kejadian yang menunjukkan bahwa keimanan mengalahkan teknologi senjata Amerika. Sebagai contoh, tiga mujahidin gugur terbunuh oleh pesawat drone Amerika ketika mereka mencoba memasang sebuah bom/ranjau. Insiden itu tidak menghalangi orang keempat untuk menggantikan posisi mereka sebelumnya yang kemudian berhasil meledakkan bom/ranjau tersebut yang menargetkan konvoi pasukan Amerika.

“Kekalahan Amerika dan kemenangan Imarah Islam di Afghanistan merupakan kemenangan Umat Islam secara keseluruhan. Bagi orang-orang yang lemah dan teraniaya, ini merupakan kabar gembira di awal sebuah tahap yang baru.” Umar kemudian menyampaikan kepada para ulama/cendekiawan & para penuntut ilmu sebuah hikmah: “Jihad Afghan telah memberi pelajaran bahwa mereka tidak boleh tunduk di bawah kekuatan manapun.”

Umar kemudian mengambil contoh yang baik yang diberikan oleh pemimpin sekaligus pendiri Taliban, Mullah Muhammad Umar. Mullah Umar tidak pernah tunduk di bawah tekanan & kekuatan apapun, sebaliknya ia memilih berperang walau sendirian melawan kekuatan-kekuatan Kafir untuk membela seorang Muslim dalam rangka melindungi kemuliaan dan kehormatan Islam. Dan “seorang Muslim” itu adalah Usamah bin Ladin. Mullah Umar menolak menyerahkan Usamah bin Ladin kepada AS menyusul peristiwa fenomenal yang telah mengubah dunia, yaitu Serangan 11 September.

Sumber: TLWJ
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Gelar Demo, DSKS Tuntut MK Bertindak Jujur dan Adil

Sejumlah warga Solo mendatangi Polresta Surakarta untuk mengajukan beberapa aspirasi dan harapan, baik kepada pihak berwajib maupun pemerintah dalam menyikapi sidang sengketa Pemilu 2019.

Sabtu, 15/06/2019 13:10 0

Indonesia

Jaksa Tuntut Habib Bahar 6 Tahun Penjara

Habib Bahar juga dituntut hukuman denda Rp50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Sabtu, 15/06/2019 12:44 1

Indonesia

Refly Harun: Money Politic Sulit untuk Buktikan Kecurangan Pilpres

KIBLAT.NET, Jakarta –  Ketua Tim Anti Mafia Mahkamah Konstitusi 2014 Refly Harun, mengatakan bahwa money...

Sabtu, 15/06/2019 12:34 0

Video News

Mantan Ketua MK Ini Jelaskan Kemungkinan Menang Sengketa Pilpres 2019

KIBLAT.NET -Mantan Ketua MK Ini Jelaskan Kemungkinan Menang Sengketa Pilpres 2019. Di forum diskusi di...

Jum'at, 14/06/2019 17:47 0

Khazanah

Dua Hakim di Neraka dan Satu di Surga

Jabatan sebagai hakim (qadhi) termasuk jabatan mulia dalam sejarah Islam. Karena tugas hakim adalah memutuskan hukuman sesuai dengan landasan Al-Quran dan As-Sunnah

Jum'at, 14/06/2019 17:01 0

Indonesia

66 Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei Dapat Penangguhan Penahanan

Ke-66 itu dibebaskan tidak dalam satu waktu. Aziz menjelaskan, sebagian tersangka dibebaskan sebelum hari raya Idul Fitri, sebagian lain saat malam takbiran, dan sisanya setelah Lebaran.

Jum'at, 14/06/2019 09:36 0

Indonesia

Ada Sidang Pilpres, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas di MK

Ada Sidang Pilpres, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas di MK

Kamis, 13/06/2019 22:21 0

Artikel

MUI dan Politik Praktis: Kilas Balik Sejarah

Demikian sejarah MUI berdiri. Dari sana, kita tidak melihat adanya hasrat politik praktis atau politik kekuasaan dari para ulama kita. Mereka murni ingin melindungi umat dan menasihati pemerintah. Menjadi jembatan antara keduanya.

Kamis, 13/06/2019 18:09 0

Fikih

Hukum Menambahkan Lafadz “Sayyidina” Saat Tasyahhud, Shalawat dan Adzan

Pembahasan hukum menambahkan kata "Sayyidina" ketika tasyahhud, shalawat dan adzan kali ini dibatasi dalam kerangka mazhab Syafi'i sebagai mazhab yang paling banyak tersebar di Indonesia.

Kamis, 13/06/2019 16:48 0

Indonesia

Fahri Hamzah Sarankan Prabowo Bicara Soal Tim Mawar

Penjelasan Prabowo dinilai dapat mengurangi beban bagi generasi yang akan datang

Kamis, 13/06/2019 11:43 0

Close