... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Erdogan: Kami Tidak Tinggal Diam Jika Assad Terus Provokasi

Foto: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara pada Selasa (19/09) di hadapan Majelis Umum di New York.

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Recep Tayyip Erdogan memperingatkan rezim Assad untuk tidak memprovokasi Turki melalui serangan yang menargetkan titik-titik pengamatan Turki yang didirikan di daerah de-eskalasi di provinsi Idlib di Suriah barat laut.

“Jika rezim menyerang lebih banyak titik pengamatan Turki dan terus mengambil langkah salah seperti itu, kami tidak bisa tetap diam. Kami ingin kematian dihentikan di Suriah, pemboman Idlib dengan barel dan bom fosfor tidak bisa dimaafkan,” kata Erdogan kepada wartawan di Istanbul sebelum berangkat ke Pakistan.

Presiden mengatakan Turki mendengarkan suara rakyat Suriah di wilayah itu, yang meminta Ankara untuk campur tangan melawan pertumpahan darah.

Erdogan juga mengatakan Turki akan terus berupaya memberantas kehadiran PKK yang melakukan tembak-menembak Unit Perlindungan Rakyat (YPG) di Suriah.

“Mitra strategis kami, AS, tidak menepati janjinya mengenai Manbij dan harapan kami tidak terwujud,” katanya, merujuk pada kesepakatan yang disepakati antara Ankara dan Washington pada Juni 2018 yang mempertimbangkan penarikan YPG dari distrik utara Suriah yang didudukinya.

Dia menambahkan bahwa kegagalan AS untuk mengimplementasikan kesepakatan Manbij tidak berarti bahwa Turki telah meninggalkan daerah-daerah ini, dan pekerjaannya pada daerah-daerah yang dikuasai Manbij dan YPG di sebelah timur Sungai Efrat sedang dilakukan dengan cermat.

Suriah diperkirakan akan menjadi agenda KTT CICA di Dushanbe, dan para pemimpin termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Cina Xi Jinping juga akan menghadiri forum tersebut

BACA JUGA  Turki Mulai Terima Senjata dari Rusia, S-400 Rudal Pertahanan Udara

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Gelar Demo, DSKS Tuntut MK Bertindak Jujur dan Adil

Sejumlah warga Solo mendatangi Polresta Surakarta untuk mengajukan beberapa aspirasi dan harapan, baik kepada pihak berwajib maupun pemerintah dalam menyikapi sidang sengketa Pemilu 2019.

Sabtu, 15/06/2019 13:10 0

Indonesia

Jaksa Tuntut Habib Bahar 6 Tahun Penjara

Habib Bahar juga dituntut hukuman denda Rp50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Sabtu, 15/06/2019 12:44 1

Indonesia

Refly Harun: Money Politic Sulit untuk Buktikan Kecurangan Pilpres

KIBLAT.NET, Jakarta –  Ketua Tim Anti Mafia Mahkamah Konstitusi 2014 Refly Harun, mengatakan bahwa money...

Sabtu, 15/06/2019 12:34 0

Video News

Mantan Ketua MK Ini Jelaskan Kemungkinan Menang Sengketa Pilpres 2019

KIBLAT.NET -Mantan Ketua MK Ini Jelaskan Kemungkinan Menang Sengketa Pilpres 2019. Di forum diskusi di...

Jum'at, 14/06/2019 17:47 0

Khazanah

Dua Hakim di Neraka dan Satu di Surga

Jabatan sebagai hakim (qadhi) termasuk jabatan mulia dalam sejarah Islam. Karena tugas hakim adalah memutuskan hukuman sesuai dengan landasan Al-Quran dan As-Sunnah

Jum'at, 14/06/2019 17:01 0

Indonesia

66 Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei Dapat Penangguhan Penahanan

Ke-66 itu dibebaskan tidak dalam satu waktu. Aziz menjelaskan, sebagian tersangka dibebaskan sebelum hari raya Idul Fitri, sebagian lain saat malam takbiran, dan sisanya setelah Lebaran.

Jum'at, 14/06/2019 09:36 0

Indonesia

Ada Sidang Pilpres, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas di MK

Ada Sidang Pilpres, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas di MK

Kamis, 13/06/2019 22:21 0

Artikel

MUI dan Politik Praktis: Kilas Balik Sejarah

Demikian sejarah MUI berdiri. Dari sana, kita tidak melihat adanya hasrat politik praktis atau politik kekuasaan dari para ulama kita. Mereka murni ingin melindungi umat dan menasihati pemerintah. Menjadi jembatan antara keduanya.

Kamis, 13/06/2019 18:09 0

Fikih

Hukum Menambahkan Lafadz “Sayyidina” Saat Tasyahhud, Shalawat dan Adzan

Pembahasan hukum menambahkan kata "Sayyidina" ketika tasyahhud, shalawat dan adzan kali ini dibatasi dalam kerangka mazhab Syafi'i sebagai mazhab yang paling banyak tersebar di Indonesia.

Kamis, 13/06/2019 16:48 0

Indonesia

Fahri Hamzah Sarankan Prabowo Bicara Soal Tim Mawar

Penjelasan Prabowo dinilai dapat mengurangi beban bagi generasi yang akan datang

Kamis, 13/06/2019 11:43 0

Close