... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

66 Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei Dapat Penangguhan Penahanan

Foto: Bentrokan di dapan Bawaslu dalam aksi protes kecurangan Pemilu 2019 yang berujung ricuh pada 21-22 Mei (Jundii/Kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Lembaga Bantuan Hukum Front (BHF), lembaga bantuan hukum afiliasi Front Pembela Islam, mengajukan 100 lebih penangguhan penahanan terhadap orang-orang yang ditangkap polisi pada tanggal 21-22 Mei, terkait dengan kericuhan di depan gedung Badan Pengawas Pemilu.

Anggota BHF, Aziz Yanuar, mengungkapkan, sejak 21-22 Mei, ratusan orang ditangkap karena diduga turut melawan polisi dan melakukan pengrusakan serta pembakaran fasilitas umum. Atas penangkapan itu, sebagian besarnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita ajukan 100 lebih penangguhan penahanan kepada para tersangka 21-22 Mei. Dari 100 yang kita ajukan, baru 66 orang yang ditangguhkan penahanannya,” ujar Aziz melalui sambungan telepon, Kamis (13/07/2019).

Aziz menjelaskan, dari 66 orang yang dilepaskan, sebagian besar merupakan tahanan dari Polda Metro Jaya. Sedikitnya 9 tersangka lainnya ditahan di Polres Jakarta Barat.

Ke-66 itu dibebaskan tidak dalam satu waktu. Aziz menjelaskan, sebagian tersangka dibebaskan sebelum hari raya Idul Fitri, sebagian lain saat malam takbiran, dan sisanya setelah Lebaran.

“Diberikan penangguhannya relatif, ada yang sebelum maupun setelah lebaran ada yang pas lebaran, itu ada 5 orang yang dilepaskan pas lebaran dari Polres Jakbar,” jelasnya.

Aziz mengungkapkan, BHF akan mengajukan penangguhan penahanan juga terhadap sisa tersangka yang masih mendekam di tahanan. Aziz meminta pihak kepolisian mempertimbangkan kembali para tersangka, karena sebagian besar mereka hanya korban provokasi saja.

BACA JUGA  KPAI Tegaskan Pendidikan Agama Masih Perlu Diberikan di Sekolah

“Semoga pihak polisi juga mempertimbangkan mereka, karena ada juga yang mahasiswa, ada juga yang hanya terbawa arus massa saja,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa dengan adanya penangguhan penahanan bukan berarti kasus yang menimpa mereka dihentikan. Karena sudah bersatus tersangka atas penyidikan, polisi masih mencari alat bukti untuk melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi.

“Semua yang ditangkap yang masih tersangka, sudah dilakukan penyidikan tapi berkasnya belum masuk ke kejaksaan karena belum selesai pembuktiannya,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundi
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Militer UEA Kuasai Bandara Sipil di Mukalla, Warga Yaman Demonstrasi

Di dalamnya terdapat penjara, di mana puluhan aktivis politik dan ulama yang menentang kepentingan UEA ditahan.

Jum'at, 14/06/2019 09:03 0

Timur Tengah

Dua Kapal Tanker Diserang Saat Melintas Teluk Oman

Kapal itu diserang saat berlayar di Teluk Oman antara Uni Emirat Arab dan Iran. Terdengar tiga ledakan dari kapal. Para awak kapal selamat

Jum'at, 14/06/2019 07:49 0

Artikel

MUI dan Politik Praktis: Kilas Balik Sejarah

Demikian sejarah MUI berdiri. Dari sana, kita tidak melihat adanya hasrat politik praktis atau politik kekuasaan dari para ulama kita. Mereka murni ingin melindungi umat dan menasihati pemerintah. Menjadi jembatan antara keduanya.

Kamis, 13/06/2019 18:09 0

Fikih

Hukum Menambahkan Lafadz “Sayyidina” Saat Tasyahhud, Shalawat dan Adzan

Pembahasan hukum menambahkan kata "Sayyidina" ketika tasyahhud, shalawat dan adzan kali ini dibatasi dalam kerangka mazhab Syafi'i sebagai mazhab yang paling banyak tersebar di Indonesia.

Kamis, 13/06/2019 16:48 0

Afghanistan

Taliban Bantah Tuduhan PBB terkait Angka Korban Sipil di Kabul

β€œIni menunjukkan niat buruk UNAMA dan mengungkap keberpihakan lembaga tersebut,” kata Mujahid.

Kamis, 13/06/2019 10:07 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Inilah Akhlaq Ahlus Sunnah

KIBLAT.NET- Apa sajakah akhlaq ciri Ahlus Sunnah Wal Jamaah? Yuk simak di sini! Editor: Abdullah...

Kamis, 13/06/2019 10:00 0

Arab Saudi

Syiah Hutsi Yaman Rudal Bandara Saudi, 26 Pengunjung Terluka

"Pasukan militer dan keamanan bekerja untuk menentukan jenis proyektil yang digunakan dalam serangan teroris ini," imbuh Maliki.

Kamis, 13/06/2019 08:10 0

Suriah

Suriah Serahkan Pengelolaan Pelabuhan Tartus ke Perusahaan Rusia

KIBLAT.NET, Damaskus – Majelis Rakyat Suriah menyetujui, Rabu (12/06/2019), rancangan undang-undang yang mengizinkan perusahaan Rusia...

Kamis, 13/06/2019 07:40 0

Asia

PM Mahathir Berjanji Lindungi Zakir Naik

"Zakir yakin dia tidak akan mendapatkan pengadilan yang adil (di India)," kata Mahathir Senin lalu, seperti dilansir Al-Jazeera pada Selasa (11/06/2019).

Rabu, 12/06/2019 14:27 1

Turki

Turki Siap Beli Rudal Patriot AS Setelah S-400 Rusia

Presiden Recep Tayyip Erdogan, mengatakan bahwa Turki bersedia membeli sistem rudal Patriot Amerika Serikat menyusul pengiriman sistem rudal S-400 Rusia jika AS menawarkan kesepakatan yang menguntungkan seperti yang ditawarkan oleh Rusia.

Rabu, 12/06/2019 13:03 0

Close