... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Bantah Tuduhan PBB terkait Angka Korban Sipil di Kabul

Foto: Logo Imarah Islam Afghanistan/ Taliban

KIBLAT.NET, Kabul – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) menolak laporan Misi Bantuan Perserikatan-Bangsa di Afghanistan (UNAMA) terkait korban sipil selama Ramadhan di ibukota Kabul. Gerakan tersebut menuduh UNAMA memiliki niat buruk pada Taliban dalam laporannya itu.

Juru bicara resmi Taliban, Zabihullah Mujahid, dalam pernyataannya kepada publik pada Rabu (12/06/2019), menunjukkan bahwa UNAMA mengatakan sebanyak 100 lebih warga sipil tewas selama Ramadhan di ibukota Kabul akibat serangan para penentang pendudukan asing.

UNAMA menjelaskan para penentang pendudukan asing itu Taliban. Lembaga yang bermarkas di Kabul itu menuduh di balik serangkaian serangan di ibukota dan pihak satu-satunya yang bertanggung jawab. Sementara seluruh serangan yang dilakukan oleh organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) dan pihak lain dikaitkan dengan mujahidin Imarah Islam.

“Ini menunjukkan niat buruk UNAMA dan mengungkap keberpihakan lembaga tersebut,” kata Mujahid.

Mujahid menambahkan bahwa pihaknya telah berulang kali meminta UNAMA dan lembaga-lembaga lain yang mengaku peduli pada kemanusiaan untuk menghentikan tuduhan palsu dan pernyataan tanpa konfirmasi. Hendaklah mereka menampakkan sikap jelas kepada penjahat sebenarnya yang menghujani warga Afghanistan dengan ribuan ton bom setiap bulan.

Dia menegaskan bahwa pejuangnya tidak menargetkan sipil sepanjang bulan Ramadhan. Yang melakukan itu penjajah AS. Jet-jet AS menggempur sekolah dan pusat keagamaan, bahkan masjid.

Tidak hanya itu, penjajah juga menggempur rumah sakit dan pusat-pusat pelayanan medis, yang menjadi lokasi pertolongan pertama para korban. Pasar-pasar warga tak lepas dari sasaran senjata penjajah.

BACA JUGA  Sempat Beberapa Kali Deadlock, Negosiasi Taliban-AS Lanjut Pekan Depan

Mujahid mengungkapkan bahwa sikap UNAMA yang mengaku lembaga sipil ini, namun menutup mata terhadap pemboman dan gempuran terhadap sipil oleh penjajah, menunjukkan siapa di belakang mereka. Lembaga ini tidak lebih dari sebuah corong AS dan bekerja sesuai pesanan.

Sumber: Al-Emara
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Inilah Akhlaq Ahlus Sunnah

KIBLAT.NET- Apa sajakah akhlaq ciri Ahlus Sunnah Wal Jamaah? Yuk simak di sini! Editor: Abdullah...

Kamis, 13/06/2019 10:00 0

Indonesia

BPJPH Kebut Pembahasan Tarif Layanan Jaminan Produk Halal

UU Jaminan Produk Halal mengatur seluruh produk yang beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal pada 17 Oktober 2014

Rabu, 12/06/2019 19:25 0

Artikel

Bercermin dari Usulan Referendum Aceh

Soekarno sambil menyeka air matanya kemudian mengatakan: “Wallah, Billah, kepada daerah Aceh nanti akan diberi hak untuk menyusun rumah tangganya sendiri sesuai dengan syariat Islam.

Selasa, 11/06/2019 22:13 0

Indonesia

Penjelasan Polri Dinilai Menyakitkan Bagi Keluarga Korban Tewas Ricuh 21-23 Mei

"Narasi yang beredar hari ini terkesan mengarahkan wacana bahwa semua korban yang tewas adalah ‘perusuh’, dan seakan ingin ‘mewajarkan’ kematian mereka"

Selasa, 11/06/2019 21:53 0

Indonesia

Polri Akui Langgar Undang-undang dalam Aksi 21 Mei di Bawaslu

Toleransi waktu aksi yang melewati batas yang ditentukan melanggar UU Nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum

Selasa, 11/06/2019 21:40 0

Indonesia

Begini Pengamanan di Sekitar Mahkamah Konstitusi Jelang Sidang Sengketa Pilpres

Sidang pendahuluan sengketa hasil perolehan suara dalam Pilpres 2019 pada 14 Juni mendatang

Selasa, 11/06/2019 20:56 0

Tazkiyah

4 Keutamaan Puasa Syawal

Setelah berpisah dengan bulan Ramadhan, masih ada pintu-pintu ibadah yang terbuka supaya ketaatan tetap terjaga kapan pun dan di mana pun. Diantara ibadah yang paling penting selepas puasa Ramadhan adalah puasa enam hari Syawal,

Senin, 10/06/2019 18:49 0

Indonesia

Ketua DPR Peringatkan Dampak Perang Dagang AS-Cina

Kebijakan antisipatif diperlukan agar ekses perang dagang AS-Cina tidak menimbulkan kerusakan serius di dalam negeri

Senin, 10/06/2019 16:24 0

Indonesia

Fahri Hamzah: Negara yang Ingin Bungkam Kebebasan Berpendapat Harus Dilawan

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengaku khawatir dengan banyaknya masyarakat yang ditangkap karena postingan di media sosial.

Senin, 10/06/2019 16:07 0

Khazanah

Pemimpin yang Memedulikan Sholat Kaum Muslimin

Dalam Islam seorang pemimpin bertanggungjawab tegaknya syariat Islam di wilayah kepemimpinannya. Kepeduliannya terhadap tegaknya syariat akan memberi pengaruh kuat bagi masyarakat. Hal ini berbeda dengan para pemimpin modern yang memasukka urusan sholat dan ibadah lainnya hanya pada urusan privat. Pemimpin tidak berhak intervensi dalam masalah sholat dan iabdah lainnya. Perannya hanya sebatas memberikan kebebasan beribadah kepada agama apapun. Paradadigma seperti ini adalah dampak dari sekulerisme yang menaruh agama pada wilayah privat.

Senin, 10/06/2019 14:02 0

Close