... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Turki Siap Beli Rudal Patriot AS Setelah S-400 Rusia

Foto: Sistem pertahanan udara S-400 Rusia dan Patriot AS

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Recep Tayyip Erdogan, mengatakan bahwa Turki bersedia membeli sistem rudal Patriot Amerika Serikat menyusul pengiriman sistem rudal S-400 Rusia jika AS menawarkan kesepakatan yang menguntungkan seperti yang ditawarkan oleh Rusia.

Berdiri di luar Masjid Camlica yang baru dibangun di Istanbul setelah menghadiri sholat Idul Fitri, Selasa (04/06/2019), Erdogan menyatakan bahwa Turki belum menarik diri dari kesepakatan dengan Moskow. “Kami sepakat, kami bertekad,” tegasnya.

Keputusan Turki untuk melanjutkan proses memperoleh sistem rudal S-400 datang di tengah ketegangan dan bentrokan diplomatik antara AS dan Turki. Yang terbaru, AS telah menghentikan penjualan jet tempur F-35nya yang terkenal ke Turki.

Pada 2017, Ankara menjadi perantara kesepakatan senilai $ 2,5 miliar dengan Moskow untuk sistem S-400. Turki mengabaikan peringatan dari AS bahwa pembelian sistem itu akan berimbas pada konsekuensi politik dan ekonomi.

AS mengklaim bahwa sistem Rusia secara teknologi tidak sesuai dengan jet F-35-nya. Sekretaris Negara Mike Pompeo mengatakan kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat pada sidang pada bulan April bahwa “tidak mungkin untuk keduanya menerbangkan F-35 di ruang angkasa di mana S-400 beroperasi secara signifikan.”

Kecenderungan terhadap sistem S-400 dan kesepakatan dengan Rusia telah mempertanyakan peran Turki di NATO, di mana ia menawarkan pasukan terbesar kedua di aliansi itu. Banyak yang takut pengenalan sistem Rusia akan membahayakan keamanan, pertahanan dan integritas teritorial negara-negara di dalam NATO.

BACA JUGA  Telepon Jokowi, Erdogan Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha

Pada 22 Mei, AS diduga memberi Turki sebuah ultimatum selama dua minggu untuk memilih antara kedua sistem pertahanan rudal. Jika Turki menolak untuk membatalkan kesepakatan S-400, AS mengancam akan membatalkan penjualan jet tempur F-35 serta peran Turki sebagai salah satu produsen dalam rantai pasokan jet.

Menurut Turki, batas waktu untuk ultimatum tidak diberikan secara resmi. Namun telah ditetapkan hingga akhir minggu ini dan telah memicu kekhawatiran akan kemungkinan sanksi akan diberlakukan oleh AS di Ankara.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Bercermin dari Usulan Referendum Aceh

Soekarno sambil menyeka air matanya kemudian mengatakan: “Wallah, Billah, kepada daerah Aceh nanti akan diberi hak untuk menyusun rumah tangganya sendiri sesuai dengan syariat Islam.

Selasa, 11/06/2019 22:13 0

Indonesia

Penjelasan Polri Dinilai Menyakitkan Bagi Keluarga Korban Tewas Ricuh 21-23 Mei

"Narasi yang beredar hari ini terkesan mengarahkan wacana bahwa semua korban yang tewas adalah ‘perusuh’, dan seakan ingin ‘mewajarkan’ kematian mereka"

Selasa, 11/06/2019 21:53 0

Indonesia

Polri Akui Langgar Undang-undang dalam Aksi 21 Mei di Bawaslu

Toleransi waktu aksi yang melewati batas yang ditentukan melanggar UU Nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum

Selasa, 11/06/2019 21:40 0

Indonesia

Begini Pengamanan di Sekitar Mahkamah Konstitusi Jelang Sidang Sengketa Pilpres

Sidang pendahuluan sengketa hasil perolehan suara dalam Pilpres 2019 pada 14 Juni mendatang

Selasa, 11/06/2019 20:56 0

Tazkiyah

4 Keutamaan Puasa Syawal

Setelah berpisah dengan bulan Ramadhan, masih ada pintu-pintu ibadah yang terbuka supaya ketaatan tetap terjaga kapan pun dan di mana pun. Diantara ibadah yang paling penting selepas puasa Ramadhan adalah puasa enam hari Syawal,

Senin, 10/06/2019 18:49 0

Indonesia

Ketua DPR Peringatkan Dampak Perang Dagang AS-Cina

Kebijakan antisipatif diperlukan agar ekses perang dagang AS-Cina tidak menimbulkan kerusakan serius di dalam negeri

Senin, 10/06/2019 16:24 0

Indonesia

Fahri Hamzah: Negara yang Ingin Bungkam Kebebasan Berpendapat Harus Dilawan

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengaku khawatir dengan banyaknya masyarakat yang ditangkap karena postingan di media sosial.

Senin, 10/06/2019 16:07 0

Khazanah

Pemimpin yang Memedulikan Sholat Kaum Muslimin

Dalam Islam seorang pemimpin bertanggungjawab tegaknya syariat Islam di wilayah kepemimpinannya. Kepeduliannya terhadap tegaknya syariat akan memberi pengaruh kuat bagi masyarakat. Hal ini berbeda dengan para pemimpin modern yang memasukka urusan sholat dan ibadah lainnya hanya pada urusan privat. Pemimpin tidak berhak intervensi dalam masalah sholat dan iabdah lainnya. Perannya hanya sebatas memberikan kebebasan beribadah kepada agama apapun. Paradadigma seperti ini adalah dampak dari sekulerisme yang menaruh agama pada wilayah privat.

Senin, 10/06/2019 14:02 0

Video Kajian

Ust. Akhlis Marzuki, S.Pd.I: Inilah 6 Cara Masuk Surga!

KIBLAT.NET- Setiap Umat Islam pasti ingin masuk surga. Inilah 6 kiat masuk surga! Yuk simak...

Senin, 10/06/2019 10:00 1

Video Kajian

Ust. Dr. A. Zain An Najah, MA: Bagaimana Saat Suami Masuk Islam, tapi Istri Masih Kafir

KIBLAT.NET- Bagaimana saat sang suami sudah memeluk agama Islam namun sang istri masih kafi? Bagaimana...

Senin, 10/06/2019 10:00 0

Close