... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Polri Akui Langgar Undang-undang dalam Aksi 21 Mei di Bawaslu

Foto: Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol. Mohammad Iqbal berbicara dalam konferensi pers aksi 21-22 Mei di Kantor Kemenko Polhukam, Selasa (11-06-2019)

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol. Mohammad Iqbal mengatakan bahwa pada saat aksi 21-22 Mei polisi telah melanggar undang-undang, yaitu UU Nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, terkait toleransi waktu aksi yang melewati batas yang ditentukan.

Iqbal mengatakan pada tanggal 21 Mei sekitar pukul 15.00-18.00 WIB ribuan massa menyampaikan pendapat di muka umum secara tertib, sesuai aturan, dan damai. Aksi yang berlangsung saat itu sesuai dengan undang-undang yang mengatur tentang penyampaian pendapat di muka umum, yaitu Undang-undang nomor 9 ayat 9 tahun 1998.

“Pada pukul 18.00 korlap berkoordinasi dengan Kapolres Jakarta Pusat selaku kepala PAM objek untuk minta toleransi waktu,” kata Iqbal dalam konferensi pers di Menkopolhukam, Selasa (11/06/2019).

Iqbal menjelaskan sesuai dengan undang-undang tersebut sebenarnya tidak boleh lagi menyampaikan pendapat di depan umum dan harus selesai pada pukul 18.00. Ia mengaku karena momentum pada saat itu adalah bulan suci Ramadhan, Polri melihat aspek sosiologis dan aspek agama sehingga aksi tersebut dapat diperpanjang hingga tarawih.

Dalam aksi damai tolak kecurangan Pemilu di depan Bawaslu pada 21 Mei 2019 lalu, peserta aksi menggelar shalat Maghrib dan Isya berjamaah dilanjutkan shalat tarawih. Hingga tarawih usai, aksi tersebut berlangsung tertib dan peserta kemudian membubarkan diri setelah diperintahkan korlap. Sekitar tengah malam, barulah terjadi bentrokan antara massa tak dikenal dengan polisi.

BACA JUGA  Peninjauan Kembali Adalah Hak Setiap Terpidana

“Tidak ada masalah, Kapolres Metro Jakarta Pusat masih bisa mengelola menjaga kondisi keamanan kerjasama dengan korlap hingga meminta toleransi petugas, diskresi untuk kepentingan keamanan apalagi momentumnya bulan Ramadhan, walaupun kita melanggar undang-undang,” ujar Iqbal.

Dia memaparkan tindakan yang dimaksud melanggar undang-undang karena dengan diperpanjangnya aksi tersebut dapat merugikan hak-hak orang lain secara paksa. “Bayangkan banyak orang yang rugi disitu macet, setidaknya ada kemacetan,” ujarnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Unjuk Rasa Sipil Berlanjut, Akses Internet di Sudan Diputus

Pemutusan internet tersebut juga dirasakan kantor-kantor kedutaan besar, hotel-hotel mewah, dan perkantoran.

Selasa, 11/06/2019 15:28 0

Lebanon

Dikenal Aktif Bantu Pengungsi Suriah, Pejabat Jemaah Islamiyah Lebanon Dibunuh

Al-Jarar dikenal karena aktif dalam pekerjaan amal, membantu warga Sheba dan membantu para pengungsi Suriah di bidang kesehatan.

Selasa, 11/06/2019 09:18 0

Suriah

Serangkaian Serangan Udara Suriah dan Rusia Tewaskan 25 Warga Idlib

SOHR menjelaskan, 13 di antaranya tewas dalam serangan udara pasukan rezim yang menargetkan desa Jabala di provinsi Idlib.

Selasa, 11/06/2019 08:07 0

Amerika

AS Kirim Utusan ke Sudan

Selama kunjungannya ke Sudan, Nag akan bertemu dengan perwakilan junta militer dan gerakan protes

Selasa, 11/06/2019 07:43 0

Asia

Teror Muslim Kashmir, Pelayan Kuil Hindu Dalangi Pembunuhan Bocah Muslimah

Gadis itu diperkosa dan dibunuh untuk menakut-nakuti komunitas Muslim Badui dan memaksa mereka untuk meninggalkan wilayah yang didominasi Hindu

Senin, 10/06/2019 20:09 0

Suriah

Pejuang Suriah Luncurkan Empat Operasi Serentak di Hama dan Lattakia

Empat operasi bersamaan ini merupakan bagian dari operasi dengan sandi “Al-Fath Al-Mubin”. Operasi ini diikuti oleh faksi-faksi di Suriah utara dari berbagai latar belakang ideologi. Operasi ini dibentuk untuk membalas serangan militer Assad dan Rusia di pedesaan Hama, Idlib dan Lattakia.

Senin, 10/06/2019 19:26 0

Tazkiyah

4 Keutamaan Puasa Syawal

Setelah berpisah dengan bulan Ramadhan, masih ada pintu-pintu ibadah yang terbuka supaya ketaatan tetap terjaga kapan pun dan di mana pun. Diantara ibadah yang paling penting selepas puasa Ramadhan adalah puasa enam hari Syawal,

Senin, 10/06/2019 18:49 0

Khazanah

Pemimpin yang Memedulikan Sholat Kaum Muslimin

Dalam Islam seorang pemimpin bertanggungjawab tegaknya syariat Islam di wilayah kepemimpinannya. Kepeduliannya terhadap tegaknya syariat akan memberi pengaruh kuat bagi masyarakat. Hal ini berbeda dengan para pemimpin modern yang memasukka urusan sholat dan ibadah lainnya hanya pada urusan privat. Pemimpin tidak berhak intervensi dalam masalah sholat dan iabdah lainnya. Perannya hanya sebatas memberikan kebebasan beribadah kepada agama apapun. Paradadigma seperti ini adalah dampak dari sekulerisme yang menaruh agama pada wilayah privat.

Senin, 10/06/2019 14:02 0

Timur Tengah

Timur Tengah Bermandikan Sinar Matahari, Tapi Kenapa Banyak Penduduknya Kekurangan Vitamin D?

KIBLAT.NET, Abu Dhabi – Disebut sebagai “vitamin sinar matahari,” vitamin D diproduksi ketika kulit terkena...

Senin, 10/06/2019 10:37 0

Video Kajian

Ust. Akhlis Marzuki, S.Pd.I: Inilah 6 Cara Masuk Surga!

KIBLAT.NET- Setiap Umat Islam pasti ingin masuk surga. Inilah 6 kiat masuk surga! Yuk simak...

Senin, 10/06/2019 10:00 1

Close