... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

IM Sudan Seru Dewan Militer Transisi dan Oposisi Jauhi Pertumpahan Darah

Foto: Para pemrotes Sudan ingin dewan militer dibubarkan dan kekuasaan diserahkan kepada pemerintah sipil transisi [Mohamed Nureldin Abdallah / Reuters]

KIBLAT.NET, Khortoum – Organisasi Ikhwanul Muslimin (IM) Sudan, Ahad (09/05/2019), menyeru Dewan Militer Transisi yang saat ini memegang kekuasaan dan Gerakan Kebebasan dan Perubahan yang menentangnya menjaga negara dari perpecahan dan pertumpahan darah.

Seruan tersebut disampaikan oleh Mursyid Aam (pemimpin tertinggi) IM Sudan, Iwadhullah Hasan. Ia menyeru kedua belah pihak menghindari pertumpahan darah, menjaga Sudan dari cerai berai dan pepecahan dan menjaga revolusi.

“Pekumpulan para professional (Dewan Militer Transisi) dan Gerakan Kebebasan dan Perubahan lahir dari semangat revolusi. Pasukan bersenjatan dan organisasi lainnya telah melakukan hal terbaik di awal pergerakan revolusi,” ungkap Hasan.

Dia melanjutkan, di sana ada kesalahan dari Gerakan Pembebasan dan Perubahan. Mereka mengklaim satu-satunya yang mewakili revolusi, meskipun kami mendukung mereka hingga detik ini.

IM berharap negosiasi antara mereka (Gerakan Kebebasan dan Perubahan) dan Dewan Militer akan mengarah pada pemerintahan transisi yang akan membawa Sudan ke kondisi yang lebih baik melalui pemilihan yang bebas dan adil.

Terkait aksi penyerbuan demonstran oleh militer beberapa hari lalu, Hasan mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan pembenaran di kedua pihak. Tak ada satu pun menurut moral, agama dan politik yang dapat melegalkan hal tersebut.

Hasan melanjutkan, bola saat ini ditangan Dewan Militer. Dewan dapat mengambil kembali kepercayaan yang telah hilang dengan membuka pintu negosiasi bertolak dari kesepakatan-kesepakatan sebelumnya. Dewan harus menghilangkan dari unjuk kekuatan militer di jalan-jalan dan membuka jaringan internet.

BACA JUGA  SITE: ISIS Mengaku Penyebab Tabrakan Dua Helikopter Militer Prancis di Mali

Sudan kembali memanas pada Senin lalu ketika militer membubarkan aksi Gerakan Kebebasan dan Perubahan di depan markas militer di Khortoum. Militer menyerbu para demonstran yang berhari-hari menggelar aksi di lokasi tersebut mendesak militer menyerahkan pemerintahan ke sipil.

Menurut gerakan demonstran, sedikitnya 118 orang tewas dalam serangan tersebut. Di sisi lain, Departemen Kesehatan Sudan menyebut total korban 61 orang.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KontraS Desak Polisi Jujur Ungkap Kematian Korban Kerusuhan 21-22 Mei

Terlebih setelah ditemukan korban meninggal yang masih di bawah umur.

Ahad, 09/06/2019 19:12 1

Indonesia

Harga Tiket Pesawat Mahal, Kunjungan Wisatawan ke Papua Menurun

Sementara jika menggunakan jalur laut, waktu perjalanan menjadi terlalu lama.

Ahad, 09/06/2019 18:45 0

Indonesia

Jumlah Pemudik Via Pesawat Lebaran Tahun Ini Alami Penurunan

Kemenhub menduga karena liburan sekolah yang tak berbarengan dengan lebaran.

Sabtu, 08/06/2019 12:34 0

Indonesia

Keluarga Harun Mengaku Sempat Diminta “Damai” oleh Oknum Kepolisian

Meskipun begitu, pada akhirnya mereka tetap memasukkan pengaduan ke Komnas HAM.

Sabtu, 08/06/2019 11:56 0

Video Kajian

Ust. Muhajirin Ibrahim, Lc: Ibu, Mempunyai 2 Hati

KIBLAT.NET- Dalam syariat dijelaskan bahwa seorang Ibu mempunyai 2 hati. Apa maksudnya? Yuk simak di...

Jum'at, 07/06/2019 10:00 0

Indonesia

Advokat: Tanpa Laporan, Polisi Harusnya Segera Usut Kasus Kematian Harun Korban 21 Mei

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengacara keluarga almarhum Harun Ar-Rasyid, pemuda di bawah umur yang meninggal dalam...

Jum'at, 07/06/2019 00:35 1

Tazkiyah

Memperbaiki Amalan Dahulu, Sebelum Memperbanyaknya

Sebelum memperbanyak kuantitas amal, maka seorang muslim perlu memperbaiki dahulu amalannya dari berbagai kebocoran.

Kamis, 06/06/2019 15:46 0

Tazkiyah

Konsisten Beramal Sholeh Pasca Ramadhan

Kami lihat banyak manusia yang beribadah di bulan Ramadhan, mereka sholat, puasa dan pergi ke masjid. Jika telah selesai bulan Ramadhan, mereka berhenti dari ibadahnya. Benarkah yang mereka lakukan?

Rabu, 05/06/2019 14:07 0

Indonesia

KontraS: Polisi Langgar HAM dalam Penegakan Hukum Tersangka 21-22 Mei

Salah satu dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan polisi adalah perlakuan diskriminatif terhadap para tersangka.

Rabu, 05/06/2019 13:09 0

Indonesia

Pengamat Terorisme: Pelaku Bom Kartasura Masuk Kategori ‘Milenial Lone Wolf’

Lone Wolf adalah sebuah istilah bagi pelaku bom yang beraksi sendirian dan termotivasi secara individual.

Rabu, 05/06/2019 12:41 3

Close