... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Memperbaiki Amalan Dahulu, Sebelum Memperbanyaknya

Foto: Memperbaiki Amal

KIBLAT.NET – Sebelum memperbanyak kuantitas amal, maka seorang muslim perlu memperbaiki dahulu amalannya dari berbagai kebocoran. Hal ini bukan berarti tidak ingin memperbanyak pahala dengan banyak mengerjakan ibadah. Namun maksudnya adalah memperbaiki ibadah dahulu yaitu disertai kesungguhan dalam menghadirkan akal dan interaksi hati saat ibadah. Kemudian setelah itu kita perbanyak sesuai kehendak kita. Maka dengan itu kita mengumpulkan dua perkara dan mendapatkan dua kebaikan.

Justru pahala amal itu terkait kuat dengan kehadiran hati saat mengerjakan ibadah tersebut..

Ibnu Qayyim berkata :

“Setiap perkataan diberikan pahala oleh Allah jika memang layak diberi pahala. Kaidah ini telah benar, seperti perkataan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam : “siapa yang suatu hari membaca : subhanallah wa bihamdihi seratus kali dihapuskan baginya kesalahannya dan diampuni dosa-dosanya walaupun seperti buih lautan.” Pahala ini bukan karena perkataan lisan saja.. benar, siapa yang mengucapkannya dengan lisannya dalam keadaan lalai dari maknanya dan berpaling dari merenunginya, hatinya tidak mengikuti lisannya, tidak memahami nilai dan hakikatnya, namun berhadap pahala dengan itu, dihapus baginya kesalahan sesuai dengan apa yang ada dalam hatinya. Sesungguhnya amal tidak ditimbang dengan bentuk dan jumlahnya. Namun ditimbang dengan apa yang ada hati. Maka dua amalan yang sama namun bisa jadi takarannya antara langit dan bumi. Dua orang berada dalam satu saf namun nilai sholatnya antara langit dan bumi.” (Madarijus Salikin, 1/339)

BACA JUGA  Konsisten Beramal Sholeh Pasca Ramadhan

Memahami tujuan ibadah bahwa ibadah adalah sarana yang dibutuhkan untuk menghidupkan hati dengan iman, ia adalah langkah awal mendapatkan hakikat ibadah itu. Dengan memahami hal tersebut, maka akan menghasilkan pribadi yang senantiasa memperbaiki kualitas ibadah.

Maka, ketika sholat tujuan terbesarnya adalah menghadirkan hati dalam sholat. Konskuensinya ia akan bersegera datang ke masjid, tafakkur dengan ayat-ayat yang dibaca, tenang dalam ruku’ dan sujud, banyak berdoa dan khusyu’.

Saat berzikir, dia menghiasi zikir dengan tafakkur, beristighfar dengan terbayang dosa-dosanya dan menganggapnya sebagai aib di sisi Allah, menyesali hari-harinya yang lalu, terbayang keagungan Dzat yang dia langgar perintahnya, tasbihnya diiringi tafakkur akan kehadiran Allah yang Maha Agung Maha Perkasa Maha Pencipta. Sebagaimana Hasan al-Bashri berkata :

إن أهل العقل لم يزالوا يعودون بالذكر على الفكر وبالفكر على الذكر حتى استنطقوا القلوب فنطقت بالحكمة

“Sesungguhnya yang berakal senantiasa dzikirnya membawa fikiran dan fikirannya membawa dzikir sehingga bertanya pada hati, kemudian berbicara dengan hikmah.” (Ihya ‘Ulumuddin, 4/425)

Majdi al-Hilali, Hatta la Nakhsar Ramadhon,hlm 6

Alih Bahasa: Zamroni
Editor: Arju

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Inggris

Trump Sebut Iran Negara Teroris Nomor Satu di Dunia

Gesekan antara Amerika Serikat dan Iran telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah lebih dari setahun Trump pada Mei 2017 memutuskan untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir.

Rabu, 05/06/2019 23:51 0

Myanmar

Pejabat Myanmar Hadiri Pameran Senjata Terbesar Israel, Untuk Apa?

Israel seharusnya berhenti menjual persenjataan canggih ke Myanmar pada 2017 setelah aktivis hak asasi manusia dan pengacara Eitay Mack mengajukan petisi ke Mahkamah Agung Israel.

Rabu, 05/06/2019 23:39 0

News

Studi: Tiap Tahun Manusia Konsumsi Ribuan Partikel Plastik

Manusia makan dan menghirup puluhan ribu partikel mikroplastik setiap tahun. Demikian menurut analisis baru pada Rabu (05/06/2019)

Rabu, 05/06/2019 22:17 0

Afghanistan

Mullah Akhundzada: Perang AS Dihukum dengan Kekalahan

Baru-baru ini Imarah Islam (Taliban) merilis pernyataan publik pemimpin mereka, Maulawi atau Mullah Hibatullah Akhundzada yang berbicara dalam satu momen Idul Fitri.

Rabu, 05/06/2019 19:48 0

Indonesia

KontraS: Polisi Langgar HAM dalam Penegakan Hukum Tersangka 21-22 Mei

Salah satu dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan polisi adalah perlakuan diskriminatif terhadap para tersangka.

Rabu, 05/06/2019 13:09 0

Indonesia

Pengamat Terorisme: Pelaku Bom Kartasura Masuk Kategori ‘Milenial Lone Wolf’

Lone Wolf adalah sebuah istilah bagi pelaku bom yang beraksi sendirian dan termotivasi secara individual.

Rabu, 05/06/2019 12:41 2

Indonesia

Mengejutkan! Anak-anak yang Menjadi Korban Meninggal Kerusuhan 22 Mei Bukan Cuma Harun Ar-Rasyid

Selain itu, ada puluhan orang yang hingga saat ini belum kembali ke keluarganya.

Rabu, 05/06/2019 12:26 0

Video Kajian

Ust. Abdush Shomad, S.Pd.I: Belajar dari Umat Terdahulu

KIBLAT.NET- Dalam Al Quran, Allah SWT banyak mengisahkan kisah-kisah umat terdahulu yang penuh hikmah. Yuk...

Selasa, 04/06/2019 17:00 0

Indonesia

Pasca Bom Kartasura, Kapolda Jateng Tinjau Lokasi

Pasca Bom Kartasura, Kapolda Jateng Tinjau Lokasi

Selasa, 04/06/2019 16:29 0

Indonesia

Pelaku Bom Kartasura Sempat Dilarikan ke PKU Muhammadiyah dalam Keadaan Hidup

Pelaku Bom Kartasura Sempat Dilarikan ke PKU Muhammadiyah dalam Keadaan Hidup

Selasa, 04/06/2019 16:19 0

Close