... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Lagi, Rusia Halangi Pengesahan Pernyataan DK PBB Soal Situasi Terkini di Idlib

Foto: Warga di pedesaan Idlib menyelamatkan diri dari serangan udara [foto: AFP]

KIBLAT.NET, Moskow – Sekutu utama rezim Bashar Assad, Rusia, pada Senin (03/05/2019), mencegah pernyataan Dewan Keamanan PBB yang mengecam eskalasi militer rezim Suriah di wilayah Idlib. Rusia menganggap pernyataan itu tidak imbang karena tidak menyertakan pertanyaan serupa atas kampanye militer koalisi pimpinan AS di Baghuz, wilayah Daulah Islamiyan (ISIS) terakhir di Suriah.

“Pernyataan ini tidak imbang karena tidak menyentuh kota Hajin dan Baghuz yang warganya menderita akibat pertempuran antara pasukan dukungan AS dan ISIS,” kata Rusia dalam sebuah surat yang didapat AFP pada Senin (03/05/2019).

Belgia, Jerman dan Kuwait mengusulkan pernyataan mengecam kampanye militer terbaru di di Idlib setelah dua pertemuan darurat DK PBB. Pertemuan ini sendiri digelar menyusul meningkatkan kampanye militer rezim Assad dan Rusia di provinsi Idlib dan sekitarnya.

Bulan lalu, Rusia berhasil menghalangi dikeluarkannya pernyataan peringatan bencana kemanusiaan PBB jika rezim melancarkan kampanye militer di provinsi yang dihuni tiga juta orang itu.

DK PBB bisa mengeluarkan pernyataan jika 15 negara anggota sepakat. Setidaknya terdapat dua blok besar dalam keanggotaan lembaga “polisi dunia” itu.

Suriah dan sekutunya Rusia meningkatkan serangan dan gempuran terhadap Idlib sejak April, memaksa lebih dari 270.000 warga mengungsi.

Asisten Duta Besar Rusia di DK PBB, Dmitry Polyansky, mengatakan bahwa Moskow keberatan dengan “semua” apa yang termasuk dalam pernyataan yang diusulkan.

BACA JUGA  Rudal Jet Suriah Lumpuhkan Satu-satunya Rumah Sakit di Jisr Al-Shugour

“Sikap kami sudah diketahui. Proposal dokumen seperti ini adalah hubungan masyarakat, bukan solusi,” katanya.

Usulan pernyataan yang diajukan itu berisi keprihatinan besar pada kampanye militer di barat laut Suriah, yang juga menargetkan rumah sakit, klinik dan sekolah.

Pernyataan itu juga memperingatkan kemungkinan bencana kemanusiaan besar jika kampanye tersebut berlanjut.

Selain itu, pernyataan tersebut menyerukan kepada para pihak untuk mematuhi gencatan senjata yang disepakati antara Rusia dan Turki September lalu.

Rusia mengklaim komitmen pada gencatan senjata yang ditandatanganinya. Ia berdalih, kampanye militer yang diluncurkannya itu menargetkan “teroris”.

Dalam perjanjian Turki-Rusia, Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) yang mengontrol mayoritas Idlib tidak masuk dalam perjanjian gencatan senjata. Sehingga hal itu dijadikan dalih Rusia untuk menyerang.

Dalam berbagai laporan media, kampanye militer Assad dan Rusia tak hanya menargetkan wilayah HTS. Wilayah faksi-faksi yang “moderat” juga turut jadi sasaran.

Perlu dicatat, Rusia dan rezim Assad memiliki definisi “teroris” tersendiri. Kedua negara sekutu itu memasukkan kelompok-kelompok yang menentang rezim, baik Islamis maupun sekular, ke dalam daftar teroris.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khazanah

Hari Ketiga puluh Ramadhan, Kisah Keteguhan Umat Islam Mempertahankan Andalus

Pada tanggal 30 Ramadhan 636 H adalah momen bangkitnya panglima muslim Andalus, Muhammad bin Yusuf. Pada saat itu, dihimpun sisa-sisa kekuatan kaum muslimin di Andalus guna memerangi Spanyol, juga mendirikan negara bagi dirinya.

Selasa, 04/06/2019 10:16 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Bagaimana Jika Puasa Ramadhan Kita Tak Diterima?

KIBLAT.NET- Bagaimana jika puasa sebulan kita selama Ramadhan ini tak ada yang diterima? Simak selengkapnya...

Selasa, 04/06/2019 05:00 0

Indonesia

Tak Merasa Terteror, Warga Ramai-ramai Kunjungi Lokasi Bom Kartasura

Pria berumur 22 tahun ini mengaku tidak takut jika ada ledakan. Ia mengatakan bahwa rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya.

Selasa, 04/06/2019 01:12 0

Indonesia

Seorang Pria Ledakkan ‘Bom Bunuh Diri’ di Depan Pos Polisi Kartasura

Pantauan Kiblat.net di lokasi, sejumlah personil Brimob sempat melakukan pengecekan guna memastikan tidak ada lagi bahan peledak yang tersisa. Setelah dipastikan tidak ada ledakan, beberapa polisi tampak melakukan olah TKP.

Selasa, 04/06/2019 00:57 0

Indonesia

Kemenag Tetapkan Idul Fitri Jatuh Hari Rabu

Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi mengumumkan hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1440 jatuh pada hari Rabu, (5/6/2019).

Senin, 03/06/2019 20:46 0

Indonesia

Peninjauan Kembali Adalah Hak Setiap Terpidana

Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menilai bahwa PK adalah hak dari seorang terpidana.

Senin, 03/06/2019 19:31 0

Indonesia

ICW: PK Kerap Jadi Jalan Pintas Narapidana Korupsi Bebas

Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Mahkamah Agung (MA) untuk menolak setiap permohonan Peninjauan Kembali (PK) oleh terpidana korupsi.

Senin, 03/06/2019 19:11 0

Indonesia

Tim Rukyatul Hilal Kemenag: Ramadhan Genap 30 Hari

Dia menjelaskan hal itu lantaran tinggi hilal yang negatif terlihat karena pada saat matahari terbenam posisi hilal sudah berada di bawah ufuk.

Senin, 03/06/2019 18:45 0

Indonesia

Kemenag Gelar Sidang Isbat 1 Syawal Bersama Ormas Islam

Kementrian Agama Republik Indonesia menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal

Senin, 03/06/2019 18:38 0

Video Kajian

Ust. Abdush Shomad, S.Pd.I: Agar Lulus dari Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Ramadhan tak ubahnya seperti sekolah untuk Umat Islam. Di dalamnya kita dididik untuk sabar...

Senin, 03/06/2019 17:30 0

Close