... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Serangan Taliban Hantam Konvoi Pasukan AS di Kabul

KIBLAT.NET, Kabul – Pada hari Jumat (31/05) pagi kemarin, seorang pejuang berani mati Taliban meledakkan mobilnya yang sarat dengan bahan peledak dan menghantam konvoi militer Amerika yang sedang melintas di salah satu sudut kota Kabul. Menurut sumber media Barat Associated Pressmengutip juru bicara kepolisian di Kabul mengatakan bahwa empat orang Afghan tewas dan tiga lainnya luka-luka. Korban di pihak AS dilaporkan empat personil militer mengalami luka-luka akibat ledakan bom mobil.

Tak lama setelah insiden itu terjadi, Taliban mengumumkan bertanggung jawab. Juru bicara Zabihullah Mujahid merilis pernyataan bahwa serangan Taliban kali ini merupakan bagian dari operasi tahunan dengan sandi “Operasi Al-Fatih” yang sedang berlangsung dengan sukses dan dilancarkan di seluruh Afghanistan.

Lebih lanjut pihak Taliban menjelaskan, operasi istisyhad kali ini menargetkan konvoi figur-figur senior penjajah asing yang sedang melewati jalan di zona PD9 di bagian timur kota Kabul pada hari Jumat jam 9 pagi waktu setempat. Zabihullah Mujahid menyebutkan pelaku amaliyat adalah seorang mujahid pemberani bernama Siddique yang berasal dari Khost menggunakan sebuah mobil yang dimodifikasi dengan bom berdaya ledak tinggi.

Menurut Taliban, serangan Siddique pada Jumat pagi kemarin berhasil menewaskan 10 penjajah asing termasuk beberapa perwira senior Amerika, dan menghancurkan 2 unit kendaraan SUV Land Cruiser.

Selalu ada perbedaan versi laporan terkait jumlah korban antara Taliban dan pemerintah Kabul dukungan AS. Mujahid dan koleganya, Qari Yousaf Ahmadi, yang memiliki otorisasi berbicara kepada wartawan dalam satu kesempatan pernah menyatakan bahwa mereka tidak menyangkal ada sejumlah laporan yang tidak akurat mengenahi aksi amaliyat, dan terkadang ada pejuang-pejuang yang menyampaikan informasi secara berlebihan. “Ada yang mengatakan komunikasi kami penuh dengan sensasionalisme dan bumbu-bumbu tambahan, tetapi kami tidak pernah keluar dari (fakta) kebenaran,” kata Ahmadi menegaskan. Apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari fakta, “Kami segera mengoreksinya,” kata Ahmadi menambahkan.

BACA JUGA  Setelah Batalkan Negosiasi Sepihak, AS Umumkan Pembicaraan Baru dengan Taliban

Sebaliknya pihak pemerintah kerap dituding tidak akurat cenderung melebih-lebihkan laporan operasi militer mereka. Seorang pejabat senior departemen pertahanan mengakui pemerintah sering menyembunyikan laporan mengenahi jumlah korban pasukan Afghan & sekutu asing mereka, sebaliknya membesar-besarkan jumlah korban di pihak Taliban yang diklaim berhasil mereka bunuh.

Serangan berani mati Taliban ini berlangsung selang sehari menyusul serangan sejenis oleh kelompok ISIS cabang Khurasan yang juga terjadi di Kabul. Sebelumnya serangan oleh kelompok ISIS menghantam bagian luar Universitas Pertahanan Nasional Marshal Fahim yang menewaskan enam orang dan melukai beberapa lainnya. Ini merupakan serangan kedua ISIS di akademi militer tersebut setelah serangan pertama pada bulan Januari 2018.

Ibukota Kabul menjadi target favorit serangan jihadis yang menggunakan taktik istisyhad maupun serangan terkoordinasi lainnya. Misi Asistensi PBB (UNAMA) mencatat dari 65 serangan “bunuh diri & terkoordinasi” di seluruh Afghanistan pada tahun 2018, 28 di antaranya terjadi di ibukota Kabul. Angka ini tertinggi di bandingkan dengan serangan yang terjadi di seluruh daerah lain di Afghanistan.

Serangan Taliban yang secara khusus menargetkan pasukan AS ini terjadi setelah seorang diplomat Taliban yang tergabung dalam tim negosiator, Muhammad Suhail Syahin, mengatakan ia berharap AS mengumumkan jadwal penarikan pasukan mereka dari Afghanistan dalam putaran perundingan berikutnya.

Sumber: TLWJ, Antiwar
Redaktur: Ibas Fuadi

BACA JUGA  Trump Kunjungi Pasukannya di Afghanistan dan Janjikan Gencatan Senjata
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jaring Masukan terkait RUU P-KS, DPR Bikin Lomba Orasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) melalui Radio Parlemen, Bagian Televisi dan...

Sabtu, 01/06/2019 22:01 0

Indonesia

Muhammadiyah Siapkan Bantuan Hukum untuk Korban Aksi 21-22 Mei

Muhammadiyah Buka Bantuan Hukum Pasca Aksi 21 Mei KIBLAT.NET, Jakarta – Pengurus Pusat Muhammadiyah membuka...

Sabtu, 01/06/2019 21:44 0

Video Kajian

Ust. Salafuddin: Mana yang Lebih Utama? Khatam atau Kaji Al Quran?

KIBLAT.NET- Bulan Ramadhan adalah bulannya Al Quran, banyak Umat Islam yang berlomba untuk mengkhatamkan Al...

Sabtu, 01/06/2019 17:30 0

Indonesia

Pemprov DKI Jalankan Mudik Gratis, Pendatang: Terima Kasih, Pak Anies

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta mengadakan Jakarta Mudik Bersama untuk yang pertama kalinya....

Sabtu, 01/06/2019 16:33 0

Indonesia

MUI Minta Ada Muhasabah Pasca Aksi 21-22 Mei

KIBLAT.NET, Jakarta – Hanya hitungan hari, bulan Ramadhan 1440H akan berakhir, momen Hari Raya Idul...

Sabtu, 01/06/2019 14:56 0

Tarbiyah Jihadiyah

Abu Qotadah Al-Filastini: Kemewahan Adalah Musuh Jihad

Kemewahan adalah musuh jihad, janji-janji Allah tentang kemenangan tidak akan diberikan kepada kaum yang takut kaca rumah mereka pecah.

Sabtu, 01/06/2019 14:49 0

Indonesia

Ramadhan 144H, IZI Tetap Layani Pembayaran Zakat hingga Malam Takbiran

KIBLAT.NET, Jakarta – Lima hari menjelang hari raya Idul Fitri 1440H,  Inisiatif Zakat Indonesia (IZI)...

Sabtu, 01/06/2019 14:34 0

Khazanah

Hari Kedua puluh tujuh Ramadhan, Turunnya Salju yang Menghancurkan Bangunan

"Di antara kejadian-kejadian langit yang ada, pada tanggal 27 Ramadhan tahun ini langit menghitam di atas wilayah Gharbiyyah dan Mahallah Kubra, di pinggiran Kairo.

Sabtu, 01/06/2019 10:00 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: 3 Kelompok yang Pertama Dihisab

KIBLAT.NET- Ada 3 kelompok yang kelak akan pertama kali dihisab oleh Allah SWT. Siapa sajakah...

Sabtu, 01/06/2019 05:00 0

Opini

Saat Tangis Rakyat Dibayangi Humanis Aparat

Jika diperhatikan, saat ini seakan ada kontradiksi dari aparat dan pemerintah menyikapi peristiwa 21-22 Mei.

Sabtu, 01/06/2019 01:29 1

Close