... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Raja Salman Serukan Sikap Tegas Hadapi Ancaman Iran

Foto: Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz

KIBLAT.NET, Riyadh – Arab Saudi mengadakan KTT darurat Arab pada Kamis (30/05/2019) untuk menyampaikan pesan kuat kepada Iran mengenai keamanan regional setelah serangan baru-baru ini terhadap aset minyak Teluk.

Secara terpisah, Raja Saudi Salman mengatakan, bahwa pengembangan kemampuan nuklir dan rudal Iran dan ancamannya terhadap pasokan minyak global menimbulkan risiko bagi keamanan regional dan internasional.

“Harus dikatakan bahwa tidak adanya sikap keras dan tegas terhadap tindakan subversif rezim Iran di kawasan itu menyebabkannya melangkah terlalu jauh, seperti yang kita lihat hari ini,” katanya.

Arab Saudi dan UEA, yang telah melobi Washington untuk menahan musuh mereka, Iran, mengatakan mereka ingin menghindari perang setelah serangan drone di stasiun pompa minyak di kerajaan dan sabotase kapal tanker di lepas pantai UEA.

Riyadh menuduh Teheran memerintahkan serangan pesawat tak berawak yang dilakukan oleh pemberontak Hutsi yang didukung Iran.

Penasihat keamanan nasional AS John Bolton mengatakan bahwa bukti Iran berada di belakang serangan tanker akan disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB pada awal minggu depan.

“Kerajaan ingin menjaga stabilitas dan keamanan kawasan, untuk menghindarkannya dari momok perang dan untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas,” kata Raja Salman.

Ketegangan meningkat antara Amerika Serikat dan Iran setelah Washington menghentikan perjanjian nuklir multinasional dengan Iran, memberlakukan kembali sanksi dan meningkatkan kehadiran militernya di Teluk.

Bolton mengatakan bahwa Iran “hampir pasti” terlibat dalam sabotase kapal tanker. Dia juga mengatakan bahwa serangan terhadap stasiun pompa di jalur pipa Timur-Barat kerajaan dan serangan roket di Zona Hijau Baghdad terhubungan dengan sabotase tersebut.

Seorang pejabat Iran membantah pernyataan Bolton. Dia menyatakan bahwa negaranya akan mempertahankan diri terhadap agresi militer atau ekonomi.

Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri mengatakan negara itu tidak diizinkan untuk mengejar pengembangan senjata nuklir karena dilarang oleh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Bolton dan utusan khusus AS untuk Iran, Brian Hook, mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa reposisi aset militer AS di wilayah tersebut telah berhasil menghalangi Iran.

Bolton, yang berbicara di London, mengatakan jika Iran atau para penggantinya di kawasan itu menyerang kepentingan AS, maka itu akan menjadi sebuah kesalahan besar. Hook mengatakan bahwa Amerika Serikat akan merespons dengan kekuatan militer jika itu terjadi.

Pekan lalu Pentagon mengumumkan pengerahan 900 tentara tambahan ke Timur Tengah dan memperpanjang masa tinggal 600 anggota layanan lainnya. Selain mengerahkan kapal induk dan mengirim pembom dan rudal Patriot tambahan.

Pada hari Rabu, Amerika Serikat dan UEA, yang menjadi tuan rumah pangkalan udara AS, mengaktifkan perjanjian kerja sama pertahanan yang ditandatangani awal tahun ini.

Negara-negara Teluk memiliki pasukan pertahanan bersama di bawah Dewan Kerjasama Teluk (GCC), tetapi aliansi itu telah terbelah akibat upaya boikot Qatar oleh Arab Saudi, UEA, Bahrain dan non-GCC Mesir sejak pertengahan 2017.

Perdana menteri Qatar Abdullah bin Nasser Al Thani, yang negaranya menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di kawasan itu, menghadiri pertemuan Teluk, pejabat Qatar paling senior yang mengunjungi kerajaan sejak embargo.

Irak dan Oman, yang memiliki hubungan baik dengan Teheran dan Washington, mengatakan mereka berupaya mengurangi ketegangan. Doha, yang berbagi ladang gas raksasa dengan Iran, telah menawarkan bantuan.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Teheran menginginkan hubungan yang seimbang dengan tetangga-tetangga Teluk dan telah mengusulkan penandatanganan pakta non-agresi dengan mereka.

Sumber: Channel News Asia
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khazanah

Hari Kedua puluh enam Ramadhan, Berdirinya Khilafah Utsmaniyah

Pada tanggal 26 Ramadhan 923 H, setelah kemenangan sultan Utsmani Salim atas Dinasti Mamluk yang menguasai Syiria, Palestina dan Mesir, yaitu masuknya Mesir dan Syam ke dalam pangkuan Utsmani.

Jum'at, 31/05/2019 10:00 0

Fikih

Zakat Fitrah dengan Uang dalam Perspektif Mazhab Syafi’i

Namun mereka berbeda pendapat dalam masalah penunaian zakat fitrah, apakah boleh dibayar dengan uang ataukah tidak?

Jum'at, 31/05/2019 09:43 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Idul Fitri 1440 H: Madrasah Ramadhan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah

Khutbah Idul Fitri 1440 H: Madrasah Ramadhan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah

Jum'at, 31/05/2019 08:33 1

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Bacaan Quran Bagus Saja Tak Cukup

KIBLAT.NET- Membaca Al Quran dengan bacaan dan irama yang bagus saja tak cukup. Lalu, apa...

Jum'at, 31/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Tazkiyatun Nafs di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Bagaimana cara kita mensucikan hati dan jiwa kita di Bulan Ramadhan? Simak di sini!...

Kamis, 30/05/2019 17:30 0

Opini

Keberkahan Bulan Ramadhan

Ramadhan merupakan Syahrun Mubarak (bulan keberkahan). Dinamakan dengan bulan keberkahan, karena di bulan Ramadhan ini Allah Swt memberikan melipatkan ganda pahala ibadah yang dilakukan padanya.

Kamis, 30/05/2019 15:56 0

Indonesia

Hubungan Meningkat, AS-Indonesia Canangkan Latihan Militer Bersama Tahun 2020

Kedua belah pihak mengatakan dalam pernyataan bersama, bahwa Amerika Serikat ingin menormalkan hubungan dengan Kopassus dan mengadakan latihan bersama pada tahun 2020.

Kamis, 30/05/2019 15:00 0

Khazanah

Hari Kedua puluh lima Ramadhan, Hancurnya Pasukan Tartar di ‘Ain Jalut

Tanggal 25 Ramadhan tahun 658 H, bertepatan dengan 3 September 1260 M terjadi pertempuran termasyhur yang memiliki pengaruh besar terhadap sejarah kaum muslimin, yaitu pertempuran 'Ain Jalut yang menghentikan ekspansi Tartar atas negeri-negeri kaum muslimin.

Kamis, 30/05/2019 14:23 1

Indonesia

Bertabur Konten Negatif, MUI Desak Tayangan Pesbukers ANTV Dihentikan 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberi sorotan khusus pada program Sahurnya Pesbukers dan Pesbukers Ramadhan di ANTV pada bulan Ramadhan 1440 H/2019 ini.

Kamis, 30/05/2019 13:32 2

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Sebelum Ramadhan Meninggalkan Kita

Khutbah Jumat: Sebelum Ramadhan Meninggalkan Kita. Tanpa terasa kita sudah berada di penghujung bulan Ramadhan. Artinya sebentar lagi kita akan meninggalkan bulan suci tersebut.

Kamis, 30/05/2019 12:26 0

Close