... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Khutbah Idul Fitri 1440 H: Madrasah Ramadhan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah

Foto: Syariat Allah

KIBLAT.NET – Kiblat menyediakan khutbah Idul Fitri 1440 H, dengan tema “Madrasah Ramadhan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah”. Tema ini diangkat karena melihat kondisi umat hari ini yang terus menerus diterpa badai fitnah dan cobaan, untuk tetap kuat dan istiqomah dalam menghadapi fitnah dan cobaan, maka diperlukan bekal ketundukan dan komitmen terhadap syariat Allah. Dan Ramadhan adalah salah satu instrumen yang Allah sediakan bagi hamba-Nya untuk menghasilkan pribadi-pribadi yang tunduk dan komitmen terhadap syariat Allah. Anda dapat mendownload dan menggunakan naskah khutbah Idul Fitri secara gratis dalam melalui  link  berikut. File khutbah idul fitri terdiri dua bentuk, booklet (siap cetak dan dilipat dalam bentuk buku) dan pamflet (siap cetak dalam bentuk biasa):

1. Link naskah dalam bentuk pamflet: Khutbah Idul Fitri 1440 H:

Download Teks Khutbah Idul Fitri 1440 H

Untuk dicetak dalam lembaran kuarto satu muka (tidak bolak-balik)

2. Link naskah dalam bentuk booklet: Khutbah Idul Fitri 1440 H:

Download Teks Khutbah Idul Fitri 1440 H (cetak buku-bolak-balik)

Anda tinggal cetak bolak-balik untuk menjadi buku, dengan logo panitia Idul Fitri di atasnya.

Berikut lampiran naskah khutbah Idul Fitri secara lengkap:

Madrasah Ramadhan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah

Oleh: Ust.Miftahul Ihsan Lc

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ.

فَإِنَّ خَيْرَ الْكَلاَمِ كَلاَمُ اللّهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هُدَي مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةَ ٌوَكُلَّ ضَلاَلةٍ فِي النَّارِ .

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴿102﴾ ) آل عمران .

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ﴿1﴾ ) النساء .

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ﴿70﴾ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ﴿71﴾ ) الأحزاب .

اَللّهُ أَكْبَرُ، اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ، وَاللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا اللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا اللَّهَ مُخْلِصِينَ له الدَّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Sidang Jamaah Sholat Idul Fitri yang dirahmati Allah

Sudah sebulan lamanya, kita ditarbiyah oleh Allah SWT di bulan Ramadhan. Kita ditarbiyah melalui syariat puasa yang mana Allah melarang kita untuk menikmati hal-hal yang seharusnya halal bagi kita, kita dilarang untuk makan, padahal makanan tersebut halal dan diperoleh dari cara yang halal. Kita dilarang untuk minum padahal minumannya halal dan diperoleh dari cara yang halal. Kita dilarang untuk berhubungan suami istri padahal itu halal.

Di antara tarbiyah lainnya yang Allah berikan kepada kita di bulan Ramadhan adalah qiyam Ramadhan. Menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan terjaga, dengan mengorbankan istirahat untuk bermunajat dan menyendiri bersama Allah SWT. Meyampaikan segala keluh kesah, mengharap ampunan atas dosa dan kealpaan dan memohon keberkehaan dari Sang Pemilik Alam Raya.

Tidak tanggung-tangung baik puasa dan qiyam Ramadhan apabila dilakukan dengan penuh pengharapan dan keimanan kepada Allah, maka Allah akan mengganjarnya dengan ampunan dosa-dosa yang telah lalu. Namun apabila kedua amalan tadi kehilangan ruh, kehilangan pengharapan pahala dan kehilangan nilai keimanan, maka keduanya hanya berbuah rasa capek dan letih. Puasa hanya bernilai haus dan lapar sedangkan qiyam hanya bernilai begadang.

Maka, di antara hikmah yang dapat kita ambil dari syariat puasa dan qiyam Ramadhan adalah tarbiyah diri agar senantiasa menundukkan hawa nafsu kita, menundukkan keinginan-keinginan kita agar sesuai dengan keinginan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

عَنِ أَبِـيْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَـا قَالَ : قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : (( لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ )). حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ

Rasulullah SAW bersabda, “Dari Abu Muhammad ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhuma , ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga keinginannya mengikuti apa yang aku bawa (syariat).” (Hadits Hasan Shohih)

Ramadhan adalah kawah candradimuka untuk menggodog manusia-manusia yang beriman baja, melahirkan manusia-manusia yang tunduk terhadap perintah Allah. Oleh karena itu tujuan akhir dari madrasah Ramadhan adalah takwa. Karena pribadi yang dibalut ketakwaan adalah pribadi yang akan mampu mengemban setiap beban-beban perjuangan. Karena memegang Islam di akhir zaman laksana seorang yang memegang bara api. Jika dia lepaskan hilanglah agamanya, namun jika dia bertahan memegangnya maka dia akan merasakan sakit yang luar biasa.

Sidang Jamaah Sholat Idul Fitri yang dirahmati Allah

Suatu ketika datang sahabat Khobab bin Art dan Rasulullah SAW sedang bernaung di bawah bangunan Ka’bah, Rasulullah SAW sedang tiduran berbatalkan selimut beliau. Khobab bin Art menyaksikan realita kaum muslimin yang menghadapi ujian begitu luar biasa di Mekkah. Tantangan demi tantangan untuk mempertahankan iman, mempertahankan tauhid, mempertahankan akidah, hingga beberapa nyawa gugur dalam mempertahankannya, sebagian lainnya terintimidasi, ada juga yang kehilangan harta dan cobaan-cobaan iman lainnya.

Khobab bin Art sendiri yang bekerja menjadi tukang besi juga mendapat ujian yang tidak kalah beratnya, ketika dirinya ketahuan telah beriman kepada Rasulullah SAW, maka tuannya mengambil besi yang telah dibakar, menempelkannya ke kepala Khobab agar dirinya mau keluar dari ajaran nabi Muhammad SAW.

Maka wajar jika kaum muslimin saat itu membutuhkan pertolongan yang besar dari Allah SWT. Maka dengan semangat yang tinggi dan keyakinan yang besar Khobab berkeyakinan bahwa jika Rasulullah SAW yang menengadahkan tangan ke langit maka Allah akan mengijabahinya. Berbekal keyakinan tersebut Khobab datang kepada Rasulullah SAW dan berkata :

أَلَا تَسْتَنْصِرُ لَنَا، أَلَا تَدْعُو الله لَنَا

Artinya, “Tidakkah engkau meminta pertolongan untuk kami, kenapa engkau tidak berdoa kepada Allah untuk kemenangan kami?”

Kemudian Rasulullah SAW menjawab:

قَد كَانَ مَنْ قَبْلكُمْ يؤْخَذُ  الرَّجُلُ فيُحْفَرُ لَهُ في الأَرْضِ فيجْعلُ فِيهَا، ثمَّ يُؤْتِى بالْمِنْشارِ فَيُوضَعُ علَى رَأْسِهِ فيُجعلُ نصْفَيْن، ويُمْشطُ بِأَمْشاطِ الْحديدِ مَا دُونَ لَحْمِهِ وَعظْمِهِ، مَا يَصُدُّهُ ذلكَ عَنْ دِينِهِ، واللَّه ليتِمنَّ اللَّهُ هَذا الأَمْر حتَّى يسِير الرَّاكِبُ مِنْ صنْعاءَ إِلَى حَضْرمْوتَ لاَ يخافُ إِلاَّ اللهَ والذِّئْبَ عَلَى غنَمِهِ، ولكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُونَ

BACA JUGA  Khutbah Wukuf di Arafah, Ini yang Disampaikan Habib Rizieq

Artinya, “Telah terjadi pada orang-orang sebelum kalian, seorang yang digalikan baginya lubang, dia ditimbun di dalamnya, kemudian dibawakan gergaji dan diletakkan di atas kepalanya dan tubuhnya terbelah dua. Ada juga yang disisir dengan sisir yang terbuat dari besi di antara daging dan tulangnya, namun hal itu tidak membuat dirinya berpaling dari agamanya. Demi Allah, Allah pasti akan menyempurnakan urusan (Islam) ini, hingga seorang berkendara dari Shon’a ke Hadhromaut tidak ada yang ditakutinya kecuali Allah dan serigala yang memangsa kambingnya. Akan tetapi kalin kaum yang terburu-buru.” (HR Bukhori)

Rasulullah SAW tidak lantas langsung mengabulkan permintaan Khobab. Karena di dalam din ini butuh tarbiyah, butuh filter, sebagaimana emas, untuk mendapatkan kemurnianya maka perlu disepuh agar dapat tersaring, mana yang murni dan mana kotoran. Justru Rasulullah SAW menenangkan Khobab bin Art bahwa ujian yang dia dapatkan adalah sunnatullah yang berlaku terhadap orang-orang sholih sebelumnya.

Ini adalah sunnah ibtila’, dan sunnah ibtila’ pasti akan menimpa wali-wali Allah, sunnah ibtila’ adalah proses ilahi dalam menyaring mereka-mereka yang jujur dalam memperjuangkan agama ini. oleh karena itu, Ramadhan adalah salah satu perangkat untuk menyiapkan diri kita dalam menyongsong ujian-ujian iman. Sabar terhadap ketentuan Allah, sabar terhadap ujian keimanan seperti sabarnya kita dalam menahan lapar dan dahaga di bulan Ramadhan.

Sidang Jamaah Sholat Idul Fitri yang dirahmati Allah

Momentum Ramadhan sangat lekat dengan tarbiyah. Dalam sebagian riwayat dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menerima perintah shiyam Ramadhan dari Allah SWT pada bulan Sya’ban, di tahun kedua hijriah. Kemudian ketika masuk bulan Ramadhan, Rasulullah diperintah oleh Allah SWT untuk keluar menyongsong kafilah dagang dari Syam, demi menuntut harta kaum muslimin yang mereka ambil di Mekkah. Akan tetapi di tengah perjalanan rencana berubah.

Abu Sufyan mendapat kabar bahwa Rasulullah SAW berserta para sahabatnya keluar untuk mencegat kafilah dagangnya, maka seketika itu Abu Sufyan mengirim pesan ke Mekkah untuk meminta bala bantuan dan Abu Sufyan sendiri bermanuver menempuh jalur lain untuk menghindari cegatan pasukannya Rasulullah SAW.

Kaum muslimin yang awalnya keluar untuk mencegat kafilah dagang Abu Sufyan yang berisi harta dan tidak dipersenjatai. Mendapat perubahan perintah dari Allah untuk menyambut pasukan Abu Jahal yang berisi pasukan 1000 pasukan dengan bersenjata lengkap. Hati kaum muslimin sebenarnya condong untuk mencegat kafilah dagang, namun Allah menakdirkan hal lain bagi mereka. Allah SWT berfirman:

وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَن يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ

Artinya, “Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir.” (QS Al-Anfal : 8)

Akan tetapi ketika para sahabat mengetahui ini adalah perintah dari Allah, ini adalah takdir Allah bagi mereka, maka para sahabat menerima perintah ini, meskipun sebenarnya yang diinginkan adalah kafilah dagang. Dan benar, ketaatan para sahabat dan keteguhan mereka dalam perang badar berbuah kemenangan, yang dengannya kekuatan kaum muslimin diperhitungkan di tanah Arab. Dan lebih dari itu Allah mengganjar mereka yang ikut dalam perang Badar dengan jaminan surga bagi mereka. Mungkin inilah hikmah disyariatkannya kewajiban puasa Ramadhan sebelum terjadinya perang Badar, sebagai tarbiyah kepada para sahabat untuk menyongsong ujian yang lebih berat.

Ujian yang lebih berat itu adalah perang Badar di mana para sahabat dihadapkan kepada 1000 pasukan bersenjata lengkap, sedangkan kaum muslimin hanya berjumlah 313 orang dengan persenjataan seadanya. Dan beberapa sahabat Muhajirin harus berhadapan dengan keluarganya yang masih tetap dalam kesyirikan. Di samping mengorbankan harta dan jiwa mereka juga harus mengorbankan kekerabatan demi tegaknya Islam.

Ujian yang lebih berat itu bernama perang Uhud, di mana dari 1000 orang yang berangkat, 300 di antaranya membelot, mengurungkan niatnya berperang bersama Rasulullah yang mana cukup merusak mental kaum muslimin. Mereka berhadapan dengan 3000 tentara kafir Quraisy yang ingin menuntut balas atas kekalahan di perang Badar.

Ketika kedua pasukan bertemu, dan pasukan kaum muslimin di ambang kemenangan, akan tetapi mayoritas dari 40 orang pemanah yang diperintahkan Rasul berjaga di bukit tergoda untuk mengumpulkan harta rampasan perang, yang menjadi sebab kekalahan kaum muslimin.

Ujian yang lebih berat itu bernama perang Khandaq, di mana Rasul dan para sahabatnya dikepung di kota Madinah oleh aliansi musyrikin Arab. Meskipun tidak ada medan laga yang berarti namun pengepungan kota Madinah ketika untuk cukup menguras emosi dan konsentrasi.

Ujian yang lebih berat itu bernama Shulhul Hudaibiyah, ketika 1400 sahabat berniat umroh ke kota Mekkah, namun mendapat hadangan dari kafir Quraisy. Bahkan ketika para sahabat mendengar isu bahwa Utsman yang menjadi utusan kaum muslimin telah dibunuh, maka seketika itu pula mereka bersumpah setia rela mati demi melindungi Rasulullah SAW. peristiwa ini diabadikan oleh Allah SWT di dalam firman-Nya:

لَّقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ

Artinya, “Allah telah meridhoi orang-orang beriman (para sahabat) ketika mereka membaitmu di bawah pohon..” (QS Al-Fath : 18)

Ujian yang berat itu bernama perang Tabuk, ketika kondisi panas, musim paceklik dan serba kesulitan dan Rasulullah SAW mendapat perintah untuk memobilisasi para sahabat. Mobilisasi infak dan mobilisasi jihad di jalan Allah.

Inilah komitmen yang harus dibayar para sahabat ketika mereka mengikrarkan keimanan. Dan komitmen ini lahir dari tarbiyah-tarbiyah Allah SWT melalui syariatnya yang salah satunya adalah Tarbiyah di bulan Ramadhan.

Sidang Jamaah Sholat Idul Fitri yang dirahmati Allah

Inilah ketakwaan yang lahir dari madrasah Ramadhan, ketakwaan yang mengalahkan ego, mengesampingkan hawa nafsu untuk tunduk terhadap perintah Allah dan Rasulnya, menyerah diri kepada Allah dan Syariat-Nya. Inilah yang digembleng dalam bulan Ramadhan, karena seringkali ketentuan-ketentuan Allah, syariat-syariat Allah bertentangan dengan hawa nafsu manusia.

BACA JUGA  Aksi Rasis Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya Tak Cerminkan Kepribadian Bangsa

Sebut saja perintah sholat subuh, hawa nafsu manusia berkata untuk terus memperpanjang tidur, keinginan manusia menginginkan untuk berkemul di balik hangatnya selimut tebal, ketimbang bangun dan beranjak untuk melaksanakan panggilan Allah.

Akan tetapi dengan ini Allah ingin mengetahui siapa di antara hamba-hamba-Nya yang jujur dalam imannya, siapa di antara mereka yang mendahulukan Allah dari segalanya, siapa di antara mereka yang mengorbankan kesenangannya demi menjalani ketaatan kepada Allah.

Kita flashback ke zaman rasulullah SAW, di mana ketika itu para sahabat –radhiyallahu anhum- masih meminum khamr. Bahkan untuk mengharamkan khamr dibutuhkan 3 tahapan. Dan ketika sudah turun ayat tentang pengharaman khamr secara mutlak, maka sebagaimana diceritakan oleh Anas bin Malik, ketika itu ayah tirinya Abu Tholhah bersama Abu Ubaidah dan Ubay bin Ka’ab sedang duduk duduk dan Anas menuangkan Khamr untuk mereka. Namun disampaikan kepada mereka bahwa Khamr telah diharamkan, seketika itu Abu Tholhah berkata kepada Anas bin Malik :

 قُمْ يَا أَنَس فَأَهْرِقْهَا فَأهْرَقْتُهَا

Artinya, “Berdirilah wahai Anas dan tumpahkanlah khamr ini, maka sayapun menumpahkannya.” (HR Bukhori)

Inilah potret ketakwaan yang dipertontonkan oleh para sahabat, ketakwaan yang menghasilkan sikap istijabah. Yaitu sigap dan cepat menjalankan aturan syariat Allah SWT.

Pertanyaannya, apakah madrasah Ramadhan kita sudah memperbaiki sikap  istijabah kita terhadap wahyu? Sudahkah madrasah Ramadhan kita membuahkan ketundukan terhadap perintah Allah? Tentu kita sendiri yang akan menjawabnya dengan perubahan sikap dan prilaku pasca Ramadhan ini.

Ketika Allah SWT memerintahkan kepada kaum muslimin untuk bangun di malam hari mengadukan segala keluh kesah kepada Allah dalam lantunan munajat dan do’a, sudahkah kita berusaha melawan rasa kantuk untuk menyambut seruan Allah tersebut?

Ketika Allah SWT mensifati orang-orang beriman dengan selalu berzikir di pagi dan sore hari, adakah kita telah megkhusyu’kan hati kita untuk berzikir kepada-Nya?

Ketika Allah SWT meminta kepada orang-orang beriman untuk membela agama Allah, membela syariat-Nya saat musuh Islam senantiasa berupaya untuk merusak Islam. Baik merusak dengan berbagai macam budaya yang bertentangan dengan Islam, atau meminjam tangan ulama-ulama su’, ulama-ulama yang berdiri di pintu neraka untuk menafsirkan ulang Islam agar sesuai dengan keinginan mereka. Maka di mana posisi kita saat itu?

Ketika Allah SWT dengan tegas mengharamkan riba dengan berfirman:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Artinya, “Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS Al-Baqoroh : 275)

Bahkan di ayat setelahnya Allah mengumumkan perang terhadap riba. Nah pertanyaanya bagaimana dengan kita? Sudahkah ketundukan kita kepada Allah dengan berpuasa dan qiyam Ramadhan, bisa kita pindahkan dengan menghindari riba semampu kita?

Ketika Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang beriman itu bersaudara, sedangkan di saat yang bersamaan kita menyaksikan saudara-saudara kita di Palestina, Suriah, Yaman, Rohingnya, Uighur dan belahan negeri kaum muslimin lainnya sedang tertindas, maka di mana kita ketika mereka membutuhkan do’a, usaha dan tenaga dari kita?

Ketika Allah SWT memerintahkan kita untuk mengatur urusan manusia dengan apa yang Allah turunkan, sedangkan secara realita kita lihat praktek hukum Allah masih jauh dari yang diharapkan, maka di mana posisi kita?

Sidang Jamaah Sholat Idul Fitri yang dirahmati Allah

Segenap kewajiban-kewajiban di atas bukanlah tanpa resiko, bukanlah tanpa pengorbanan. Karena kewajiban-kewajiban di atas dan kewajiban din secara umum seringkali bertentangan dengan hawa nafsu manusia. Untuk itu dibutuhkan madrasah bernama Ramadhan untuk menggembleng hawa nafsu kita, mengarahkan syahwat dan keinginan kita agar sesuai dan sejalan dengan keinginan Allah, meskipun mengorbankan jiwa, harta, waktu tenaga dan kesenangan.

Oleh karena itu, kita berdoa kepada Allah SWT agar amal perbuatan kita di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT. Yang penerimaan tersebut mampu mengubah kita kearah yang lebih baik dan ke jalan yang diridhoi Allah SWT.

اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَقِرَاءَتَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَسْبِيْحَنَا وَتَهْلِيْلَنَا وَتَمْجِيْدَنَا وَتَحْمِيْدَنَا وَخُشُوْعَنَا يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَيَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ علَىَ عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ. اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَاءَكَ. اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الظّالِمِيْنَ.

اَلَّلهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَناَ دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

الَّلهُمَّ ارْزُقْنَا قَبْلَ اْلَمْوتِ تَوْيَةً وَعِنْدَ الْمَوْتِ شَهَادَةً وَبَعْدَ الْمَوْتِ رِضْوَانَكَ وَالْجَنَّةَ. اللَّهُمَّ أَحْيِنَا مُؤْمِنِيْنَ طَائِعِيْنَ وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ تَائِبِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأّلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ
وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ. اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُوْرِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الأَخِرَةِ.

اللَّهُمَّ ارْفَعْ رَايَةَ الْإِسْلَامِ فَوْقَ الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى وَأَخْلِصْهَا مِنْ أَيْدِي الْيَهُوْدِ وَالنَّصَارَى اللَّهُمَّ احْفَظِ الْعُلَمَاءَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلَصِيْنَ وَ قُوَادَ الْمُجَاهِدِيْنَ وَ ثَبِّتْهُمْ عَلىَ مَنْهَجِ نَبِيِّكَ وَ السَّلَفِ الصَّالِحِيْنَ وَ اهْدِهِمْ سَبِيْلَ الْهُدَى وَ الرَّشَادِ وَوَفِّقْهُمْ لِلْحَقِّ وَ مُتَابَعَتِهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً للذين كفروا واغفر لنا ربنا إنك أنت العزيز الحكيم

رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ ونجنا برحمتك من القوم الكافرين

رَبَّنا أَوْزِعْناَ أَنْ نَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَينا وَعَلَى وَالِدَينا وَأَنْ نَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنا بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

اللهمّ انْصُر الإسْلَامَ والمُسْلِمِين، وَارْفَعْ عَناَّ الظُّلْمَ وَالطُّغْيَان، اللهمّ ارْحَمْ مَوْتَانا وتَقَبَّلْ شُهَدَائَنا، اللهمّ اشْفِ مَرْضَانا وَارْبِطْ بَيْنَ قُلُوبِنَا

اللهمّ ارْحَمْنا بِرَحْمَتِكَ يَا مَنْ وَسِعَتْ رَحْمَتُهُ كُلَّ شَيْءٍ، اللهمّ عَلَيكَ بِالطُّغَاةِ الظَلَمَة، اللهمّ زَلْزِلْ عُرُوْشَهُم مَنْ تَحْتَ أَقْدَامِهِم، اللهمّ خُذْهُمْ أَخْذَ عَزِيْزٍ مُقْتَدِر، اللهمّ انْتَقِمْ مِنْهُمْ وَأَرِنَا فِيْهِم يوماً عَجَائبَ قُدْرتِك

، اللهمّ هذا دعاؤُنَا فَلاَ تَرُدَّنَا خَائِبِينَ

والحمد لله رب العالمين

Semga naskah Khutbah Idul Fitri ini bermanfaat

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Khutbah Idul Fitri 1440 H: Madrasah Ramadhan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah”

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Bacaan Quran Bagus Saja Tak Cukup

KIBLAT.NET- Membaca Al Quran dengan bacaan dan irama yang bagus saja tak cukup. Lalu, apa...

Jum'at, 31/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Tazkiyatun Nafs di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Bagaimana cara kita mensucikan hati dan jiwa kita di Bulan Ramadhan? Simak di sini!...

Kamis, 30/05/2019 17:30 0

Suriah

Amerika dan Rusia Sedang Bahas Nasib Idlib

Utusan khusus AS untuk Suriah, Jim Jeffrey, mengumumkan bahwa Amerika Serikat sedang membahas rencana gencatan senjata dengan Rusia di Idlib serta mengakhiri pengucilan rezim Assad.

Kamis, 30/05/2019 16:40 0

Indonesia

Hubungan Meningkat, AS-Indonesia Canangkan Latihan Militer Bersama Tahun 2020

Kedua belah pihak mengatakan dalam pernyataan bersama, bahwa Amerika Serikat ingin menormalkan hubungan dengan Kopassus dan mengadakan latihan bersama pada tahun 2020.

Kamis, 30/05/2019 15:00 0

Khazanah

Hari Kedua puluh lima Ramadhan, Hancurnya Pasukan Tartar di ‘Ain Jalut

Tanggal 25 Ramadhan tahun 658 H, bertepatan dengan 3 September 1260 M terjadi pertempuran termasyhur yang memiliki pengaruh besar terhadap sejarah kaum muslimin, yaitu pertempuran 'Ain Jalut yang menghentikan ekspansi Tartar atas negeri-negeri kaum muslimin.

Kamis, 30/05/2019 14:23 1

Myanmar

“Perlakuan Myanmar terhadap Rohingya Mirip Israel”

"Saya akan mengatakan apa perbedaan antara Myanmar dan Israel? Kami tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Kami tidak suka dan mendukung kesalahan mereka kepada orang-orang Palestina. Myanmar melakukan hal yang sama kepada orang-orang Rohingya," kata Siddiki.

Kamis, 30/05/2019 11:01 0

Amerika

Bayi Perempuan Ini Terus Hidup Meski Lahir Seberat Apel

Bayi ini diyakini sebagai manusia terkecil yang bertahan hidup di dunia, beratnya hanya 8,6 ons (245 gram) ketika ia dilahirkan pada bulan Desember.

Kamis, 30/05/2019 10:14 0

Artikel

John Walker Lindh, Antara Al-Qaidah dan Taliban (Bag-1)

Nama Lindh langsung viral dengan julukan sebagai “Taliban Amerika” setelah ia ditahan oleh otoritas AS.

Kamis, 30/05/2019 09:40 0

Qatar

Penuhi Undangan Saudi, PM Qatar Hadir Pertemuan Darurat Negera Teluk

Pertemuan itu digelar di Makkah. Konferensi ini digelar di saat ketegangan meningkat antara negera Teluk dan Iran.

Kamis, 30/05/2019 08:34 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Untukmu yang Suka Lupa Hafalan

KIBLAT.NET- Bagaimana agar hafalan Al Quran tetap awet berada di kepala kita? Dan bagaimana jika...

Kamis, 30/05/2019 05:00 0

Close