... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban: Penghalang Perdamaian Afghanistan Pendudukan Pasukan Asing

Foto: Tentara AS di Afghanistan

KIBLAT.NET, Moskow – Para pejabat inti kantor biro politik Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Selasa (28/05/2019), bertemu dengan tokoh-tokoh oposisi politik Afghanistan di Moskow. Delegasi Taliban itu menegaskan komitmen menciptakan perdamaian di Afghanistan.

“Kami ingin mengakhiri perang yang telah berlangsung 18 tahun. Akan tetapi, hal itu tidak terwujud kecuali setelah pasukan asing meninggalkan Afghanistan,” kata kepala kantor biro politik Taliban yang memimpin delegasi tersebut, Mulla Abdul Ghani Baradar.

Berbicara di sesi awal pertemuan dua hari yang menandai 100 tahun hubungan diplomatik antara Rusia dan Afghanistan dan disiarkan televisi Rusia, Baradar menekankan bahwa Taliban benar-benar berkomitmen untuk perdamaian, tetapi percaya bahwa penghalang pertama-tama harus dihilangkan.

“Penghalangnya adalah pendudukan di Afghanistan, yang harus diakhiri,” tegasnya.

Baradar, yang turut membantu Mullah Omar mendirikan Taliban, diangkat sebagai pemimpin politik kelompok itu pada Januari setelah dibebaskan dari penjara Pakistan.

Pada pertemuan Selasa itu, lagi-lagi para pejabat senior pemerintah Ashraf Ghani tak dilibatkan sama sekali. Meskipun sebelumnya beredar kabar bahwa Kepala Dewan Tinggi Perdamaian yang dibentuk pemerintah Kabul akan hadir.

Para pejabat Afghanistan yang hadir merupakan tokoh-tokoh politik penentang Ghani. Di antaranya, mantan presiden Hamid Gharzai dan calon presiden lawan Ghani dalam pemilu mendatang.

Ini adalah kedua kalinya para pemimpin Taliban bertemu dengan tokoh-tokoh politik Afghanistan setelah pertemuan puncak Februari lalu. Pertemuan tersebut ditutup dengan doa dan makan bersama.

BACA JUGA  PBB Sangat Prihatin Tewasnya Belasan Sipil oleh Pasukan Afghanistan

Mantan panglima perang Afghanistan yang turut hadir, Atta Mohamed Nur, mengatakan pertemuan Moskow menghasilkan “hasil yang sangat positif.”

“Kami mendukung hubungan baik dengan saudara-saudara kami, Taliban,” katanya.

“Mari kita berpikir sedikit, saling berpelukan dan menciptakan kondisi untuk memulai perdamaian,” imbuhnya.

Pertemuan Taliban dan oposisi Afghanistan ini berlangsung bersamaan negosiasi Taliban-AS berlanjut. Meksi, negosiasi ke-6 yan digelar beberapa pekan lalu di Doa tak menghasilkan kesepakatan. Fokus pembicaraan pada penarikan pasukan AS dari Afghanistan dan jaminan Afghanistan tak dijadikan “sarang teroris”. AS masih berat untuk menarik pasukan.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Fikih

Kapan Waktu yang Paling Utama Membayarkan Zakat Fitrah?

Lalu kapan waktu yang tepat bagi seseorang untuk mengeluarkan zakat fitrah? Menjawab pertanyaan ini, para ulama berbeda pendapat menjadi beberapa pendapat:

Rabu, 29/05/2019 06:01 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: 3 Hal untuk Mengagungkan Allah

KIBLAT.NET- Tak terasa, Ramadhan sudah menginjak 10 hari terakhir. Amalan apa yang bisa kita lakukan...

Rabu, 29/05/2019 05:00 0

Indonesia

Ayah Harun Korban Ricuh 21-22 Mei: Saya Menuntut Keadilan Walau Nyawa Jadi Taruhan

Ayah korban ricuh 21-22 Mei Harun Ar-Rasyid, Didin Wahyudin masih tak sanggup menyembunyikan rasa sedih saat datang ke Komnas HAM.

Selasa, 28/05/2019 22:26 1

Indonesia

Pakar Pidana: Dugaan Pelanggaran HAM 21-22 Mei Bisa Dibawa ke Mahkamah Internasional

Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad mengatakan bahwa dugaan pelanggaran HAM saat ricun 21-22 Mei bisa dibawa ke Mahkamah Internasional.

Selasa, 28/05/2019 21:15 0

Indonesia

Sikapi Ricuh 21-22 Mei, Komnas HAM Tolak Gabung TPF Bentukan Polisi

Komnas HAM menolak saat diminta bergabung dalam Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Polisi.

Selasa, 28/05/2019 20:42 0

Indonesia

Komnas HAM Temukan Korban Meninggal Akibat Peluru Tajam di Aksi 22 Mei

Komnas HAM akan memberikan perhatian serius soal kekisruhan yang terjadi pada 21-22 Mei di Jakarta.

Selasa, 28/05/2019 17:50 0

Indonesia

Pasca ke DPR, Tim Advokasi Korban Tragedi 21-22 Mei Mengadu ke Komnas HAM

Salah satu yang menjadi sorotan adalah adanya kekerasan yang menimpa beberapa orang.

Selasa, 28/05/2019 17:35 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Evaluasi Ramadhanmu!

KIBLAT.NET- Ramadhan semakin hari semakin meninggalkan kita. Bagaimana ibadah kita selama Ramadhan ini? Yuk kita...

Selasa, 28/05/2019 17:30 0

Indonesia

Aksi Munajat untuk Korban Aksi 22 Mei Akan Digelar di Depan Bawaslu

Aksi damai rencananya akan kembali digelar pada Rabu depan (29/05/2019) di depan Gedung Bawaslu.

Selasa, 28/05/2019 17:16 0

Close