... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Polisi Sebut Garis di Balik Rusuh 22 Mei, Garis yang Mana?

Foto: Mobil ambulance milik Gerakan Reformis Islam (Garis)

KIBLAT.NET, Cianjur – Polisi menduga salah satu aktor di balik kerusuhan aksi damai 21-22 Mei di Bawaslu adalah Gerakan Reformis Islam (Garis). Dugaan polisi berdasar pada barang bukti yang disita berupa ambulance bergaris hijau yang di dalamnya ditemukan bambu runcing, busur panah dan uang.

“Barang bukti itu yang berhasil kami sita, ambulance berisi uang, busur panah dan bambu runcing,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019 mengutip Tempo.co.

Merespon informasi kepolisian itu, Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis), Chep Hermawan mengungkapkan bahwa Garis yang disebut Polisi bukanlah Garis yang ia komandoi, tetapi Garis Bekasi yang memiliki kepanjangan Gerakan Rijalul Islam.

“Garis kami adalah Gerakan Reformis Islam, lahir tahun 1998. Tiba-tiba peristiwa kemarin tanggal 22 ada lagi Garis (Gerakan Rijalul Islam) logonya kembang, didirikan ‘ikhwan’ yang di Bekasi,” ujar Chep ditemui Kiblat.net di kediamannya, di jalan Aria Wiratanu Datar, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (28/05/2019) sore.

Chep menjelaskan, Garis miliknya berbeda dengan Garis Bekasi. Meskipun sama-sama menggunakan nama Garis, namun Garis Bekasi ia pastikan tidak ada sangkut-pautnya dengan Garis kelahiran 1998 miliknya.

“Beda dengan Garis Bekasi. Entah apa motivasinya, saya tidak pernah dikontak juga. Apa motivasinya menyamakan diri gerakannya dengan Garis kita, siapa tokohnya dan siapa yang membidaninya?” ujarnya.

Selain motivasi pendiriannya yang berbeda-beda, Chep menyebut Garis yang di Bekasi juga bersifat lokal hanya di Bekasi, sedangkan Garis miliknya ada di beberapa daerah di Indonesia.

“Garis (1998} itu nasional, kantornya ada di Jakarta, jalan Gunung Sahari. Cuma karena saya posisinya di Cianjur, dan perusahaan-perusahaan saya di Cianjur, saya selaku Ketua umum jadi komando dari Cianjur. Tapi sesungguhnya ini Nasional, di Medan, Aceh, Papua, NTB seluruh Indonesia ada,” jelasnya.

BACA JUGA  Presiden RI Ke- 3 BJ Habibie Meninggal Dunia

Chep juga menjelaskan bahwa Garis 1998 juga pernah turun ke Aceh untuk membantu korban tsunami bersama FPI. Ia bersama Habib Rizieq Shihab turut membantu mengevakuasi korban tsunami Aceh.

Garis Bantah Berafiliasi dengan ISIS

Chep bersama Garis-nya akhir-akhir ini juga dikaitkan dengan Islamic States of Irak and Sham (ISIS). Berdasarkan pemberitaan sekitar tahun 2014, Chep pernah mendeklarasikan diri sebagai pimpinan ISIS di Indonesia. Namun, saat ini, ia mengakui bahwa ISIS sudah tidak ada lagi sejak 3 tahun lalu.

“Tiba-tiba pulang ke sini (dari Jakarta) ada berita bahwa di balik dalang kerusuhan ini adalah Garis, dari mana isu itu, terus disangkutpautkan dengan ISIS. ISIS itu sudah gak ada dua tiga tahun lalu, ISIS itu gak ada, yang ada adalah Daulah, ini sudah gak ada ISIS,” ujarnya.

Menurutnya, alasan Garis disangkutpautkan dengan ISIS adalah untuk memborbardir citra dan nama baik Prabowo, sehingga muncul stigma bahwa Prabowo ini didukung oleh kelompok radikalis dan teroris.

Sebelumnya, Prabowo sempat berkunjung ke Cianjur, dan ketika penjemputan dari bandara ke tempat acara, Prabowo menggunakan mobil Alphard milik Chep yang berplat B 264 RIS.

“Disangkutpautkan, prediksi saya sengaja dibangun untuk menjatuhkan nama baik Prabowo, tempo hari Prabowo menggunakan mobil saya, mobil Alphard berplat b264ris mobilnya disini. Pas Prabowo ke Cianjur. Dia naik mobil saya,” ujarnya.

Berangkat ke Jakarta untuk Aksi Kemanusiaan

Lalu, terkait dengan mobil ambulance bertuliskan nama Garis yang disita polisi karena membawa panah, molotov dan uang, Chep memastikan bahwa ambulance itu bukanlah dari Garis Cianjur, melainkan Garis Bekasi. Karena dua ambulance yang diberangkatkan ke Jakarta dari Jawa Barat, semuanya kembali dengan selamat pada tanggal 23 Mei malam.

BACA JUGA  MUI Tegaskan Disertasi Seks di Luar Nikah Harus Ditolak

“Kalau aksi damai waktu itu, kami melihat dan memprediksi ini biasanya ada terjadi korban, karenanya itu dua mobil Ambulance nya dibawa ke Jakarta,” ujar Chep menjelaskan alasan diberangkatkannya mobil ambulance Garis ke Jakarta.

Dua ambulance itu hanya membawa peralatan medis, dan tidak ada benda tajam maupun senjata yang bisa digunakan untuk ricuh. Satu ambulance di antaranya disiagakan di jalan Cut Mutia, di bawah pengawasannya.

Satu ambulance lagi, sebut Chep, diamanahkan ke Muhammad Karim. Di dalam ambulance itu, berisi Ustadz Umar Burhanuddin, pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa dan dua santri Attaqwa. Ambulance itu disiagakan di Masjid Sunda Kelapa untuk kemudian membantu korban di Petamburan.

“Dari sini kami berangkatkan, saya titipkan ambulance itu ke Karim. Amankan mobil ini jalankan mobil ini sesuai aturan-aturan ntuk membantu korban,” ujarnya.

Ketika sesampainya di Jakarta, tim medis Garis, sebut Chep berkoordinasi dengan tim medis yang sudah berada di Jakarta, seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Mer-C.

“Ini gak ada hubungannya Garis dengan kericuhan kemarin, gak ada anak-anak Garis yang terlibat kecuali untuk kemanusiaan,” pungkasnya.

Chep menjelaskan misi didirikannya Garis pada tahun 1998 di antaranya adalah untuk Amar Makruf Nahi Mungkar, Membantu beban derita fakir miskin, menyikapi kebijakan penguasa yang menyengsarakan rakyat seperti kenaikan harga bensin, dan lainnya, serta pendirian Garis untuk menolak bangkitnya atheis dan komunis di Indonesia.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Eks Navy SEAL: Perang Afghanistan Tidak Bisa Diselesaikan dengan Peluru dan Bom

Mantan anggota pasukan elit marinir AS Navy SEAL yang mengklaim telah membunuh Usamah bin Ladin dalam sebuah operasi militer tahun 2011 mengatakan bahwa militer AS perlu sebuah strategi baru di Afghanistan.

Rabu, 29/05/2019 10:15 0

Suriah

Abu Isa: Faksi-faksi di Suriah Utara Sepakat Buang Segala Perbedaan

Akan tetapi, dengan izin Allah, mereka bisa mengalahkan jika para pejuang bersatu.

Rabu, 29/05/2019 09:45 0

Afghanistan

Taliban: Penghalang Perdamaian Afghanistan Pendudukan Pasukan Asing

"Penghalangnya adalah pendudukan di Afghanistan, yang harus diakhiri,” tegasnya.

Rabu, 29/05/2019 08:34 0

Fikih

Kapan Waktu yang Paling Utama Membayarkan Zakat Fitrah?

Lalu kapan waktu yang tepat bagi seseorang untuk mengeluarkan zakat fitrah? Menjawab pertanyaan ini, para ulama berbeda pendapat menjadi beberapa pendapat:

Rabu, 29/05/2019 06:01 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: 3 Hal untuk Mengagungkan Allah

KIBLAT.NET- Tak terasa, Ramadhan sudah menginjak 10 hari terakhir. Amalan apa yang bisa kita lakukan...

Rabu, 29/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Evaluasi Ramadhanmu!

KIBLAT.NET- Ramadhan semakin hari semakin meninggalkan kita. Bagaimana ibadah kita selama Ramadhan ini? Yuk kita...

Selasa, 28/05/2019 17:30 0

Khazanah

Hari Kedua puluh tiga Ramadhan, Puncak Kemenangan Umat Islam Atas Persia

Pada 23 Ramadhan 31 H, bertepatan dengan tahun 652 M, pada masa pemerintahan Khulafaurrasryidin ke ketiga, Utsman bin Affan, kemenangan mutlak menghampiri umat Islam. Kemenangan besar setelah sekian lama berkonfrontasi dengan tentara Persia di berbagai medan laga.

Selasa, 28/05/2019 16:00 0

Artikel

Para Politisi Itu, yang Mana yang Tidak Machiavelli?!

Ketika membicarakan ilmu dan filsafat politik, tidak bisa tidak kita harus menyebut nama Niccolo Machiavelli.

Selasa, 28/05/2019 13:43 0

Suriah

Para Pemimpin Faksi Islamis Suriah Sepakat Bentuk Koordinasi Militer

Dalam foto itu terlihat Abu Muhammad al-Jaulani (HTS), Jaber Ali Pasha (Ahrar Syam), Abu Saleh Tahhan (Jaisyul Ahrar), Abu Adnan al-Zabadani (Ahrar Syam), Hassan Soufan (Ahrar Syam), Ahmed Issa al-Sheikh (Suqour Syam), dan Jami Saleh (Jaisyul Izzah). Sejumlah komandan lapangan juga berda dalam pertemuan itu.

Selasa, 28/05/2019 10:51 0

Suriah

Penampakan Langka, Rapat Pimpinan Faksi-faksi Oposisi Suriah

Para pimpinan tersebut di antaranya Abu Muhammad al-Jaulani (HTS), Jaber Ali Pasha (Ahrar Syam), Abu Saleh Tahhan (Jaisyul Ahrar), Abu Adnan al-Zabadani (Ahrar Syam), Hassan Soufan (Ahrar Syam), Ahmed Issa al-Sheikh (Suqour Syam), dan Jami Saleh (Jaisyul Izzah).

Selasa, 28/05/2019 10:07 0

Close