... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ustadz Umar Dikabarkan Ditangkap Densus 88, Ketua RT: Beritanya Terlalu Didramatisir

Foto: Asep Saptari, Ketua RT 03/09, Kelurahan Cikidang, Kabupaten Cianjur. (Foto: Jundii/kiblat)

KIBLAT.NET, Cianjur – Ustadz Umar Burhanudin, Pimpinan Pondok Pesantren At Taqwa, Cikidang, Cianjur, dibawa aparat kepolisian ke Jakarta untuk dimintai keterangan perihal kericuhan yang terjadi di Jakarta pada 21-22 Mei 2019. Dalam broadcast yang beredar, Ustadz Umar ditangkap oleh Densus 88 di Ponpesnya, dan dilakukan penggerebekan terhadap Ponpes At Taqwa.

Asep Saptari, Ketua RT 03/09, Kelurahan Cikidang, Kabupaten Cianjur mengatakan bahwa kabar penggerebekan itu tidak benar, dan tidak ada penjemputan Ustadz Umar oleh Densus 88. Kejadian penjemputan itu, sebut Asep, terjadi di Polres Cianjur pada Jumat (24/05/2019) sore.

“Pemberitaan itu terlalu mendramatisir yang menyebut Ustadz dibawa ke Jakarta sama Densus 88, dilihat dari berita TV, sangat disayangkan itu menyebut dari Densus 88, seolah-olah Ustadz itu seorang teroris,” ujar Asep ditemui di kediamannya, Jl Mochammad Yamin No 98, Cikidang, Cianjur, Jawa Barat, Senin (27/05/2019) sore.

Asep mengungkapkan bahwa warga Cianjur, khususnya warga Cikidang merasa kehilangan Ustadz Umar, karena pimpinan ponpes At Taqwa itu dikenal orang yang ramah dan baik hati, serta merupakan tokoh agama di Cianjur.

Selain itu, ia juga menyayangkan pemberitaan yang menyebut Ustadz Umar ditangkap oleh Densus 88.

“Namanya Densus 88 itu identik dengan teroris, padahal cuma intel biasa, polisi biasa, yang datang kesini,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, Ustadz Umar dibawa ke Jakarta setelah dari Polres Cianjur pada Jumat (24/05/2019) sore, ketika dimintai keterangan terkait kericuhan di Jakarta.

BACA JUGA  Ini yang Harus Diperhatikan Jika Anda Ingin Jadi Pengusaha Muslim

“Saya prihatin pada intinya. Di pemberitaan media sosial dan di TV, ada penangkapan Ustadz Umar oleh Densus 88, itu jadi rame. Sebanyak sepuluh orang polisi, sempat buka bersama dulu, nggak penangkapan seperti apa. Jika kriminalitas berat kan dibawanya nggak seperti itu. Prosesnya berbeda kan. Tapi ini biasa saja, bukan berarti penangkapan, tapi hanya dimintai keterangan saja, salah paham saja itu,” ujarnya.

Abah Umar -panggilan akrab Ustadz Umar- sendiri, sebut Asep, selalu memprioritaskan pondoknya dan juga masyarakatnya. Ketika ada amanah untuk menyalurkan bantuan, maka Abah Umar lebih dulu memberikan amanah tersebut ke masyarakat sekitarnya, baru ke tempat yang lebih jauh.

Selain itu, pondoknya juga disebut Asep sering mengadakan buka bersama serta santunan baik kepada yatim, fakir, maupun kepada jompo.

Asep juga membantah tuduhan bahwa Abah Umar terkait dengan gerakan ISIS.

“Di media sosial banyak itu disebut dia (Umar, red.) sebagai ISIS, bagaimana mungkin, orang kita ikut pengajiannya, pesantrennya juga ada, sehari-hari saya ikut pengajian dan programnya, jadi terlalu dibesar-besarkan soal ISIS itu,” ujarnya.

Meskipun hingga kini Ustadz Umar masih di Jakarta untuk dimintai keterangan, Asep menyebut aktivitas dan kajian di Pondok PesantrenĀ At Taqwa masih tetap berjalan.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Para Politisi Itu, yang Mana yang Tidak Machiavelli?!

Ketika membicarakan ilmu dan filsafat politik, tidak bisa tidak kita harus menyebut nama Niccolo Machiavelli.

Selasa, 28/05/2019 13:43 0

Suriah

Para Pemimpin Faksi Islamis Suriah Sepakat Bentuk Koordinasi Militer

Dalam foto itu terlihat Abu Muhammad al-Jaulani (HTS), Jaber Ali Pasha (Ahrar Syam), Abu Saleh Tahhan (Jaisyul Ahrar), Abu Adnan al-Zabadani (Ahrar Syam), Hassan Soufan (Ahrar Syam), Ahmed Issa al-Sheikh (Suqour Syam), dan Jami Saleh (Jaisyul Izzah). Sejumlah komandan lapangan juga berda dalam pertemuan itu.

Selasa, 28/05/2019 10:51 0

Suriah

Penampakan Langka, Rapat Pimpinan Faksi-faksi Oposisi Suriah

Para pimpinan tersebut di antaranya Abu Muhammad al-Jaulani (HTS), Jaber Ali Pasha (Ahrar Syam), Abu Saleh Tahhan (Jaisyul Ahrar), Abu Adnan al-Zabadani (Ahrar Syam), Hassan Soufan (Ahrar Syam), Ahmed Issa al-Sheikh (Suqour Syam), dan Jami Saleh (Jaisyul Izzah).

Selasa, 28/05/2019 10:07 0

Rusia

Delegasi Taliban Hadiri Peringatan Hubungan Diplomatik Rusia-Afghanistan di Moskow

Selain itu, delegasi juga akan bertemu dengan para pejabat senior Rusia.

Selasa, 28/05/2019 08:38 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Al Quran dapat Meninggikan Suatu Kaum

KIBLAT.NET- Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Allah SWT merendahkan suatu kaum dengan Al Quran dan...

Selasa, 28/05/2019 05:00 0

Video News

Datangi DPR, Ini Poin-Poin Laporan Aliansi Umat Islam Peduli Korban Aksi 22 Mei 2019

KIBLAT.NET- Aliansi Umat Islam Peduli mendatangi DPR pada 27 Mei 2019 untuk mengadukan nasib korban...

Selasa, 28/05/2019 03:14 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Inilah Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan

KIBLAT.NET- Tak terasa, Ramadhan sudah menginjak 10 hari terakhir. Amalan apa yang bisa kita lakukan...

Senin, 27/05/2019 17:30 0

Khazanah

Hari Kedua puluh dua Ramadhan, Diangkatnya Nabi Isa ke Langit

Peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 22 Ramadhan yang dinukil para sejarawan wallahu a'lam adalah bahwa Isa diselamatkan oleh Allah dari makar kaum Yahudi dan diangkat kepada-Nya, pada hari ke-22 bulan Ramadhan.

Senin, 27/05/2019 16:30 0

Timur Tengah

Raja Saudi Undang Emir Qatar Hadir di Pertemuan Darurat GCC

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, menerima surat undangan dari Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud untuk menghadiri pertemuan darurat Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di Makah pada 30 Mei.

Senin, 27/05/2019 16:01 0

Timur Tengah

Miliarder Arab Bakal Beli Newcastle United Senilai Rp6,4 Triliun

Mike Ashley menyetujui untuk menjual Newcastle United ke miliarder Abu Dhabi, Sheikh Khaled bin Zayed Al-Nehayan dengan harga 350 juta pound (Rp6,4 triliun).

Senin, 27/05/2019 11:54 0

Close