... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Serangan Udara Rusia Bunuh Anak-anak di Kafranbel, Idlib

Foto: Serangan Rusia di Kafranbel

KIBLAT.NET – Serangan udara rezim Suriah dan Rusia telah menewaskan 10 warga sipil termasuk anak-anak di wilayah yang dikuasai oposisi di provinsi barat laut Suriah. Menurut para aktifis dan seorang saksi mata di lapangan, serangan udara itu terjadi hanya selang beberapa jam setelah Moskow mengumumkan gencatan senjata.

Pihak militer Rusia mengklaim serangan udara yang terjadi pada Ahad malam di kota Kafranbel provinsi Idlib itu dilancarkan setelah mereka mengidentifikasi sebuah area yang digunakan sebagai tempat peluncuran roket yang menargetkan pangkalan udara penting mereka di Hmeimim.

Kelompok oposisi Haiah Tahrir Syam (HTS) yang sebelumnya berafiliasi dengan al-Qaidah menjadi entitas yang secara de facto menguasai sebagian besar wilayah provinsi Idlib, termasuk sejumlah area di provinsi Aleppo, Hama, dan Latakia yang berbatasan dengan Idlib.

Pada September 2018, Turki dan Rusia yang menjadi pendukung sejumlah kelompok bersenjata di kawasan itu telah menyepakati sebuah zona de-eskalasi di Idlib yang akan melarang setiap tindakan agresi militer ke wilayah itu.

Meski demikian, rezim Damaskus dan sekutu-sekutu pendukungnya dilaporkan telah beberapa kali melakukan agresi ke zona de-eskalasi yang disepakati sejak bulan April lalu. Hal itu mendorong PBB mengeluarkan peringatan akan potensi terjadinya krisis kemanusiaan di kawasan tersebut.

Organisasi pertahanan sipil White Helmets mengatakan di antara 10 korban tewas warga sipil terdapat 5 anak-anak yang gugur akibat serangan udara rezim di Kafranbel. Sementara organisasi hak asasi manusia SOHR juga merilis laporan yang sama terkait jumlah korban, dan menambahkan di antara 10 korban yang tewas termasuk 4 perempuan dan seorang laki-laki.

BACA JUGA  Patroli Gabungan AS-Turki di Suriah Dimulai

Menurut SOHR, serangan udara rezim menghantam lokasi di dekat sebuah rumah sakit yang menyebabkan rumah sakit itu kemudian ditutup. Seorang koresponden AFP menyaksikan lima rumah hancur dan rusak parah setelah serangan.

Beberapa orang yang selamat mencoba mengambil sisa-sisa barang & perabot yang masih bisa digunakan di antara puing-puing rumah yang hancur. Seorang pria muda yang sekujur tubuhnya tertutupi oleh debu terlihat sangat shock dan bersandar ke tembok setelah mengetahui ayahnya terbunuh. Seorang ibu tua yang biasa dipanggil Ummi Wasel luput dari serangan karena pada saat kejadian diundang berbuka puasa oleh kerabatnya di tempat lain.

“Saya pulang untuk melihat rumah saya yang hancur. Orang-orang mengira saya sudah tewas tertimbun reruntuhan,” kata Ummi Wasel yang berusia 72 tahun.

Kelompok hak asasi Save the Children pada hari Senin mengatakan sebanyak 38 anak telah tewas terbunuh akibat serangan udara dan bom artileri rezim Assad & Rusia lainnya di bagian barat laut Suriah sejak 1 April. Di antara korban anak-anak itu, termasuk 9 anak yang terbunuh saat mereka di sekolah, 7 di pasar, dan 1 di rumah sakit.

“Sekolah-sekolah, rumah sakit, dan objek vital sipil lainnya harus dilindungi dari serangan. Terutama anak-anak adalah pihak yang sangat rentan dari serangan bom, dan semua pihak yang bertikai harus melakukan upaya melindungi mereka,” kata direktur Save the Children, Sonia Khush.

BACA JUGA  Idlib Berdarah, Seribu Lebih Orang Tewas dalam Empat Bulan

Menurut sumber White Helmets sedikitnya 167 warga sipil terbunuh di Idlib sejak 25 April, sementara 415 orang lainnya menjadi korban luka-luka. Saat ini sekitar 3 juta warga tinggal di wilayah provinsi idlib. Setengah dari mereka merupakan penduduk yang sebelumnya mengungsi dari wilayah lain akibat perang sipil sejak 2011.

Berbagai pelanggaran zona de-eskalasi oleh rezim Assad ini belum mendapatkan respon signifikan oleh pihak-pihak yang menyepakatinya. Menurut sumber resmi, pada hari Senin pejabat-pejabat tinggi pertahanan Turki dan Rusia mendiskusikan perkembangan terkini mengenahi situasi di Idlib. Kementerian pertahanan Turki mengatakan pembicaraan pejabat tinggi pertahanan kedua negara itu termasuk diskusi mencari cara untuk mengurangi ketegangan di area de-eskalasi.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Arie Untung Jelaskan Nilai Lebih Hijrah Fest Ramadhan 2019

Setelah sukses dengan Hijrah Fest 2018, Arie Untung selaku founder kembali menggelar acara tersebut pada 2019.

Ahad, 26/05/2019 12:02 0

Indonesia

Begini Penyesalan Felix Siauw Tak Sempat Jenguk Ust. Arifin Ilham Sebelum Wafat

Ustadz Felix menyebut, kepergian Ustadz Arifin Ilham merupakan sebuah musibah yang berkelanjutan.

Ahad, 26/05/2019 11:32 0

Indonesia

AII: Para Pelaku Kekerasan Pasca Aksi 22 Mei Harus Diadili dan Dihukum

Amnesty International Indonesia (AII) enyebut jelas terlihat adanya indikasi pelanggaran HAM yang terjadi setelah demonstrasi 22 Mei di Bawaslu

Ahad, 26/05/2019 11:16 0

Indonesia

Penembakan dan Penganiayaan di Aksi Demo Bawaslu Adalah Kejahatan Kemanusiaan

"Korban aksi yang disebabkan kekerasan, apakah ditembak, atau dipukul, dianiaya adalah merupakan (korban) kejahatan kemanusiaan,"

Ahad, 26/05/2019 10:18 1

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Jangan Sampai Al Quran Celakai Kita

KIBLAT.NET- Al Quran sebagai kitab suci Umat Islam, dapat membuat kita celaka atau sebaliknya. Bagaimana...

Ahad, 26/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Ketika Hidupmu Sempit

KIBLAT.NET- Ketika hidupmu terasa sempit dihimpit masalah, ceramah ini cocok untukmu. Yuk simak di sini!...

Sabtu, 25/05/2019 17:30 0

Opini

Refleksi 22 Mei: Ketika Pilar Keempat Demokrasi Mendekati Kehancuran

Ketika aksi massa sedang panas-panasnya, tetiba media sosial dimatikan oleh pemerintah.

Sabtu, 25/05/2019 16:56 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Islam Adalah Agama yang Peduli – Ust. Quroin

KIBLAT.NET- Pada saat ini banyak saudara seiman kita yang menderita. Baik di dalam maupun di...

Sabtu, 25/05/2019 15:48 0

Indonesia

Arie Untung: Penutupan Hijrah Fest Akan Kita Dedikasikan untuk Ustadz Arifin Ilham

Ustadz Arifin Ilham sejatinya merupakan salah satu pembicara yang direncanakan tampil dalam Hijrah Festival Ramadhan 2019.

Sabtu, 25/05/2019 14:43 0

Khazanah

Hari Kedua puluh Ramadhan, Penaklukan Kota Makkah Al-Mukarramah

Dengan ditaklukkannya Makkah, maka runtuhlah kekuasaan kesyirikan di Jazirah Arab. Masjidil Haram kembali ke posisinya sebagai Masjid suci dan Islam mencapai puncak kejayaan.

Sabtu, 25/05/2019 14:30 0

Close