... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Modi Kembali Memimpin, Warga India Pesimistis Akan Jaminan Pekerjaan

Foto: Perdana Menteri India Narendra Modi

KIBLAT.NET, New Delhi – Asad Ahmed, salah satu dari sekitar 1,2 juta anak muda India memasuki pasar kerja yang kejam setiap bulan. Dia rajin menulis catatannya di kelas komputer di New Delhi.

Sementara Perdana Menteri Narendra Modi yang memenangi pemilihan dengan janji “India baru,” Ahmed yang berusia 18 tahun pesimistis mendapatkan pekerjaan baru.

“Ada begitu banyak orang di Delhi dan persaingannya sangat ketat,” kata Ahmed, yang berpakaian seperti siswa lainnya. Seragam hitam-putih pada kursus komunitas tiga bulan yang dijalankan di kantor polisi di Old Delhi.

“Saya tahu tugas ini mungkin tidak cukup bagi saya untuk mendapatkan pekerjaan tetapi saya berusaha yang terbaik.”

Modi berkuasa pada 2014 dengan janji-janji membuka lapangan pekerjaan, tetapi mewujudkannya merupakan tantangan.

Begitu euforia pemilihan mereda, pemerintah Modi harus menemukan cara untuk meningkatkan investasi dan menghidupkan kembali manufaktur untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Seperti Ahmed, sebagian besar dari 60 siswa lainnya di kelas “pengembangan keterampilan” yang disponsori pemerintah di kantor polisi Old Delhi, semuanya dari keluarga miskin, juga khawatir.

Nudrat Akram (19) mendaftar untuk kursus ini karena keluarganya tidak mampu membayar untuk pendidikan tinggi.

“Saya ingin pekerjaan di sektor ritel di mana saya bisa mendapatkan 10.000 rupee ($ 143) per bulan,” kata Akram, yang sedang berlatih berbicara bahasa Inggris melayani pelanggan.

BACA JUGA  Kashmir yang Terdampar

Modi, Perdana menteri konservatif India berkuasa pada tahun 2014 dengan platform pro-bisnis, berjanji untuk menciptakan 10 juta pekerjaan per tahun. Ekonomi tumbuh sekitar 7 persen per tahun sejak itu, tetapi pekerjaan tetap sulit didapat.

Hampir dua pertiga dari 1,3 miliar penduduk India berusia kerja, antara 15 dan 64 tahun, tetapi semakin banyak yang masuk dalam daftar pengangguran.

Tidak ada data resmi yang dirilis selama lebih dari dua tahun, tetapi sebuah laporan yang bocor baru-baru ini, menempatkan tingkat pengangguran pada posisi tertinggi dalam 45 tahun sebesar 6,1 persen. Data yang tidak diakui pemerintah.

Pusat Pemantauan Ekonomi India, sebuah perusahaan riset swasta, memperkirakan tingkat pengangguran naik menjadi 7,6 persen pada April.

“Perekonomian akan menjadi masalah besar. Pemerintah tidak bisa menciptakan lapangan kerja bagi jutaan orang yang memasuki dunia kerja,” kata analis politik Parsa Venkateshwar Rao.

“Modi akan bergantung pada bisnis tetapi mereka juga berjuang sehingga dia memiliki masalah nyata di tangannya.”

Manifestasi Partai Bharatiya Janata, tempat Modi berpijak menjanjikan peningkatan infrastruktur $ 1,4 triliun untuk menciptakan lapangan kerja jika memenangkan pemilihan. Selain menawarkan kereta metro untuk 50 kota dan menggandakan jaringan jalan raya nasional.

Tetapi para analis mengatakan pemerintah, yang telah secara drastis meningkatkan utangnya selama lima tahun terakhir, harus melakukan sejumlah pinjaman besar baru untuk membayar pekerja.

BACA JUGA  India Dituntut Akhiri Kekerasan di Jammu dan Kashmir

Pada 2015, Modi meluncurkan program Skill India yang bertujuan untuk melatih 500 juta orang pada tahun 2022. Tetapi hasilnya beragam.

Menurut data 2018, hanya seperempat orang yang bergabung dengan program ini menemukan pekerjaan.

“Misi Skill India belum berhasil seperti yang dikatakan program jalan raya,” kata ekonom Arvind Virmani. “Krisis yang sebenarnya adalah tentang keterampilan kerja dan pendidikan dasar.”

Program jaminan pekerjaan pedesaan India menawarkan pekerjaan kepada sekitar 70 juta orang dengan upah minimum selama 100 hari setahun, tetapi tidak ada yang setara dengan meningkatnya jumlah pemuda perkotaan.

Para ahli mengatakan pemerintah harus mempertimbangkan rencana jaminan ketenagakerjaan perkotaan untuk mendapatkan manfaat sebenarnya dari pertumbuhan ekonominya.

Di kelas-kelas Delhi, Sehar yang berusia 18 tahun, juga merasa khawatir seperti siswa lain. Dia merasa bertanggung jawab dengan empat adik perempuannya. Ayahnya, yang bekerja di rumah sakit, adalah satu-satunya tulang punggung.

“Aku yang tertua dan aku ingin membantu keluargaku, tidak mudah untuk bertahan hidup di kota ini.”

Sumber: Japan Times
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ribuan Pengunjung Padati Area JCC di Hari Terakhir Hijrah Fest Ramadhan 2019

Hijrah Fest Ramadhan 2019 berlangsung pada Jumat hingga Ahad (24-26/05/2019)

Ahad, 26/05/2019 15:10 0

Indonesia

Arie Untung Jelaskan Nilai Lebih Hijrah Fest Ramadhan 2019

Setelah sukses dengan Hijrah Fest 2018, Arie Untung selaku founder kembali menggelar acara tersebut pada 2019.

Ahad, 26/05/2019 12:02 0

Indonesia

Begini Penyesalan Felix Siauw Tak Sempat Jenguk Ust. Arifin Ilham Sebelum Wafat

Ustadz Felix menyebut, kepergian Ustadz Arifin Ilham merupakan sebuah musibah yang berkelanjutan.

Ahad, 26/05/2019 11:32 0

Indonesia

AII: Para Pelaku Kekerasan Pasca Aksi 22 Mei Harus Diadili dan Dihukum

Amnesty International Indonesia (AII) enyebut jelas terlihat adanya indikasi pelanggaran HAM yang terjadi setelah demonstrasi 22 Mei di Bawaslu

Ahad, 26/05/2019 11:16 0

Indonesia

Penembakan dan Penganiayaan di Aksi Demo Bawaslu Adalah Kejahatan Kemanusiaan

"Korban aksi yang disebabkan kekerasan, apakah ditembak, atau dipukul, dianiaya adalah merupakan (korban) kejahatan kemanusiaan,"

Ahad, 26/05/2019 10:18 1

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Jangan Sampai Al Quran Celakai Kita

KIBLAT.NET- Al Quran sebagai kitab suci Umat Islam, dapat membuat kita celaka atau sebaliknya. Bagaimana...

Ahad, 26/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Ketika Hidupmu Sempit

KIBLAT.NET- Ketika hidupmu terasa sempit dihimpit masalah, ceramah ini cocok untukmu. Yuk simak di sini!...

Sabtu, 25/05/2019 17:30 0

Opini

Refleksi 22 Mei: Ketika Pilar Keempat Demokrasi Mendekati Kehancuran

Ketika aksi massa sedang panas-panasnya, tetiba media sosial dimatikan oleh pemerintah.

Sabtu, 25/05/2019 16:56 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Islam Adalah Agama yang Peduli – Ust. Quroin

KIBLAT.NET- Pada saat ini banyak saudara seiman kita yang menderita. Baik di dalam maupun di...

Sabtu, 25/05/2019 15:48 0

Indonesia

Arie Untung: Penutupan Hijrah Fest Akan Kita Dedikasikan untuk Ustadz Arifin Ilham

Ustadz Arifin Ilham sejatinya merupakan salah satu pembicara yang direncanakan tampil dalam Hijrah Festival Ramadhan 2019.

Sabtu, 25/05/2019 14:43 0

Close