... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Galeri

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Komandan Al-Qaidah di Kashmir

KIBLAT.NET, Tral – Ribuan warga Kashmir, Jumat (24/05/2019), berbondong-bondong turut serta mengantar jenazah komandan pejuang mereka, Zakir Rashid Bhat atau lebih dikenal Zakir Musa, ke tempat persitirahatan terakhir. Musa terbunuh dalam baku tembak dengan polisi India pada Kamis malam di tempat persebunyiaannya.

Hujan lebat dan pengamanan ketat polisi India tak menyurutkan warga Kashmir memberikan penghormatan terakhir kepada pahlawan mereka. Musa dimakamkan di kota Tral, Kashmir. Kota itu sendiri berlaku jam malam.

Di banyak tempat, aksi protes keras anti-India digelar. Pihak berwenang India memberlakukan jam malam dan memutus jaringan internet untuk memutus jaringan informasi terhadap warga Kashmir.

Jam malam juga diberlakukan di kota-kota Kashmir, termasuk ibukota Srinagar. Hal itu untuk mengantisipasi aksi protes lebih banyak. Sekolah dan stasiun kereta api juga ditutup.

Zakir Musa, komandan pejuang Kashmir yang paling dicari India, terbunuh pada Kamis malam oleh pasukan pemerintah di Kashmir yang dikuasai India selama operasi keamanan. Ia menolak menyerah dan memilih melawan sampai darah penghabisan.

Warga mengatakan, polisi menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan bangunan tiga lantai, tempat persembunyian Musa. Cara ini biasa digunakan keamanan India dalam operasi kontra-terorisme.

Musa bergabung dengan organisasi pejuang lokal, Hizbul Mujahidin, pada 2013 setelah lulus universitas. Namun pada 2017, ia dilaporkan bergabung dengan organisasi jihad global Al-Qaidah cabang India.

Namanya dikenal luas melalui pesan-pesan audio yang dirilisnya. Ia berpesan dalam sejumlah rekaman menekankan bahwa perjuangan rakyat Kashmir untuk tujuan Islam dan tidak ada hubungannya dengan nasionalisme. Pesan itu disampaikan menyusul terjadinya pergeseran perjuangan perlawanan yang mengarah pada nasionalisme.

Sumber: Daily Mail
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

FPI Duga Korban Ricuh 22 Mei, Farhan Syafero Meninggal Karena Sniper

Ketua Tim Investigasi Front Pembela Islam (FPI) untuk tragedi 22 Mei, Habib Ali Al-Attas mengungkap adanya kemungkinan Farhan Syafero oleh sniper.

Sabtu, 25/05/2019 10:00 0

Indonesia

FPI Sebut Kekerasan Polisi di Ricuh 22 Mei Tergolong Pelanggaran HAM

Front Pembela Islam (FPI) mengecam tindakan brutal aparat dalam kericuhan 22 Mei.

Sabtu, 25/05/2019 09:26 0

Asia

Komandan Pejuang Kashmir Terbunuh dalam Operasi Keamanan India

Warga Kashmir menggelar aksi protes di sejumlah daerah akibat operasi yang menewaskan Bat ini.

Sabtu, 25/05/2019 09:22 0

Indonesia

Anies Dukung Penuh Acara Hijrah Fest

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan apresiasi kepada inisiator acara Hijrah Fest.

Sabtu, 25/05/2019 08:19 0

Amerika

AS Putuskan Kirim 1.500 Pasukan Tambahan ke Timur Tengah

Keputusan untuk mengirim pasukan adalah kelemahan bagi Trump, yang mengatakan pada hari Kamis sebelumnya tidak perlu mengirim lebih banyak pasukan.

Sabtu, 25/05/2019 08:16 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Untukmu Para Penghafal Quran

KIBLAT.NET- Untukmu para penghafal Al Quran yang ingin senantiasa menjaga hafalan. Yuk, simak ceramahnya di...

Sabtu, 25/05/2019 05:00 0

Indonesia

FPI: Pasca Kerusuhan di Bawaslu, 57 Orang Masih Hilang

Front Pembela Islam (FPI) mengatakan bahwa kerusuhan aksi Bawaslu sedikit banyak sudah membuktikan bahwa telah terjadi banyak penyalahan dan kesalahan prosedur.

Sabtu, 25/05/2019 01:17 1

Indonesia

Anies: Pemprov DKI Beri Bantuan ke Korban Kericuhan Bawaslu

Anies mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan bantuan berupa pembiayaan kesehatan

Sabtu, 25/05/2019 01:06 0

Indonesia

Sejumlah Ormas Islam Bawa Kasus Terbunuhnya Peserta Aksi Bawaslu ke Komnas HAM

Beberapa ormas islam hari ini melaporkan dugaan adanya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat pada aksi 21 dan 22 Mei.

Sabtu, 25/05/2019 01:00 0

Indonesia

Media Sosial Kok Dibatasi?

Pemerintah membatasi layanan media sosial sejak aksi tolak pemilu curang di Bawaslu.

Sabtu, 25/05/2019 00:34 0

Close