... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Hari Kedua puluh Ramadhan, Penaklukan Kota Makkah Al-Mukarramah

Foto: Penaklukan Kota Makkah (ilustrasi)

KIBLAT.NET – Hari ke-20 tahun 8 H terjadi peristiwa besar sebagaimana dikemukakan oleh Ibnul Qayyim,

“Ini merupakan penaklukan terbesar yang dengannya Allah memuliakan agama, Rasul, para prajurit dan pasukan-Nya yang dapat dipercaya, yang dengan penaklukan ini pula Dia menyelamatkan negeri dan rumah-Nya, yang telah dijadikan sebagai petunjuk bagi semesta alam, menyelamatkannya dari cengkeraman tangan orang-orang kafir dan musyrik. Ini merupakan penaklukan dan sekaligus kemenangan yang telah dikabarkan penduduk langit, yang kemudian semua manusia masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong, sehingga wajah bumi berseri-seri memancarkan cahaya dan keceriaan.”

Ya, terjadi penaklukan Makkah yang langsung dipimpin oleh Rasulullah. Diawali oleh tindakan kaum Quraisy yang melanggar perjanjian yang terjalin antara mereka dan Nabi. Orang Quraisy membantu Bani Bakar menyerang Bani Khuza’ah, sekutu Rasulullah, yang menyalahi isi perjanjian yang dibuat.

Begitu pelanggaran ini sampai kepada Rasulullah, beliau memerintahkan para sahabatnya untuk bersiap-siap. Beliau menyembunyikan rencana ini dari kaum Quraisy untuk mengejutkan mereka sehinga tidak ada perlawanan. Nabi memang berniat untuk menghindari pertumpahan darah.

Rasulullah mengajak keluar seluruh kabilah yang telah masuk Islam, sehingga berhasil menghimpun pasukan dengan total jumlah 10.000 orang. Pasukan besar umat Islam ini bergerak bersama Rasul menuju Makkah pada 10 Ramadhan 8 H.

Akan tetapi pasukan itu tidak membayangkan untuk menyerang dan menyerbu Makkah, karenanya mereka berangkat tanpa persiapan nyata sebenarnya dan memadai. Hingga Rasulullah mengepung Makkah dan memerintahkan para sahabatnya agar masing-masing menyalakan api pada malam hari.

Sejatinya, Quraisy tengah menunggu-nunggu reaksi Rasulullah atas pengkhianatan yang mereka lakukan, sehingga ketakutan menghantui hati kaum musyrikin. Dan benar, kaum Quraisy gentar dan ketakutan, mereka mengetahui bahwa Rasulullah tengah mengepung Makkah dan mereka tidak bisa bergerak.

Pasukan Umat Islam Memasuki Makkah

Rasulullah membagi pasukannya dengan menempatkan Khalid bin Al-Walid di sayap kanan bersama Bani Aslam, Sulaim, Ghifar, Muzainah, Juhainah dan beberapa kabilah Arab lainnya. Beliau memerintahkan pasukan Khalid ini masuk dari dataran rendah Mekkah. Beliau bersabda, “Jika ada orang-orang Quraisy yang menghadang kalian, perangilah mereka, dan tunggulah kedatanganku di Shafa.”

Az-Zubair bin Al-Awwam menempati sayap kiri, membawa bendera Rasulullahdan memerintahkannya agar masuk Mekkah dari dataran tingginya, tepatnya dari arah Kada’. Beliau memerintahkan untuk menancapkan benderanya di Al-Hajun dan tidak boleh meninggalkan tempat itu hingga beliau tiba di sana. Sementara Abu Ubaidah bersama beberapa orang tanpa membawa senjata diperintahkan untuk masuk langsung ke tengah lembah hingga masuk Mekkah di depan Rasulullah.

Khalid bin Al-Walid terus memasuki Mekkah dan menunggu kedatangan Rasulullah n di Shafa. Sementara itu Az-Zubair terus merangsek hingga dapat menancapkan bendera di Al-Hujun, di tempat dilakukannya sujud saat penaklukan dan tetap di sana hingga Rasulullah tiba di tempat itu.

Di tempat lain, Rasulullah  bergerak bersama-sama Muhajirin dan Anshar hingga masuk masjid. Beliau menghampiri Hajar Aswad lalu menciumnya. Beliau bertawaf di sekeliling Ka’bah sambil memegang busur. Pada waktu itu, di sekitar Ka’bah ada 360 berhala. Beliau menyodok berhala-berhala itu dengan busur sambil mengucapkan ayat

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap (QS.Al-Isra’ : 81)

Beliau tawaf dengan mengendarai unta dan tidak berpakaian ihram. Bahkan beliau mempercepat tawaf tersebut. Setelah sempurna, beliau memanggil Utsman bin Thalhah dan memerintahkannya untuk mengambil kunci Ka’bah. Setelah terbuka, beliau masuk ke dalam Ka’bah, yang di dalamnya beliau melihat berbagai gambar, seperti gambar Ibrahim dan Ismail yang sedang membagi anak panah untuk undian. Beliau bersabda, “Semoga Allah membinasakan mereka. Demi Allah, sekali pun Ibrahim tidak pernah mengundi dengan anak panah ini.” Beliau juga melihat beberapa gambar yang lain, lalu memerintahkan agar semua dimusnahkan.

Kemudian Rasulullah mengumpulkan orang-orang Quraisy dan berseru,

“Wahai sekalian kaum QUraisy, menurut kalian tindakan apa yang hendak aku lakukan pada kalian?”

Mereka menjawab,

“Tindakan yang baik, Engkau saudara yang mulia, putra saudara yang mulia.

Rasul menjawab,

“Pergilah kalian semua bebas.”

Dengan ditaklukkannya Makkah, maka runtuhlah kekuasaan kesyirikan di Jazirah Arab. Masjidil Haram kembali ke posisinya sebagai Masjid suci dan Islam mencapai puncak kejayaan.

Redaktur : Dhani El_Ashim

Sumber Buku Peristiwa Penting Di Bulan Ramadhan karya syaikh Dr Abdurrahman Al-Baghdady


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Hujan Bom, Masjid-masjid di Pedesaan Idlib Tiadakan Salat Jumat

Seluruh desa dan kota di pedesaan Idlib selatan mengalami gempuran udara sengit sejak fajar. Menjelang siang, hujan bom belum berhenti.

Sabtu, 25/05/2019 13:55 0

Indonesia

Petamburan Jadi Pusat Kericuhan, FPI: Ada Agenda Tertentu

Sebagaimana diketahui, Petamburan merupakan wilayah basis FPI.

Sabtu, 25/05/2019 12:26 0

Foto

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Komandan Al-Qaidah di Kashmir

Zakir Musa, komandan pejuang Kashmir yang paling dicari India, terbunuh pada Kamis malam oleh pasukan pemerintah di Kashmir yang dikuasai India selama operasi keamanan. Ia menolak menyerah dan memilih melawan sampai darah penghabisan.

Sabtu, 25/05/2019 10:07 0

Indonesia

FPI Duga Korban Ricuh 22 Mei, Farhan Syafero Meninggal Karena Sniper

Ketua Tim Investigasi Front Pembela Islam (FPI) untuk tragedi 22 Mei, Habib Ali Al-Attas mengungkap adanya kemungkinan Farhan Syafero oleh sniper.

Sabtu, 25/05/2019 10:00 0

Indonesia

FPI Sebut Kekerasan Polisi di Ricuh 22 Mei Tergolong Pelanggaran HAM

Front Pembela Islam (FPI) mengecam tindakan brutal aparat dalam kericuhan 22 Mei.

Sabtu, 25/05/2019 09:26 0

Asia

Komandan Pejuang Kashmir Terbunuh dalam Operasi Keamanan India

Warga Kashmir menggelar aksi protes di sejumlah daerah akibat operasi yang menewaskan Bat ini.

Sabtu, 25/05/2019 09:22 0

Indonesia

Anies Dukung Penuh Acara Hijrah Fest

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan apresiasi kepada inisiator acara Hijrah Fest.

Sabtu, 25/05/2019 08:19 0

Amerika

AS Putuskan Kirim 1.500 Pasukan Tambahan ke Timur Tengah

Keputusan untuk mengirim pasukan adalah kelemahan bagi Trump, yang mengatakan pada hari Kamis sebelumnya tidak perlu mengirim lebih banyak pasukan.

Sabtu, 25/05/2019 08:16 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Untukmu Para Penghafal Quran

KIBLAT.NET- Untukmu para penghafal Al Quran yang ingin senantiasa menjaga hafalan. Yuk, simak ceramahnya di...

Sabtu, 25/05/2019 05:00 0

Indonesia

FPI: Pasca Kerusuhan di Bawaslu, 57 Orang Masih Hilang

Front Pembela Islam (FPI) mengatakan bahwa kerusuhan aksi Bawaslu sedikit banyak sudah membuktikan bahwa telah terjadi banyak penyalahan dan kesalahan prosedur.

Sabtu, 25/05/2019 01:17 1

Close