... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Derita Pengungsi Irak saat Ramadhan: Hidup Terancam, Minim Bantuan

Foto: Salima, seorang ibu berusia 36 tahun dari empat anak yang tinggal di kamp pengungsian Laylan 2, duduk bersama anak-anaknya di tenda mereka, di tenggara Kirkuk di Irak utara pada 9 Mei 2019.

KIBLAT.NET, Baghdad – Meskipun pemerintah Irak mengumumkan bahwa ISIS telah diusir dari negara itu lebih dari satu setengah tahun yang lalu, 1,5 juta orang terlantar masih tinggal di kamp-kamp pengungsian ​​dalam kondisi yang mengerikan.

Bagi sebagian besar pengungsi internal, satu-satunya mimpi adalah kembali ke rumah mereka. Banyak dari provinsi Niniwe, Shalahuddin (utara), Al-Anbar (barat) dan sebagian Diyala, Baghdad, dan Babil (timur).

Penderitaan orang-orang terlantar di Irak lebih buruk selama bulan Ramadhan. Kamp bukanlah tempat yang cocok untuk menghabiskan bulan suci. Demikian penuturan Ayoub Radhi, seorang pengungsi dari provinsi utara Saladin.

“Kami hidup dalam situasi yang sangat sulit. Kamp tidak lagi menjadi tempat yang cocok untuk kami. Kami menderita bersama dengan keluarga kami dari masalah yang tak terhitung jumlahnya. Kami hanya ingin pemerintah mengembalikan kami ke daerah-daerah kami yang bebas,” ujar Radhi.

“Penderitaan kami meningkat dari hari ke hari, terutama di bulan Ramadhan, ketika orang yang berpuasa membutuhkan kenyamanan yang tidak tersedia di kamp. Selain itu, kami menghadapi kesulitan dalam penyediaan kebutuhan yang diperlukan, dan menderita masalah kesehatan,” tambahnya.

Banyak pengungsi yang masih belum dapat kembali ke daerah asal mereka. Ini karena banyak rumah hancur. Selain itu, infrastruktur layanan dasar juga minim dan situasi keamanan tidak stabil.

Anas Akram, anggota Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), mengatakan bahwa sekitar 1,5 juta orang terlantar masih tinggal di sekitar 20 kamp yang tersebar di seluruh negeri.

BACA JUGA  Penjinak Bom Asal AS Tewas di Mosul, Irak

Sebagian besar pengungsi Irak tinggal di kamp-kamp yang tersebar di seluruh negeri, terutama terletak di selatan Mosul dan pusat gubernur Nineveh.

Akram menjelaskan bahwa keluhan pengungsi Irak telah didokumentasikan oleh OHCHR. Namun, mereka tidak menerima bantuan yang diperlukan selama bulan suci Ramadhan, baik dari pemerintah atau dari organisasi internasional.

Dia menambahkan bahwa bantuan kepada pengungsi selama Ramadhan sangat kurang. Ada kekurangan pasokan makanan dan kelangkaan sumber daya ekonomi, serta kurangnya bantuan pemerintah yang dialokasikan untuk mendukung warga Irak tersebut.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Ketika Telah Mencapai Nishab, Allah Akan Binasakan Pelaku Kezaliman

Kezaliman memiliki batasannya dan batasan kezaliman itu adalah hukuman yang Allah berikan kepada pelaku kezaliman baik di dunia maupun di akhirat.

Jum'at, 24/05/2019 13:27 0

Video News

Kondisi Sekitar Bawaslu Semalam, 23 Mei 2019, Pukul 21.30

KIBLAT.NET- Pasca kerusuhan yang terjadi pada 21 dan 22 Mei 2019, beginilah kondisi dan situasi...

Jum'at, 24/05/2019 12:42 0

Indonesia

Dompet Dhuafa Sayangkan Tindakan Represif Polisi terhadap Tim Medis

Imam menuturkan bahwa tim medis Dompet Dhuafa yang terjun dalam aksi protes adalah resmi dan semata-mata untuk kemanusiaan.

Jum'at, 24/05/2019 11:22 0

Feature

Momen ‘Lebaran’ dan Aksi Protes 21-22 Mei 

"Enak ya, kayak lebaran," ujar seorang wanita berhijab kuning kepada teman kerjanya.

Jum'at, 24/05/2019 11:13 0

Indonesia

Dompet Dhuafa Sebut Tiga Relawannya Dipukul Oknum Brimob

Benny juga menuturkan bahwa dua mobil milik Dompet Dhuafa dirusak. Mobil tersebut dipukul beberapa kali oleh Brimob dengan menggunakan tameng serta popor senapan.

Jum'at, 24/05/2019 10:02 0

Analisis

Umat Islam di Persimpangan Kerusuhan 22-23 Mei 2019

Perintah Menkopolkam Wiranto agar aparat tak membawa senjata api banyak diabaikan para petugas di lapangan. Kata dia, pendekatan kekerasan yang digunakan polisi dalam menekan para demonstran juga banyak menuai kritikan.

Jum'at, 24/05/2019 06:45 2

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Sebaik-baik Kalian adalah…

KIBLAT.NET- Siapakah sebaik-baik manusia? Simak jawabannya di sini! Editor: Abdullah Muhammad

Jum'at, 24/05/2019 05:00 0

Video News

PKS akan Ajukan 20 Gugatan Sengketa Pemilu ke MK

KIBLAT.NET, Jakarta- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan 20 gugatan ke Mahkamah Konstitusi atas sengketa Pemilihan...

Kamis, 23/05/2019 18:24 0

Foto

Ada Setangkai Mawar di Tengah Kawat Berduri

Di setiap peristiwa selalu ada momen yang memberi ribuan arti, menyelipkan jutaan makna.

Kamis, 23/05/2019 17:58 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Menahan Amarah di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Bulan Ramadhan sebagai bulan diwajibkannya puasa, kita tak hanya dituntut untuk menahan dahaga dan...

Kamis, 23/05/2019 17:30 0

Close