... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sri Lanka Ampuni Biksu Buddha Penghasut Kekerasan Anti-Muslim

Foto: Galagoda Aththe Gnanasara

KIBLAT.NET, Colombo – Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena telah memaafkan seorang biksu Buddha garis keras yang menghasut kekerasan terhadap etnis minoritas Muslim dan dihukum karena menghina pengadilan. Demikian kata para pejabat pada Rabu (22/05/2019).

Kantor kepresidenan tidak memberikan alasan tentangnya. Sementara, sebuah lembaga think-tank keamanan menyebutnya sebagai “aturan hukum yang rusak” di Sri Lanka.

Pengampunan Galagoda Aththe Gnanasara, kepala garis keras Bodu Bala Sena (BBS) atau “Pasukan Kekuatan Buddha”, muncul seminggu setelah kelompok-kelompok Buddha menyerang rumah, masjid dan toko-toko milik Muslim sebagai pembalasan atas pemboman Paskah.

Satu orang terbunuh dalam kerusuhan anti-Muslim. Para menteri dan para pemimpin Muslim secara terbuka menyebut Gnanasara telah mengobarkan kekerasan terhadap Muslim dan Kristen sebelum dipenjara. Namun ia tidak mengakui.

Dilantha Vithanage, kepala eksekutif BBS, mengaku telah diberi tahu bahwa presiden telah memaafkan Gnanasara. “Dia tidak akan dibebaskan hari ini karena dokumennya belum selesai,” kata Vithanage.

Seorang pejabat Kementerian Kehakiman mengatakan kepada Reuters, bahwa kantor kepresidenan telah mengirim dokumen kepada kementerian untuk mengampuni biksu Gnanasara.

Sementara itu, pendeta Buddha telah mendorong pembebasan Gnanasara. Mereka memiliki pengaruh kuat dalam politik Sri Lanka.

“Sebuah pukulan besar terhadap aturan hukum Sri Lanka yang sudah babak belur, mengirimkan pesan yang salah setelah serangan Paskah,” kata Alan Keenan, direktur proyek Sri Lanka di International Crisis Group, di Twitter.

BACA JUGA  Heroik, Kakek Ini Gagalkan Serangan Teroris di Masjid dengan Tangan Kosong

“Sri Lanka yang damai menuntut semua komunitas untuk merasa aman & setara. Mengampuni Gnanasara mengatakan aturan impunitas & Muslim, Kristen Evangelis & Tamil adalah permainan yang adil.”

Dia dijatuhi hukuman enam tahun penjara pada Agustus pada 2016 ketika dia menyela sidang pengadilan tentang penculikan seorang jurnalis yang melibatkan pejabat intelijen militer.

Gnanasara juga dijatuhi hukuman dalam kasus terpisah pada Juni karena mengancam istri jurnalis tersebut.

Tahun itu, Gnanasara menandatangani perjanjian dengan Ashin Wirathu dari Myanmar, yang pernah menggambarkan dirinya sebagai “Burma bin Laden”. Keduanya sepakat melawan upaya konversi regional oleh umat Islam.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Korban Meninggal Aksi 22 Mei Bertambah

Korban Aksi 22 Mei terus bertambah.

Kamis, 23/05/2019 13:01 0

Indonesia

Seorang Ayah Mencari Anaknya yang Hilang di Aksi 22 Mei

Seorang ayah mencari anaknya yang diduga hilang di Aksi 22 Mei

Kamis, 23/05/2019 12:26 0

Indonesia

Kronologi Penyerangan Terhadap Tim Medis Dompet Dhuafa oleh Aparat

Dalam informasi yang beredar disebutkan bahwa satu mobil hancur dan ada satu petugas yang kepalanya pecah akibat penyerangan aparat.

Kamis, 23/05/2019 12:00 2

Khazanah

Hari Kedelapan belas Ramadhan, Turunnya Zabur Kepada Nabi Daud

Salah satu peristiwa yang dinukil oleh Ibnu Katsir di dalam kitab Al-Bidayah wa Nihayah (2/78),bahwa Zabur turun kepada Nabi Daud pada malam kedua belas Ramadhan, yakni 482 tahun setelah turunnya Taurat.

Kamis, 23/05/2019 11:12 0

Indonesia

Amien Rais Bersumpah Akan Mengejar Pelaku Penembakan Massa Aksi 22 Mei

Namun Amien Rais berharap pelaku bukanlah anggota Polri.

Kamis, 23/05/2019 09:58 2

Indonesia

Fahri Hamzah: Penggunaan Peluru Tajam dalam Aksi 22 Mei Harus Segera Diinvestigasi

Enam orang telah meninggal dalam Aksi 22 Mei 2019.

Kamis, 23/05/2019 09:40 1

Indonesia

Sekelompok Massa Teriakkan Yel-yel “Turunkan Jokowi”

Aksi Massa Tolak Kecurangan Pemilu Masih Berlanjut dan Semakin Memanas.

Kamis, 23/05/2019 08:37 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Baca Quran saat Ada yang Sholat

KIBLAT.NET- Bolehkah kita membaca Al Quran saat ada orang yang tengah melaksanakan sholat di dekat...

Kamis, 23/05/2019 05:00 0

Indonesia

Diduga Provokator, Polisi Tangkap Seorang Demonstran

KIBLAT.NET –¬†Situasi terkini pada 22 Mei 2019 dini hari di depan gedung Bawaslu Jakarta. Polisi...

Kamis, 23/05/2019 03:56 0

Indonesia

Angin Berpihak kepada Demonstran, Gas Air Mata Berbalik ke Polisi

KIBLAT.NET –¬†Angin Berpihak kepada Demonstran, Gas Air Mata Berbalik ke Polisi. Inilah situasi di depan...

Kamis, 23/05/2019 03:29 0

Close