... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ketika Faksi Oposisi Suriah Bersatu Rebut Wilayah dari Rezim Assad

Foto: Pejuang oposisi Suriah

KIBLAT.NET, Idlib – Pasukan oposisi yang didukung Turki bergabung dengan Haiah Tahrir Syam (HTS) yang mendominasi Idlib. Mereka berhasil memukul mundur pasukan rezim Bashar Assad dengan merebut kembali sebuah kota awal bulan ini.

HTS merebut kota Kfar Nabuda di provinsi Idlib pada Selasa (21/05/2019) dengan bantuan Front Pembebasan Nasional (NLF), sebuah gabungan kelompok oposisi yang didukung oleh Turki. Kota itu telah direbut kembali oleh rezim Suriah dalam serangan baru-baru ini.

Mostafa Maarati, juru bicara Jaisyul Izzah dari NLF, yang mengambil bagian dalam operasi Kfar Nabuda mengatakan pihaknya membantu HTS untuk melindungi wilayah dari pasukan rezim Assad yang menjadi musuh bersama.

“Operasi pembebasan telah direncanakan di ruang operasi bersama yang mencakup semua kelompok di lapangan,” kata Maarati kepada Al Jazeera. “Mereka mengoordinasikan penggunaan rudal anti-baju besi dan senjata lainnya.”

NLF telah berselisih dengan HTS karena perbedaan ideologis dan alasan kontrol teritorial. HTS mengambil alih banyak kota dan desa yang dikelola NLF, namun bisa bersatu dalam melawan pasukan Assad.

“Tujuan kami bukan hanya Kfar Nabuda, kami akan terus bergerak sampai kami menumbangkan Bashar Assad yang kejam dan membebaskan semua tanah kami,” kata Maarati.

Sementara seorang komandan senior dari NLF, yang berbicara kepada Al Jazeera dengan syarat anonim, mengatakan meskipun terjadi perbedaan, kelompok oposisi tetap berkoordinasi dalam pertempuran untuk bertahan hidup.

BACA JUGA  Patroli Gabungan AS-Turki di Suriah Dimulai

“Orang-orang dari utara yang dibebaskan diserang, rumah mereka dihancurkan, dan kota-kota mereka dihuni, sehingga mereka semua harus mempertahankan tanah mereka bersama,” katanya.

Adnan (bukan nama asli), warga Kfar Nabuda, telah bersembunyi di kota terdekat sejak rezim mulai menembaki dan melakukan operasi darat pada akhir April. Dia mengungkapkan tentang penderitaan orang-orang ketika serangan itu terjadi dan kekuasaan berpindah tangan.

“Pada pukul 11 ​​malam pada hari Senin, 29 April, pasukan rezim mulai mengebom warga sipil tak bersenjata yang sedang tidur,” katanya. “Orang-orang Kfar Nabuda melarikan diri tanpa membawa barang-barang mereka. Mereka hanya berusaha melarikan diri dari kematian.”

“Pada Selasa malam, aksi militer besar-besaran dari semua faksi revolusi Suriah dimulai. Mereka berhasil membebaskan Kfar Nabuda sepenuhnya.”

Dia mengatakan pasukan revolusi menangkap atau menghancurkan sejumlah kendaraan militer pasukan Assad dan menyita amunisi serta senjata sedang dan berat.

Sekitar 200.000 warga sipil telah meninggalkan rumah mereka sejak pasukan rezim Suriah, yang didukung oleh kekuatan udara Rusia, memulai operasi terbarunya.

Haitham Afisi, seorang komandan senior NLF, menyerukan tindakan putus asa. HTS menculik dan menyiksa putranya dan menahannya selama dua tahun pada tahun 2013. Meski begitu, ia sepakat terkait kerja sama kedua belah pihak.

“Rezim keji dan upayanya untuk merebut wilayah baru dan menggusur ribuan orang kami di utara telah mendorong semua orang untuk berdiri berdampingan,” kata Afisi. “Karena Nusra (nama lama HTS) adalah kekuatan yang mendominasi, kami harus sementara berkoordinasi dengannya.”

BACA JUGA  Laporan: Sistem Rudal S-400 Rusia Gagal Deteksi Jet Tempur Rusia

Pada bulan September, Rusia, Turki, dan Iran sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata di barat laut Suriah dan menyatakan zona penyangga 30 km. Turki, yang khawatir akan masuknya tiga juta pengungsi ke perbatasan, diharapkan dapat mengendalikan HTS.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Keadaan Sekitar Bawaslu Pasca Aksi Demo Semalam

KIBLAT.NET, Jakarta – Hingga siang hari ini, area sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masih...

Kamis, 23/05/2019 16:44 0

Indonesia

Kondisi Area Sekitar Bawaslu Pasca Kericuhan Semalam

Kondisi terkini area sekitar Bawaslu.

Kamis, 23/05/2019 16:37 0

Indonesia

Mengharukan, Isi Pesan Terakhir Ustadz Arifin Ilham Sebelum Meninggal Dunia

Ustadz Arifin Ilham meninggal dunia di usia 49 tahun.

Kamis, 23/05/2019 16:14 0

Artikel

Fakta Menarik Tentang VPN yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui

Mendadak penggunaan VPN ramai diperbincangkan oleh warganet, ini disebabkan kebijakan pemerintah yang membatasi akses media sosial.

Kamis, 23/05/2019 14:48 0

Indonesia

Muhammadiyah Ingatkan Semua Pihak Menahan Diri dari Kekerasan dan Anarki

KIBLAT.NET, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyerukan kepada seluruh pihak untuk...

Kamis, 23/05/2019 14:26 0

Indonesia

Hari Ketiga Aksi Tolak Pemilu Curang: Akses Menuju Bawaslu Masih Ditutup

Akses menuju Mahkamah Konstitusi pun ditutup.

Kamis, 23/05/2019 13:48 0

Indonesia

Korban Meninggal Aksi 22 Mei Bertambah

Korban Aksi 22 Mei terus bertambah.

Kamis, 23/05/2019 13:01 0

Indonesia

Seorang Ayah Mencari Anaknya yang Hilang di Aksi 22 Mei

Seorang ayah mencari anaknya yang diduga hilang di Aksi 22 Mei

Kamis, 23/05/2019 12:26 0

Indonesia

Kronologi Penyerangan Terhadap Tim Medis Dompet Dhuafa oleh Aparat

Dalam informasi yang beredar disebutkan bahwa satu mobil hancur dan ada satu petugas yang kepalanya pecah akibat penyerangan aparat.

Kamis, 23/05/2019 12:00 2

Khazanah

Hari Kedelapan belas Ramadhan, Turunnya Zabur Kepada Nabi Daud

Salah satu peristiwa yang dinukil oleh Ibnu Katsir di dalam kitab Al-Bidayah wa Nihayah (2/78),bahwa Zabur turun kepada Nabi Daud pada malam kedua belas Ramadhan, yakni 482 tahun setelah turunnya Taurat.

Kamis, 23/05/2019 11:12 0

Close