... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Galeri

Ada Setangkai Mawar di Tengah Kawat Berduri

KIBLAT.NET, Jakarta – Berbagai dugaan serta laporan perihal kecurangan dalam Pemilu 2019 yang terkesan lambat untuk ditanggapi memicu perlawanan dari sebagian rakyat yang merasa tidak mendapatkan keadilan. Pengumuman “senyap” ala KPU nyatanya malah kontraproduktif, alih-alih mendinginkan suasana, justru malah menaikkan tensi kekecewaan dan kemarahan. Walhasil, gerakan yang diklaim sebagai People Power pun terjadi dan tak terbendung lagi.

Tiga hari berlalu sejak 21 Mei 2019, aksi yang awalnya damai justru mengarah menjadi tragedi. Entah siapa yang memulai, tetiba langit Jakarta menjadi kelam, udara Ibu Kota mendadak anyir bau gas air mata, lontarannya membuat mata demonstran tak lagi normal, mereka mengerang sembari merapatkan masker dan mengoleskan odol -yang mereknya bukan odol- pada wajah mereka. Di tengah situasi tersebut ada beberapa butir peluru meluncur menembus tubuh mereka, yang lagi-lagi entah siapa yang menembakkannya.

Hingga saat ini, setidaknya ratusan orang telah dan tengah menjalani perawatan dan puluhan orang dikabarkan meninggal dengan beragam sebab. Bagaimanapun, tanpa harus menyalahkan siapapun, atau membenarkan siapapun, nyawa manusia tetaplah nyawa manusia, tidak boleh dipandang sambil lalu, terlebih diremehkan.

Namun di tengah segala kesemrawutan, selalu ada sejenak keteraturan yang bisa membuat kita tertegun begitu lama merenungi akan maknanya yang begitu dalam. Begitupun dalam Aksi Tolak Kecurangan Pemilu 2019 di depan kantor KPU dan Bawaslu. Ada sekelompok ibu-ibu yang “nekat” memberikan bunga untuk para polisi yang berjaga. Mereka dengan gagah berani meletakkan bunga-bunga tersebut di atas tameng-tameng polisi.

BACA JUGA  Saat Hakim MK Sebut KPU Ngeles di Sidang Sengketa Pilpres

Mereka menitipkan pesan damai, mereka menuangkan sedikit keresahannya dengan cara yang anggun.

“Kami tidak mau ulama kami ditangkap. Kami tidak mau impor menyusahkan petani kami,” kata salah seorang ibu pada Selasa sore (21/05/2019).

Sebuah keresahan yang bisa jadi juga menjadi keresahan sebagian polisi. Bukankah kita sering menjumpai dalam keseharian kita potret-potret polisi yang taat beragama dan mengikuti ulama. Di samping itu, para ibu juga berpesan agar peserta aksi tidak disakiti. Mereka mengingatkan bahwa wanita yang hadir haruslah dianggap ibu kandung oleh polisi yang hadir.

Sebagian polisi menerima bunga-bunga tersebut, sebagian lagi menolak dengan halus. Namun, kejadian setelahnya membuat siapapun yang berakal sehat pantas kecewa, kita hanya disuguhi bahasa-bahasa kekerasan, pesan-pesan indah para Ibu di Selasa sore seolah menguap seiring langit Jakarta yang semakin kelam dan pekat.

Tetapi, setidaknya kita perlu bersyukur, bahwa setangkai bunga mawar masih mampu menampakkan keindahannya di tengah kawat berduri, walau sejenak, ya walau sejenak.

Narasi: Rusydan Abdul Hadi
Fotografer: Taufiq Izhar & Habib Luthfi

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Zamroni: Menahan Amarah di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Bulan Ramadhan sebagai bulan diwajibkannya puasa, kita tak hanya dituntut untuk menahan dahaga dan...

Kamis, 23/05/2019 17:30 0

Suriah

Ketika Faksi Oposisi Suriah Bersatu Rebut Wilayah dari Rezim Assad

HTS merebut kota Kfar Nabuda di provinsi Idlib pada Selasa (21/05/2019) dengan bantuan Front Pembebasan Nasional (NLF), sebuah gabungan kelompok oposisi yang didukung oleh Turki.

Kamis, 23/05/2019 17:00 0

Video News

Keadaan Sekitar Bawaslu Pasca Aksi Demo Semalam

KIBLAT.NET, Jakarta – Hingga siang hari ini, area sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masih...

Kamis, 23/05/2019 16:44 0

Indonesia

Kondisi Area Sekitar Bawaslu Pasca Kericuhan Semalam

Kondisi terkini area sekitar Bawaslu.

Kamis, 23/05/2019 16:37 0

Indonesia

Mengharukan, Isi Pesan Terakhir Ustadz Arifin Ilham Sebelum Meninggal Dunia

Ustadz Arifin Ilham meninggal dunia di usia 49 tahun.

Kamis, 23/05/2019 16:14 0

Timur Tengah

Pentagon Berpikir Terjunkan 10.000 Lebih Pasukan ke Timur Tengah

Departemen Pertahanan AS dilaporkan mempertimbangkan permintaan militer untuk menyebarkan ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Kamis, 23/05/2019 15:00 0

Artikel

Fakta Menarik Tentang VPN yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui

Mendadak penggunaan VPN ramai diperbincangkan oleh warganet, ini disebabkan kebijakan pemerintah yang membatasi akses media sosial.

Kamis, 23/05/2019 14:48 0

Indonesia

Muhammadiyah Ingatkan Semua Pihak Menahan Diri dari Kekerasan dan Anarki

KIBLAT.NET, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyerukan kepada seluruh pihak untuk...

Kamis, 23/05/2019 14:26 0

Indonesia

Hari Ketiga Aksi Tolak Pemilu Curang: Akses Menuju Bawaslu Masih Ditutup

Akses menuju Mahkamah Konstitusi pun ditutup.

Kamis, 23/05/2019 13:48 0

Asia

Sri Lanka Ampuni Biksu Buddha Penghasut Kekerasan Anti-Muslim

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena telah memaafkan seorang biksu Buddha garis keras yang menghasut kekerasan terhadap etnis minoritas Muslim dan dihukum karena menghina pengadilan.

Kamis, 23/05/2019 13:40 0

Close