... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal Polisi Kejar Massa ke Masjid, Begini Kata Ustadz Bernard Abdul Jabbar

Foto: Ustadz Bernard Abdul Jabbar

KIBLAT.NET, Jakarta – Massa demonstran masih mengajukan tuntutan yang sama pada hari kedua protes. Mereka berharap keadilan dalam pemilu 2019. Dalam orasinya, Ustadz Bernard Abdul Jabar menegaskan hal itu.

Bernard, yang juga salah satu pengurus Persaudaraan Alumni 212, menambahkan bahwa massa menginginkan aksi super damai, sebagaimana perintah Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

“Dari awal itu sudah memberitahukan dengan poster-poster bahwa aksi kita ke Bawaslu itu adalah aksi super damai. Sebagaimana arahan dari HRS aksi kita itu selalu super damai,” ujarnya kepada Kiblat.net di Jakarta sekitaran Tanah Abang, Rabu (22/05/2019) siang.

Bernard lalu menjelaskan peristiwa aksi demo di hari sebelumnya. Dia mengatakan bahwa massa sudah membubarkan diri dengan damai dan tertib sekitar pukul 21.00 WIB hari Selasa (21/05/2019). Sebagaimana waktu yang diberikan aparat kepolisian, yaitu usai mengerjakan shalat tarawih.

Namun, ia mengakui, setelah massa membubarkan diri pada pukul 23.00 WIB, datang massa yang kemudian memprovokasi polisi, hingga akhirnya terjadi bentrok di depan Bawaslu.

“Polisi juga sudah menyatakan bahwa aksi demonstrasi yang di Bawaslu itu memang sudah pulang. Setelah pulang, sekitar jam 11 datanglah segerombol massa dari dua arah,” ujar Bernard.

Massa itu datang dari Jl. Wahid Hasyim, baik arah Gondangdia maupun arah Tanah Abang. Bernard mengatakan itu segerombolan massa lain, karena peserta aksi sudah pulang ke rumahnya maupun ke masjid-masjid terdekat untuk istirahat.

BACA JUGA  KPK Temukan Sejumlah Peluang Tindak Pidana Korupsi pada Kartu Prakerja

“Jadi sudah jelas itu adalah mereka yang membuat keonaran, bahkan polisi sudah mengatakan bahwa itu mungkin bukan dari massa yang demo di Bawaslu. Itu massa lain, ada komando lain,” ujarnya.

Massa tersebut, ujar Bernard, memang berniat ingin membuat kerusuhan di sekitar Bawaslu, sehingga warga yang tidak tahu apa-apa ikut terprovokasi karena kampung mereka juga ikut terganggu.

“Karena massa sudah liar ditambah lagi dengan warga yang ikut terprovokasi, kericuhan pun terjadi, bahkan meluas sampai ke Petamburan, Tanah Abang,” ujarnya.

Sebelum massa terdesak sampai Petamburan, Bernard mengungkapkan kejadian di Masjid Al-Makmur di Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang, di mana turut diserbu oleh polisi.

“Massa didesak polisi dari mulai pertigaan Bawaslu sampai masuk ke dalam Masjid Al-Makmur. Jelaslah karena mereka masuk ke masjid dan polisi menembakkan gas air mata, membuat jamaah yang sedang istirahat itu kaget, mereka juga marah,” ujarnya.

Polisi, sebut Bernard, sebenarnya memasuki masjid untuk mencari massa provokator dari Bawaslu. Hanya saja jamaah yang berada di dalam masjid marah karena ikut tertembak gas air mata.

“Maka akhirnya jamaah masjid itupun ikut bergabung, yang sudah gabung itu provokator bergabung dengan masyarakat, warga setempat, kira-kira seperti itulah kondisi yang terjadi realnya,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Zamroni: Keutamaan Sedekah di Bulan Puasa

KIBLAT.NET- Bulan Ramadhan, bulan dilipat gandakannya pahala. Maka, di bulan ini adalah bulan yang tepat...

Rabu, 22/05/2019 17:30 0

Khazanah

Hari Ketujuh belas Ramadhan, Pecahnya Perang Badar Kubra

Di antara peristiwa hari ke-17 Ramadhan dan hampir disepakati oleh para sejarawan dan pemerhati sirah adalah perang Badar kubra antara umat Islam di bawah komando Rasulullah dan kaum musyrikin Makkah di bawah komando Abu Jahal bin Hisyam. Terjadi pada tahun kedua Hijriyah, bertepatan denga tanggal 13 Maret 623 M.

Rabu, 22/05/2019 16:38 0

Yaman

Pemberontak Syiah Hutsi Kembali Larang Salat Tarawih, Ini Alasannya

Surat itu mengancam penangkapan dan penggerebekan jika tetap menggelar Tarawih.

Rabu, 22/05/2019 16:34 0

Arab Saudi

Usai Ramadhan, Saudi Disebut Akan Eksekusi Tiga Ulama Ini

"Tidak ada yang di luar otoritas yang menindas, brutal dan bodoh, tidak ada yang dihukum atau dieksekusi ... Berita ini berbahaya bagi korban dan situasi hak asasi manusia dan pekerjaan kami."

Rabu, 22/05/2019 16:04 0

Video News

Pengakuan Direktur RSUD Tarakan Jakarta tentang Korban Demo

KIBLAT.NET, Jakarta – Jumlah korban kericuhan pasca Aksi Tolak Pemilu Curang terus bertambah. RSUD Tarakan...

Rabu, 22/05/2019 11:54 0

Video News

Kondisi Terkini Aksi Demonstran di Petamburan

KIBLAT.NET- Para Demonstran terus melancarkan aksinya hinggi pagi ini. Simak kondisi terkininya di sini! Reporter:...

Rabu, 22/05/2019 10:48 0

Suriah

Pejuang Suriah Kembali Luncurkan Operasi Ofensif di Pedesaan Hama

SOHR menjelaskan, 18 anggota HTS tewas dalam pertempuran. Sementara dari barisan rezim, sebanyak 26 tentara tewas, beberapa di antaranya akibat bom istisyhadiyah.

Rabu, 22/05/2019 08:40 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Ketika Setan Menangis

KIBLAT.NET- Tahukah kalian bahwa ada suatu ayat yang akan membuat setan menangis. Ayat apakah itu?...

Rabu, 22/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Ini Matematika Pahala di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Bulan Ramadhan adalah bulan dilipat gandakannya pahala. Bagaimana matematika dan perhitungan pahala di bulan...

Selasa, 21/05/2019 17:30 0

Video News

Prabowo Datangi Polda Metro Jaya untuk Jenguk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma

KIBLAT.NET, Jakarta – Prabowo mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjenguk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma....

Selasa, 21/05/2019 14:00 0

Close