Narapidana ISIS di Tajikistan Berontak, 29 Tahanan dan 3 Sipir Tewas

KIBLAT.NET, Dushanbe – Sedikitnya 29 narapidana, 24 di antaranya narapidana anggota Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS), serta tiga penjaga penjara tewas dalam bentrokan di sebuah penjara dekat Dushanbe, ibukota negara Tajikistan pada Ahad malam (19/05/2019). Demikian kata pernyataan resmi Kementerian Kehakiman Tazakistan pada Senin (20/05/2019) seperti dilansir dari AFP.

“24 anggota ISIS tewas. Kelompok Islam itu membunuh tiga penjaga,” kata pernyataan tersebut seraya menambahkan anggota ISIS juga membunuh lima tahanan lainnya.

Menurut pernyataan tersebut, pemberontakan di penjara itu dimulai pada pukul 21:30 waktu setempat, Ahad malam. Penjara yang terletak di Kota Wahdat itu menampung sebanyak 1.500 tahanan.

Kekacauan terjadi ketika para tahanan menikam hingga tewas tiga penjaga, kemudian “mengintimidasi tahanan” lainya, sehingga lima di antaranya tewas. Mereka kemudian menyandera tahanan lainnya sebelum membakar fasilitas medis penjara dan “menyerang staf pusat untuk mencoba melarikan diri.”

Pernyataan itu menambahkan bahwa “operasi balasan pihak berwenang berhasil menewaskan 24 anggota kelompok ini. Sebanyak 35 lainnya ditangkap dan orang-orang mereka sandera dibebaskan. Keadaan sudah bisa dikenalikan dan situasi di penjara berangsur normal.

Menurut pihak berwenang, Behruz Gulmurod (20), putra mantan komandan pasukan bersenjata Tajikistan, disebut menjadi tokoh kunci dalam organisasi ISIS di Tajikistan. Ia ditangkap pada 2017 lalu saat berusaha menuju Suriah. Ia divonis 17 tahun penjara.

Pemberontak anggota ISIS di penjara Tajikistan ini bukan kali pertama. November 2018, narapidana anggota ISIS melakukan aksi serupa di penjara Khajand yang berada di timur laut Tajikistan. Sedikitnya 26 narapidana tewas dalam insiden itu.

Para napi kasus “terorisme” ingin melarikan diri massal dengan cara memberontak kepada penjaga penjara.

Tajikistan adalah negara sekuler dengan populasi mayoritas Sunni dan prioritas untuk memerangi ekstremisme agama, menurut pandangan Barat. Diperkirakan 1.000 lebih warga Tajikistan berangkat ke Irak dan Suriah untuk berjihad.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat