... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Al-Qaidah Rilis Video Pertegas Aliansi dengan Taliban

Foto: Bendera Imarah Islam Afghanistan (Taliban)

KIBLAT.NET, Kabul – Media As-Sahab milik al-Qaidah belum lama ini merilis sebuah video baru amaliyat di Afghanistan. Dalam satu cuplikan terlihat pejuang-pejuang kombatan al-Qaidah terlibat dalam operasi ambush yang menargetkan Tentara Nasional Afghan (ANA) di provinsi Paktika. Sejumlah pengamat melihat video ini bukan sekedar untuk menampilkan amaliyat itu sendiri, tetapi Al-Qaidah ingin menegaskan kembali aliansi mereka dengan Taliban.

Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam rilis video ini. Yang terpenting bahwa al-Qaidah selama beberapa tahun terakhir telah menahan diri untuk tidak mempublikasikan kehadiran mereka di Afghanistan. Al-Qaidah juga jarang mengekspos keterlibatan pejuang-pejuang mereka dalam operasi militer meskipun faktanya kelompok jihadis global itu diketahui secara luas beroperasi di Paktika dan wilayah lain di Afghanistan. Di antara alasannya, al-Qaidah dan cabangnya (AQIS) bertempur di bawah bendera Taliban, dan tidak mengklaim itu sebagai operasi militer mereka sendiri.

Video terbaru produksi as-Sahab untuk al-Qaidah Cabang Anak Benua India (AQIS) ini berjudul “Di Bawah Naungan Imarah Islam: Paktika, Ambush Terhadap Konvoi Tentara Nasional Afghan di Pegunungan Hindi.” Dari sisi judul video terlihat ada peran dukungan al-Qaidah terhadap operasi militer Taliban, dan kedua entitas jihadis berjuang bersama untuk menegakkan kembali Imarah Islam Afghanistan, nama pemerintahan Taliban di era 1996-2001.

Video yang dilengkapi dengan subtitle berbahasa Inggris itu dibuka oleh narator dengan kalimat bahwa Amerika sudah dikalahkan di Afghanistan. “Lima belas tahun lalu dari hari ini, jika ada yang mengatakan bahwa seandainya negara superpower saat itu, yaitu Amerika, kalah di Afghanistan, itu akan menjadi kabar gembira bagi dunia,” kata narator. “Dan hari ini menjadi kenyataan.” Narator mengatakan orang-orang Amerika, NATO, dan ANA, mereka adalah “pasukan yang terkepung di basis militer mereka sendiri.” Sebuah potongan adegan seorang komandan militer Barat terlihat menangis di atas podium menjadi latar narasi kekalahan Amerika.

“Dengan Rahmat Allah SWT, hari ini Imarah Islam (Taliban) telah membebaskan sebagian besar wilayah Afghanistan dari cengkeraman penjajah Amerika,” imbuh sang narator.

Operasi Ambush di Paktika

Bagian utama video al-Qaidah kali ini adalah operasi ambush terhadap konvoi pasukan nasional Afghan di provinsi Paktika. Tidak diketahui secara pasti kapan ambush itu terjadi, namun dikatakan bahwa pemerintah Kabul mengakui sebanyak 30 tentara nasional mereka terbunuh dan sejumlah kendaraan militer hancur terbakar di sebuah lembah.

BACA JUGA  Perundingan Kedelapan Taliban-AS Berakhir, Ini yang Dibahas

Sebagaimana keterangan narator, mujahidin telah membersihkan satu area utama di distrik Wazikhawa dari kehadiran orang-orang najis Amerika dan sekutu-sekutu mereka. Imarah Islam (Taliban) memperoleh kemenangan besar di area ini dan sebelumnya telah mengepung pusat distrik di tahun 2014. Lebih jauh narator menjelaskan terus melakukan blokade sehingga musuh terpaksa menggunakan helikopter untuk membawa keluar masuk logistik dan makanan.

Seorang jihadis yang diketahui bernama Abdul Hannan mengatakan, Amerika tidak peduli dengan kehidupan & nyawa bangsa Afghan. “AS tidak menganggap Tentara Nasional Afghan lebih dari sekedar bahan bakar manusia untuk kepentingan perang dan melindungi tentara mereka (AS) sendiri supaya tetap selamat. Amerika tidak segan untuk menjadikan tentara Afghan sebagai kambing hitam!” katanya. Konvoi tentara Afghan yang di-ambush ini nampaknya sedang menuju ke pusat distrik Wazikhawa di awal musim dingin.

“Di bawah kepemimpinan Imarah Islam Afghanistan, para Mujahidin dari kaum muhajirin dan anshor memutuskan untuk meng-ambush konvoi pasukan musuh ini. Langkah pertama operasi ambush adalah memilih tempat yang paling bagus untuk melakukan serangan tersebut. Setelah faktor pertolongan Allah, keberhasilan operasi ambush sangat tergantung pada pemilihan tempat yang tepat,” kata seorang jihadis menerangkan.

Seorang jihadis lainnya bernama Muhammad Farooqi terlihat sedang mempersiapkan sejumlah titik untuk serangan. “Dalam perang gerilya, anda bisa melakukan ambush yang berhasil dengan posisi ground di atas ketika musuh lewat di bawah,” kata Farooqi. “Antara distrik Wazikhawa dan Gomal membentang panjang pegunungan Hindi. Inilah tempat terbaik untuk memberikan pelajaran kepada pasukan musuh yang jahat. Daerah itu memang banyak sekali puncak-puncak yang tandus, dan jalan setapak yang sulit dan berbahaya. Angin kencang semakin menambah ganasnya medan pegunungan.”

Jumlah mujahidin hanya lima belas. Dan mereka hanya dipersenjatai dengan 6 peluncur roket jenis RR-82, 4 unit RPG-7, sebuah senapan sniper, beberapa Kalashnikov dan senapan mesin PK,” kata Farooqi. Ketika Farooqi menerangkan rencana ambush mereka, di layar terlihat pejuang-pejuang jihadis berpose di bawah banner al-Qaidah dan Taliban. Gambar-gambar ini semakin memperjelas bagaimana amaliyat-amaliyat itu dilaksanakan, demikian juga aliansi antar keduanya.

BACA JUGA  PBB Sangat Prihatin Tewasnya Belasan Sipil oleh Pasukan Afghanistan

Salah seorang tim penyerang diketahui adalah Yasir Mirza yang memiliki nama jihadis atau nom de guerre Khalid Qeemti. Mirza mengambil posisi di sisi gunung sebagai cut-off depan. Dalam biografi pendeknya, Mirza berasal dari Rawalpindi-Pakistan, dan gugur akibat serangan drone Amerika di Paktika.

Mirza dan beberapa jihadis memulai tembakan pertama ketika konvoi mulai mendekat menggunakan peluncur roket RR-82, dan berhasil menghancurkan mobil penyapu ranjau musuh. Tentara musuh terlihat panik dengan melepaskan tembakan membabi buta tanpa arah, sementara mujahidin dengan tenang terus memuntahkan amunisi ke arah musuh. Dalam satu potongan video terlihat sejumlah Humvees menjadi sasaran tembakan sehingga sebagian rusak ringan dan hancur.

Layar kemudian kembali ke Abdul Hannan. Ia mengatakan bahwa karena keterbatasan peluru roket, mujahidin tidak bisa menghancurkan seluruh kendaraan musuh. Al-Qaidah menggunakan narasi ini untuk mengirim pesan kepada seluruh Umat Islam termasuk kepada para aghniya bahwa mereka berkewajiban membantu Mujahidin dengan kekayan mereka, jiwa, dan doa-doa yang ikhlas selama jihad terus berlangsung melawan orang-orang Kafir di seluruh dunia.

Imarah Islam Afghanistan

Kalimat “Di Bawah Naungan Imarah Islam” ditampilkan di bagian akhir dengan kompilasi gambar latar para pemimpin Taliban dan al-Qaidah, di antaranya: Mullah Omar, Usamah bin Ladin yang tengah duduk bersama Aiman adz-Dzawahiri, dan Mullah Mansour yang sempat menggantikan posisi Mullah Omar sebelum gugur akibat serangan drone Amerika di bulan Mei 2016.

Selain itu terlihat juga yel-yel penyemangat yang mencerminkan visi kolaborasi kedua entitas jihadis, yaitu:

“Satu Negeri! Satu Tubuh! Satu Jiwa! Imarah!”

“Satu Suara! Satu Kekuatan! Satu Cita-Cita! Imarah!”

“Satu Barisan! Satu Pasukan! Satu Pemimpin! Satu Jalan! Imarah!

Di salah satu banner Taliban yang dibawa di atas mobil terbaca jelas kalimat “Kami berdoa semoga Allah ta’ala menguatkan Imarah Islam Afghanistan, dan mencurahkan rahmat-Nya dengan Jihad dan Syariat di seluruh wilayah.”

Sumber: TLWJ
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Janganlah Iri Kecuali Pada 2 Orang Ini!

KIBLAT.NET- Tahukah bahwa dalam syariat kita dilarang untuk iri pada sesama. Namun, kita dibolehkan untuk...

Ahad, 19/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Apa Tujuan Kita Puasa?

KIBLAT.NET- Sebagai umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, apakah tujuan kita...

Sabtu, 18/05/2019 17:30 0

Suara Pembaca

Seolah-olah Ini Ramadhan Terakhir Kita

Sangat disayangkan bila Ramadhan yang memiliki banyak keutamaan datang dan berlalu meninggalkan kita begitu saja.

Sabtu, 18/05/2019 15:22 0

Manhaj

Ramadhan, Bulan Jihad dan Kemenangan

Dalam kitab, Ramadhan wa Bina’ al-Ummah, DR. Raghib As-Shirjani menjelaskan bahwa Ramadhan adalah kunci kemenangan kaum muslimin pada Perang Badar.

Sabtu, 18/05/2019 14:57 0

Video News

Ini Komentar MUI tentang People Power

KIBLAT.NET- Penepatan Presiden dan Calon Presiden 2019 akan semakin dekat. Banyak terjadi polemik dan gesekan...

Sabtu, 18/05/2019 12:27 1

Video News

Hasil Pilpres 2019 Segera Muncul, MUI Nyatakan 7 Sikap Ini

KIBLAT.NET- Penepatan Presiden dan Calon Presiden 2019 akan semakin dekat. Banyak terjadi polemik dan gesekan...

Sabtu, 18/05/2019 11:19 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Untukmu yang Suka Ngantuk Baca Quran!

KIBLAT.NET- Banyak yang suka mengantuk saat membaca Al Quran, bagaimana hukumnya dalam Islam? Yuk simak...

Sabtu, 18/05/2019 05:00 0

Indonesia

[Wawancara] People Power Sama dengan Makar?

Kata "makar" akhir-akhir ini menjadi pembicaraan di tengah masyarakat. Bahkan, ada beberapa tokoh yang dijadikan tersangka atas tuduhan makar.

Sabtu, 18/05/2019 00:57 0

Indonesia

Mantan Napi Teroris: Kita Tidak Punya Celah Lagi Jika Aman dan Perut Kenyang

Pria yang pernah terpapar pemikiran Aman Abdurrahman ini mengaku saat baru saja bebas dari penjara, ia diminta untuk mengirim orang saat terjadi kasus Tanjung Balai. Ketika itu di TanjungBalai sempat terjadi kerusuhan sosial, saat kelompok etnis Tionghoa memprotes suara adzan.

Jum'at, 17/05/2019 23:31 0

Indonesia

Komisi II DPR: Tim Asistensi Hukum Menkopolhukam Harus Dihentikan

Komisi II DPR: Tim Asistensi Hukum Menkopolhukam Harus Dihentikan

Jum'at, 17/05/2019 21:54 0

Close