Waketum MUI Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Ajakan People Power

KIBLAT.NET, Jakarta – Menjelang pengumuman hasil perhitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum, Majelis Ulama Indonesia menyampaikan Tausiyah Kebangsaan untuk Perdamaian.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Zainut Tauhid Sa’adi membacakan ketujuh poin Tausiyah Kebangsaan. Salah satu point mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan turun untuk melakukan people power.

“Pertama, mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI adalah kesatuan Republik Indonesia dengan dilandasi semangat persaudaraan atau uang yang sejati sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen dalam keagamaan dan kebangsaan,” ujar Zainut di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/05/2019).

“Kedua, mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi ajakan mengikuti dan melakukan gerakan people power,” ujarnya.

MUI mengimbau masyarakat untuk tidak mengikuti people power karena menurut MUI, gerakan tersebut akan membawa kerusakan yang sangat besar dan mengancam kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Diwawancara terpisah, Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menekankan bahwa people power dan makar berbeda. Menurutnuya, kalau people power konteksnya sebagai sebuah gerakan moral.

“Misalnya tentang kasus 97, 98 waktu itu yang menggulingkan orde baru. Itubagian dari people power. Orang–orang yang melakukan itu kan juga tidak dikenakan tuduhan makar. Jadi ada satu konstruksi yang berbeda (antara people power dan makar.red),” tuturnya.

BACA JUGA  Milad ke 108, Muhammadiyah Angkat Tema 'Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri'

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat