... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pentagon Ingin Ganti Biaya Perjalanan Tim Negosiator Taliban

Foto: Delegasi Taliban dalam sebuah perundingan.

KIBLAT.NET, Washington – Pemerintahan Amerika Serikat menganggarkan dana untuk membayar seluruh biaya perjalanan delegasi Taliban setelah pembicaraan damai ke-enam di Doha beberapa hari lalu. Konggres AS hanya menyetujui ganti dana perjalanan dan tidak untuk mengganti seluruh akomodasi makan dan sewa tempat tinggal para delegasi Taliban.

Juru bicara anggota Kongres AS Peter J. Visclosky, Kevin Spicer, mengungkapkan kepada BBC pada Kamis (16/05/2019), bahwa penolakan Kongres terhadap ganti biaya makan dan tempat tinggal itu karena bertentangan dengan undang-undang. Pemberian biaya itu masuk dalam pasal mendukung “teroris”.

Spicer menambahkan, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dalam anggaran tahun 2020 meminta dana proses rekonsiliasi, termasuk di antaranya membiayai akomodasi delegasi Taliban. Pentagon telah menyerahkan laporan penggunaan dana anggaran 2019 yang juga di dalamnya termasuk pemakaian dana untuk negoisasi di Afghanistan.

Sementara itu, pemerintah AS belum bisa dikonfirmasi terkait permintaan anggaran dana ini, seperti dikatakan BBC.

Komisi Pertahanan Nasional di Kongres yang diketuai J. Visclosky, Rabu lalu, menyetujui tagihan pengeluaran $690 miliar yang akan mencegah pembayaran kepada militant ekstremis.

Secara hukum, ini berarti bahwa dana yang disetujui oleh Komisi tidak dapat digunakan untuk membayar anggota Taliban untuk berpartisipasi dalam pertemuan apa pun, juga tidak melibatkan partisipasi anggota Pemerintah Afghanistan.

Spicer menambahkan bahwa J. Visclosky termasuk anggota dewan yang menentang anggaran untuk membiayai delegasi Taliban karena melanggar undang-undang tentang pencegahan dukungan material untuk kelompok-kelompok teroris.

BACA JUGA  AS Tinjau Ulang Hubungan dengan Negara-negara Anti-Zionis

Dia merujuk pada “serangan Taliban terhadap orang-orang Amerika yang bekerja di Afghanistan. Taliban terus tidak mengakui pemerintah Afghanistan, dan hak-hak wanita dalam masyarakat Afghanistan.”
Sejak Oktober tahun, Amerika Serikat menggelar enam putaran negosiasi damai dengan Taliban di Doha, Qatar, untuk memastikan jalan keluar yang aman bagi Amerika Serikat dari Afghanistan.

Pembicaraan terakhir digelar awal bulan ini. Sampai saat ini, hanya dua hal yang dinegosiasikan; penarikan pasukan asing dari Afghanistan dan jaminan Afghanistan tak dijadikan “sarang teroris” untuk menyerang negara lain.

Sumber: BBC
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Inilah Bahagia yang Sesungguhnya!

KIBLAT.NET- Apakah kebahagiaan yang menurut Islam? Apakah harta? Apakah keluarga? Yuk simak jawabannya di sini!...

Jum'at, 17/05/2019 05:00 0

Indonesia

Dipolisikan, Inilah Kutipan Dr. Ani Hasibuan yang Dipelintir Pewarta

Tak perlu lama bagi kepolisian untuk menindaklanjuti aduan tentang Ani Hasibuan, dokter yang menggugat perlunya investigasi atas kematian 500 lebih anggota KPPS pasca Pemilu 17 Aprl 2019.

Kamis, 16/05/2019 20:32 1

Video Kajian

Ust. Zamroni: Puasa Sebagai Perisai

KIBLAT.NET- Puasa sebagai Perisai, apa maksudnya? Maksudnya adalah saat berpuasa, kita harus membentengi diri dari...

Kamis, 16/05/2019 17:30 0

Indonesia

DPR Dorong Pelaksanaan Rapat Gabungan Bahas Korban Pemilu

Bambang Soesatyo meminta Komisi II DPR RI yang membawahi bidang pemerintahan dalam negeri untuk segera menggelar Rapat Kerja Gabungan dengan KPU, Bawaslu, Kementerian Kesehatan dan Kepolisian untuk mencari tahu lebih detail terkait banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia.

Kamis, 16/05/2019 16:50 0

Artikel

Ramadhan, Momentum Pererat Hubungan dengan Pasangan

Selain momentum untuk memperkuat iman, Ramadhan juga bisa menjadi momentum perkuat hubungan dengan pasangan.

Kamis, 16/05/2019 16:15 0

Info Event

Program Dakwah Visit Dompet Dhuafa USA Mempererat Silaturrahmi Muslim Indonesia di Amerika

Ada ribuan masyarakat Muslim Indonesia yang saat ini menetap di Amerika Serikat, ada kebutuhan dakwah yang sekaligus dapat menyatukan masyarakat Indonesia.

Kamis, 16/05/2019 13:09 0

Opini

Menyikapi Perginya Para Pemimpin Umat

KIBLAT.NET – Kepergian Ustadz Bachtiar Nasir ke Arab Saudi memicu bermacam-macam reaksi dari berbagai kelompok....

Kamis, 16/05/2019 12:24 0

Indonesia

Korban Tewas Terus Berjatuhan, Mer-C Meminta KPU Hentikan Rekapitulasi Suara

MER-C menanggapi pernyataan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyebut banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia disebabkan karena kelelahan.

Kamis, 16/05/2019 11:59 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Khawatir Ramadhan Kita Tak Diterima

Khutbah Jumat: Khawatir Ramadhan Kita Tak Direrima

Kamis, 16/05/2019 11:34 0

Feature

Pejuang Taliban di Medan Perang Digital Meningkat Dua Kali Lipat

Jumlah pejuang Taliban yang menjadi reporter lapangan meningkat dua kali lipat di 34 provinsi Afghanistan

Kamis, 16/05/2019 11:10 0

Close