Fahri Hamzah Kritisi Pemanggilan dr. Ani Hasibuan Oleh Kepolisian

KIBLAT.NET, Jakarta- Waki Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI), Fahri Hamzah mengkritisi pihak kepolisian yang memanggil dr. Robiah Khairani Hasibuan, Sp. S, atau akrab dipanggil Ani Hasibuan.

Menurut Fahri, daripada memeriksa Dokter Ahli Syaraf Ani Hasibuan dengan tuduhan ujaran kebencian, lebih baik Polri memeriksa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang telah membuat pernyataan bahwa petugas KPPS meninggal bukan karena kelelahan.

“Kepada Yth Divhumas Polri, daripada memeriksa dokter ahli saraf Ani Hasibuan dengan tuduhan ujaran kebencian, mendingan periksa IDI yang sdh bikin pernyataan ini ‘IDI Sebut Kematian Petugas KPPS Bukan Karena Kelelahan’,” kata Fahri dalam akun resmi Instagramnya @fahrihamzah Sabtu (17/05/2019)

Fahri menekankan bahwa seorang akademisi wajar jika mengatakan apa yang menjadi keahliannya. Misalnya dokter yang bicara dengan ilmu yang dimilikinya termasuk menganalisa kematian.

“Jika dilarang, suatu saat arsitek tidak boleh berbicara bangunan, ulama tidak boleh berbicara soal agama, politisi gak boleh bicara soal politik, lawyer tidak boleh berbicara soal hukum. Karena semua kena delik ujaran kebencian,” Kata Fahri

Ia menyesalkan sikap aparat kepolisian yang cenderung emanaskan suasana dengan memanggil dr. Ani. Menurut pria asal NTB ini, seharusnya aparat mendukung pembentukan tim pencarian fakta untuk menjawab kegelisahan publik.

“Kenapa aparat ikut memanaskan suasana? Kenapa gak mendukung pencarian fakta untuk menjawab kegelisahan publik ya?,” Pungkas Fahri.

BACA JUGA  Habib Hanif: HRS Sudah Bayar Denda Administratif

Reporter: Fanny Alif
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat