Desertir Polisi Sofyan Tsauri Sebut Kelompok Radikal Akan Tunggangi Aksi People Power

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan anggota polisi dan terpidana kasus terorisme Sofyan Tsauri menyebut kemungkinan adanya isu people power saat pengumuman hasil Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Menurutnya, aksi tersebut akan ditunggangi kelompok-kelompok radikal, karena ada kemungkinan terjadinya kerusuhan.

“Ada ancaman-ancaman people power, ini momentum yang tepat sebetulnya bagi radikalisme seperti JAD (Jamaah Anshar Daulah) dan yang lainnya. Maka saya tidak menafikan kalau ada kelompok radikal memanfaatkan situasi itu. Itu sangat mungkin,” kata pria bernama asli Muhammad Sofyan ini pada Kamis (16/05/2019) dalam diskusi publik bertema ‘Waspada Penumpang Gelap di Penghujung Pengumuman Hasil Pemilu 2019’ di Mie Aceh, Cikini, Jakarta Pusat.

Desertir polisi itu menukas, upaya itu berdasarkan pada pengalaman pribadinya ketika masih aktif pada jaringan terorisme. Ia mengatakan bahwa jaringannya tidak bisa bergerak kecuali dalam kondisi chaos, sedangkan potensi chaos pada aksi people power menurutnya sangat memungkinkan.

“Kita hanya bisa hidup dan eksis ketika dalam kondisi kacau balau. Ketika situasi aman dan damai, kita malah tidak mendapatkan momentum,” ucap pria yang mengaku pernah terpapar pemikiran Aman Abdurrahman, yang kini menjadi pemimpin Jamaah Anshar Daulah (JAD).

Pria yang belakangan didaulat sebagai pengamat terorisme ini mengaku dirinya khawatir dengan kondisi seperti ini. Senada dengan Polri, Sofyan menghimbau kepada para masyarakat untuk menahan diri agar tidak ikut dalam kegiatan people power, karena dikhawatirkan terjadi situasi yang tidak kondusif.

BACA JUGA  Tolak Ajakan Dialog, Istana Anggap Habib Rizieq Bukan Level Jokowi

“Saya berusaha mengimbau kepada teman-teman untuk menahan, jangan ikut-ikutan dalam masalah ini. Karena nanti kita akan repot,” pungkas dia.

 

Catatan: Sebelumnya judul artikel ini tertulis ‘Sofyan Tsauri Tuding HTI Akan Tunggangi People Power’, penulisan judul tersebut murni kesalahan redaksi, karena bukan Sofyan yang mengucapkan kalimat tersebut di acara diskusi publik bertema ‘Waspada Penumpang Gelap di Penghujung Pengumuman Hasil Pemilu 2019’, melainkan berasal dari narasumber lain. Redaksi memohon maaf atas kesalahan judul dan pengutipan berita.

 

Reporter: Haikal
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat