... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

71 Tahun Nakbah, Dubes Palestina: Israel Penjajah yang Tak Inginkan Perdamaian

Foto: Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Dr. Zuhair Al Shun berbicara dalam konferensi pers memperingati 71 Tahun Hari Nakbah, di Kantor Kedutaan Besar Palestina Jakarta, Jumat (17-05-2019) - Foto: Muhammad Jundii

KIBLAT.NET, Jakarta – Awal mula penjajahan Israel terhadap Palestina dikenang sebagai Hari Nakbah atau Hari Kehancuran. Pada 71 Tahun lalu, tepatnya 15 Mei 1948, Israel mulai menyerang, hingga Palestina pun tercerai berai dan kini hampir 80 persen bangsa Palestina hidup di luar negaranya.

Hal itu diungkapkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Dr. Zuhair Al Shun di Kantor Kedubes Palestina, Menteng, Jakarta Pusat. Ia menjelaskan bahwa sejatinya Israel adalah penjajah, dan tidak akan membiarkan Palestina merdeka.

“Tanggal 15 Mei, 71 tahun lalu terjadi kejadian Nakbah, awal kehancuran dari Palestina, di mana Palestina diambil tanahnya dan dikuasai oleh Israel, sehingga bangsanya terusir dari tanahnya sendiri. Kini mereka hidup di pesisir atau pinggiran negara Arab dan tersebar di seluruh dunia,” ujar Zuhair dalam koferensi pers peringatan Hari Nakbah, Jumat (17/05/2019).

“Dalam permasalahan Palestina dan Israel, ada yang disebut zalim dan ada yang tertindas.Kami adalah yang tertindas, dimana 71 tahun kita sudah tertindas oleh Israel, dan Amerika pun selalu menekan dengan cara berdiri bersama Israel dalam penguasaan tanah kami dan pengusiran bangsa kami,” terangnya.

Zuhair menjelaskan selama 71 tahun penjajahan Israel, sedikitnya 100.000 syuhada gugur akibat penyerangan Israel. Meski kehidupan begitu susah dan sulit di bawah penjajahan Israel, namun Palestina masih terus berharap dan berjuang demi kemerdekaanya.

BACA JUGA  Sekjen MUI: Tak Boleh Memaksa Orang Ucapkan Salam Agama Lain

Sudah tak terhitung berapa banyak perjanjian maupun kesepakatan yang telah dilakukan untuk memperbaiki masalah dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Namun, kata Zuhair, Israel sebagai penjajah tidak akan pernah rela dan membiarkan Palestina merdeka.

“Banyak peraturan internasional yang diputuskan dalam sidang PBB maupun di segala bentuk perjanjian atau pertemuan internasional yang berusaha menolong permasalahan Palestina ini. Israel adalah negara penjajah yang sebetulnya tidak ingin perdamaian, terlihat dari politik dan perlakuannya terhadap kami,” tandasnya.

Zuhari pun menyebut masyarakat dunia juga tidak bisa berbuat banyak atas kondisi yang dialami Palestina. Menurutnya, karena kondisi yang tidak memungkinkan menjadikan dunia hanya bisa mengecam sikap Israel yang semena-mena itu, tanpa ada tindak lanjut berarti.

Dia dengan tegas menyatakan Israel dibantu Amerika Serikat dalam melanggengkan penjajahannya selama ini, dan sebaliknya Washington tidak menghendaki kemerdekaan Palestina. Zuhair menyebut pemindahan ibu kota Tel Aviv ke Yerussalem yang diakui oleh Amerika adalah sebuah pelanggaran internasional yang dikecam dunia.

“Namun, lagi-lagi dunia tidak bisa berbuat banyak atas pemindahan ibu kota ke tanah suci tiga agama itu,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Wawancara Eksklusif: Apakah Makar Sama dengan People Power?

KIBLAT.NET- Baru-baru ini ramai istilah makar. Pasalnya, banyak tokoh dan simpatian 02 yang dituduh makar....

Jum'at, 17/05/2019 14:39 0

Asia

Pertama di Asia, Taiwan Sahkan RUU Pernikahan Sejenis

Anggota parlemen di Taiwan telah menyetujui RUU yang mengesahkan pernikahan sesama jenis. Keputusan ini menandai negara pertama di Asia yang melakukannya.

Jum'at, 17/05/2019 14:08 0

Khazanah

Hari Keduabelas Ramadhan, Wafatnya Penyusun Alfiyyah, Imam Ibnu Malik

Siapa yang tidak tahu dengan kitab Alfiyyah Ibnu Malik? Sebuah kitab fenomenal yang menjadi kitab dasar tata bahasa arab yang dihafalkan para santri di pesantren. Penyusun kitab yang berjudul lengkap Al-Khulasa Alfiyyah ini wafat pada tanggal 12 Ramadhan.

Jum'at, 17/05/2019 13:04 0

Wilayah Lain

Pasca Penyerangan Warga Muslim, Keamanan Sri Lanka Gelar Patroli Intensif

Dia menambahkan pasukan keamanan masih melakukan penyisiran.

Jum'at, 17/05/2019 11:25 0

Afrika

Terungkap, Perusahaan Israel Pengaruhi Pemilu di Afrika, Asia dan Amerika Latin

Perusahaan media sosial itu mengaku telah menonaktifkan lusinan akun yang didapati menyebarkan disinformasi dengan menyamar sebagai jurnalis dan influencer lokal.

Jum'at, 17/05/2019 11:11 0

Afrika

Delapan Tentara Uni Afrika Tewas Disergap Al-Shabaab Somalia

Al-Shabab meningkatkan serangan terhadap pasukan pemerintah dan pasukan Afrika di daerah-daerah ini sejak awal bulan.

Jum'at, 17/05/2019 09:15 0

Amerika

Pentagon Ingin Ganti Biaya Perjalanan Tim Negosiator Taliban

Sementara itu, pemerintah AS belum bisa dikonfirmasi terkait permintaan anggaran dana ini, seperti dikatakan BBC.

Jum'at, 17/05/2019 08:48 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Inilah Bahagia yang Sesungguhnya!

KIBLAT.NET- Apakah kebahagiaan yang menurut Islam? Apakah harta? Apakah keluarga? Yuk simak jawabannya di sini!...

Jum'at, 17/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Puasa Sebagai Perisai

KIBLAT.NET- Puasa sebagai Perisai, apa maksudnya? Maksudnya adalah saat berpuasa, kita harus membentengi diri dari...

Kamis, 16/05/2019 17:30 0

China

Cina Blokir Semua Versi Bahasa Wikipedia

Menurut sebuah laporan oleh Open Observatory of Network Interference (OONI), Cina mulai memblokir semua edisi bahasa Wikipedia bulan lalu.

Kamis, 16/05/2019 16:37 0

Close