... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Khutbah Jumat: Khawatir Ramadhan Kita Tak Diterima

Foto: Khutbah Jumat

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَصْلَحَ الضَمَائِرَ، وَنَقَّى السَرَائِرَ، فَهَدَى الْقَلْبَ الحَائِرَ إِلَى طَرِيْقِ أَوْلَي البَصَائِرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيُكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَنْقَى العَالَمِيْنَ سَرِيْرَةً وَأَزكْاَهُمْ سِيْرَةً، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

قَالَ تَعَالَى: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وَقَالَ يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وَقَالَ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Salah satu keberkahan bulan Ramadhan, selain dibuka kan pintu-pintu syurga, ditutupkan pintu-pintu neraka serta dibelenggunya syaitan, Allah Ta’ala juga melipat gandakan pahala bagi setiap hamba yang beramal di bulan tersebut. Sehingga selama bulan Ramadhan, boleh jadi kita sering mengingat-ngingat amal ibadah yang telah kita jalankan. Lalu kita mengkalkulasi, begitu banyak pahala yang menurut kita telah kita kumpulkan. Semestinya kita khawatir, jangan-jangan nilai di sisi Allah sebenarnya jauh dari angan-angan kita tersebut. Boleh jadi apa yang telah kita lakukan belum sesuai dengan harapan yang Allah Ta’ala kehendaki, masih banyak kekurangan di sana sini, sehingga tak layak diterima oleh Allah ta’ala:

لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلاَ أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلاَ يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللهِ وَلِيًّا وَلاَ نَصِيرًا

“Pahala dari Allah bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong. dan tidak pula menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa mengerjakan kejahatan niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak pula penolong baginya selain Allah.” (QS. An Nisa’: 123)

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Kekhawatiran terhadap amal menjadi salah satu sifat orang mukmin yang disebutkan dalam al-Quran. Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut, sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (Al Mu’minun: 60)

Ayat di atas, kata Syaikh As-Sa’di rahimahullah menceritakan tentang orang-orang yang melakukan shalat, zakat, haji dan sedekah serta amalan lainnya, namun hati mereka dalam keadaan takut. Mereka khawatir dengan amalan mereka ketika dihadapkan di hadapan Allah, bisa jadi amalan mereka tidak selamat dan malah mendapatkan siksa-Nya. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 583)

Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Nabi Sallallahu ‘alaihi wasallam mengenai ayat ini:

“Wahai Rasulullah! Apakah yang dimaksudkan dalam ayat “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut”, adalah orang yang berzina, mencuri dan meminum khomr?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab:

لَا يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ، وَلَكِنَّهُمُ الَّذِينَ يُصَلُّونَ وَيَصُومُونَ وَيَتَصَدَّقُونَ، وَهُمْ يَخَافُونَ أَلَّا يُقْبَلَ مِنْهُمْ،

BACA JUGA  Mengejutkan! Anak-anak yang Menjadi Korban Meninggal Kerusuhan 22 Mei Bukan Cuma Harun Ar-Rasyid

“Bukan demikan wahai putri Ash Shidiq (maksudnya Abu Bakr Ash Shidiq, pen)! Yang dimaksud dalam ayat tersebut bukanlah seperti itu. Bahkan yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah orang yang yang berpuasa, yang bersedekah dan yang shalat, namun ia khawatir amalannya tidak diterima.”

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Banyak contoh dari Para salafus shalih yang menggambarkan bagaimana rasa kekhawatiran mereka dalam beramal. Karena itu mereka selalu menyempurnakan amalannya dan berharap-harap agar amalan tersebut diterima oleh Allah ta’ala.

Adalah Fudholah bin ‘Ubaid, beliau mengatakan, “Seandainya aku mengetahui bahwa Allah menerima dariku satu amalan kebaikan sebesar biji saja, maka itu lebih kusukai daripada dunia dan seisinya, karena Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Ma-idah: 27)

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Setidaknya ada dua syarat utama yang menjadi borometer diterima atau tidaknya suatu amal. Kedua syarat tersebut adalah ikhlas karena Allah dan mengikuti tuntunan Nabi Sallallahu ‘alaihi wasallam. Jika salah satu syarat saja yang terpenuhi, maka amalan ibadah menjadi tertolak. Banyak sekali ayat maupun hadis yang menjelaskannya, di antaranya firman Allah ta’ala:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS. Al Kahfi: 110)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh”, maksudnya adalah mencocoki syariat Allah (mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen). Dan “janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”, maksudnya selalu mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya. Inilah dua rukun diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Tafsir Ibnu Katsir, 9/205)

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Demikian juga dengan amalan-amalan di bulan Ramadhan, bagaimana pun bentuk amalannya dan sebesar apapun itu, tidak akan berarti di sisi Allah ketika kita belum memenuhi kedua syarat di atas. Meskipun setiap amalan di bulan yang penuh berkah ini pahalanya telah dilipatgandakan oleh Allah Ta’ala. Karena itu, Ramadhan tidak semata-mata hanya memperbanyak amal, namun kita juga butuh belajar dan terus belajar bagaimana memperbaiki kwalitas amal ibadah kita. Agar apa yang telah kita kerjakan tidak berbuah sia-sia di sisi Allah ta’ala. Bukankah Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga,”

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Amal yang diterima oleh Allah, hanyalah amal yang ikhlas dan benar. Sementara kita tidak bisa menjamin, bahwa semua yang kita lakukan sudah ikhlas seperti yang diperintahkan, baik sebelum amal, ketika sedang beramal atau sesudah beramal. Tidak heran jika seorang ulama salaf mengatakan, “Ikhlas sesaat adalah kebahagiaan abadi, hanya saja, ikhlas itu berat.” keikhlasan ini lah yang menjadikan ulama salaf selalu khawatir dengan amalannya sendiri; layakkah amalan tersebut diterima atau malah berujung tanpa makna sedikitpun di sisi Allah. Dari sini Imam Hasan Al-Bashri berkata:

BACA JUGA  Ust. MIftahul Ihsan, Lc: Al Ikhlas sama dengan Sepertiga Al Quran?

إِنَّ الْمُؤْمِنَ جَمَعَ إِحْسَانًا وَشَفَقَةً ، وَإِنَّ الْمُنَافِقَ جَمَعَ إِسَاءَةً وَأَمْنًا

 “Seorang mukmin memadukan antara berbuat ihsan/kebaikan dengan rasa takut. Adapun orang kafir memadukan antara berbuat jelek/dosa dan rasa aman.”

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Jika para salaf aja demikian lalu bagaimana dengan kita? Bukankah kesungguhan dan keikhlasan mereka dalam beramal tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kita? Maka sudah sepantasnya kita lebih khawatir terhadap amalan kita sendiri dibandingkan dengan mereka. Karenanya, selain memperbanyak amalan, mari lah kita terus memperbaiki kwalitas amal ibadah kita, baik kelurusannya maupun keikhlasannya.

اَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ

 وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعاً مَرْحُوْماً، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقاً مَعْصُوْماً، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْماً.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَاناً صَادِقاً ذَاكِراً، وَقَلْباً خَاشِعاً مُنِيْباً، وَعَمَلاً صَالِحاً زَاكِياً، وَعِلْماً نَافِعاً رَافِعاً، وَإِيْمَاناً رَاسِخاً ثَابِتاً، وَيَقِيْناً صَادِقاً خَالِصاً، وَرِزْقاً حَلاَلاً طَيِّباً وَاسِعاً، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجمع كلمتهم عَلَى الحق، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظالمين، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعَبادك أجمعين.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.

رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ :

(( إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ))

 

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Austria Sahkan UU Larangan Jilbab untuk Siswi SD

Austria telah mengesahkan undang-undang untuk melarang gadis muslimah mengenakan jilbab di sekolah dasar. Anehnya, penganut Yahudi Yarmulke dan Sikh tidak termasuk dalam larangan itu.

Kamis, 16/05/2019 11:26 0

Feature

Pejuang Taliban di Medan Perang Digital Meningkat Dua Kali Lipat

Jumlah pejuang Taliban yang menjadi reporter lapangan meningkat dua kali lipat di 34 provinsi Afghanistan

Kamis, 16/05/2019 11:10 0

Khazanah

Hari Kesebelas Ramadhan, Kematian Sang Jagal, Jenghis Khan

Jenghis Khan meninggal dunia di wilayah dekat Joe Wattspada 11 Ramadhan 624 H bertepatan dengan 25 Agustus 1227 M dan dikubur di Mongol. Sepeninggalnya, tampuk kekuasaan dipegang oleh anaknya, Oktay.

Kamis, 16/05/2019 11:00 0

Indonesia

Pemerintah dan KPU Terancam Digugat ke Mahkamah Pidana Internasional

Medical Rescue Committee (Mer-C) menilai pemerintah dan KPU sebagai penyelenggara Pemilu tahun ini telah abai kemanusiaan

Kamis, 16/05/2019 10:09 0

Palestina

Ribuan Warga Palestina Peringati Hari Nakbah

"Di antara yang terluka, 16 terkena peluru tajam, satu di antaranya kritis, dan 14 lainnya tertembak peluru logam berlapis karet," kata juru bicara Kemenkes Gaza, Ashraf Al-Qudra.

Kamis, 16/05/2019 07:56 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Akhlak Rasul adalah Al Quran

KIBLAT.NET- Istri Rasul, Aisyah RA pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah SAW. Menurut beliau, akhlak Rasul...

Kamis, 16/05/2019 05:00 0

Video News

BPN Tunggu Keberanian Bawaslu Ungkap Kasus Kecurangan Pemilu

KIBLAT.NET – JAKARTA, juru bicara BPN Andre Rosiade menuturkan bahwa pihak BPN menunggu keberanian Bawaslu...

Rabu, 15/05/2019 21:01 0

Video Kajian

Prabowo Ingin Buat Surat Wasiat, Kenapa?

KIBLAT.NET- JAKARTA, Dalam acara mengungkap fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019 yang diselenggarakan Badan Pemenangan Nasional (BPN),...

Rabu, 15/05/2019 20:45 0

Video News

Bang Eggi Ditahan, BPN: Apa Gunanya?

KIBLAT – JAKARTA – Keprihatinan juru bicara BPN Andre Rosiade atas penahanan Eggi Sudjana. Selengkapnya...

Rabu, 15/05/2019 19:01 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Hati-hati! Inilah Bahaya Lisan!

KIBLAT.NET- Sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa menjaga lisan kita. Apa sajakah bahaya Lisan? Yuk...

Rabu, 15/05/2019 17:30 0

Close