... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dipolisikan, Inilah Kutipan Dr. Ani Hasibuan yang Dipelintir Pewarta

Foto: Ani Hasibuan saat tampil di TV One

KIBLAT.NET, Jakarta — Ramai beredar di media sosial surat pemanggilan Polri untuk dr. Robiah Khairani Hasibuan, Sp. S, atau akrab dipanggil Ani Hasibuan. Seperti diketahui, namanya mencuat setelah dalam sebuah acara di TV mendesak pengusutan atas kematian ratusan anggota KPPS.

Surat panggilan terhadap Ani Hasibuan itu bernomor S.Pgl/1158/V/RES.2.5/2019/Dit Reskrimsus yang diteken oleh Wakil Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya. Dibuat atas laporan seseorang bernama Carolus Andre Yulika.

Dalam surat panggilan itu disebutkan, Ani akan dimintai keterangan terkait pernyataannya yang muncul dalam situs mirip portal berita, yang dirilis pada 12 Mei 2019. Dalam situs tersebut, tertulis judul: dr. Ani Hasibuan SpS : Pembantaian Pemilu, Gugurnya 573 KPPS.

Di atas judul terdapat grafik berupa foto Ani yang dipadu dengan berita situs lain tentang VX, zat pemusnah massal yang membunuh Kim Jong-Nam, saudara tiri Pemimpin Korsel, King Jong-un. Di bawah grafis tersebut ada semacam judul kecil bertulis: Ditemukan Senyawa Kimia Pemusnah Massal.

Namun, penelusuran Kiblat.net dalam acara talk-show di TV swasta tersebut tidak menemukan kata-kata yang dimaksud dalam judul situs di atas. Setelah diminta tanggapan oleh pembawa acara, ia mengatakan, “Saya sebagai dokter, dari awal itu udah merasa lucu gitu. Ini bencana pembantaian apa pemilu, gitu ya. Kok banyak amat yang meninggal.”

Sepanjang acara yang banyak dimuat berbagai chanel di Youtube tersebut, dokter spesialis syaraf itu sama sekali tidak menyinggung soal dugaan petugas KPPS mati karena racun. Ia juga tidak menyinggung ditemukannya senyawa kimia pemusnah massal dalam musibah kematian ratusan anggota KPPS.

BACA JUGA  Peserta Reuni 212 Ini Keluhkan Ghirah Persatuan Menurun

Menanggapi penayangan konten seperti ini, Ketua Umum Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Pizaro menilai, “Di tengah era disrupsi digital seperti sekarang ini, media seharusnya bersikap jujur dan objektif. Jangan ada motif untuk menyudutkan narasumber dan memelintir ucapan tokoh karena sangat merugikan narasumber.”

“Sikap-sikap seperti itu jelas menodai prinsip-prinsip pers yang harus mengedepankan kejujuran,” imbuhnya sebagaimana dihubungi Kiblat.net.

Reporter: Hamdan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Dipolisikan, Inilah Kutipan Dr. Ani Hasibuan yang Dipelintir Pewarta”

  1. Mamam

    Apakah ada sangsi bagi pelapor jika laporannya salah?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Zamroni: Puasa Sebagai Perisai

KIBLAT.NET- Puasa sebagai Perisai, apa maksudnya? Maksudnya adalah saat berpuasa, kita harus membentengi diri dari...

Kamis, 16/05/2019 17:30 0

China

Cina Blokir Semua Versi Bahasa Wikipedia

Menurut sebuah laporan oleh Open Observatory of Network Interference (OONI), Cina mulai memblokir semua edisi bahasa Wikipedia bulan lalu.

Kamis, 16/05/2019 16:37 0

Artikel

Ramadhan, Momentum Pererat Hubungan dengan Pasangan

Selain momentum untuk memperkuat iman, Ramadhan juga bisa menjadi momentum perkuat hubungan dengan pasangan.

Kamis, 16/05/2019 16:15 0

Afghanistan

Media Menjadi Senjata Kunci Taliban Hadapi Perang Informasi

Taliban memiliki 6 majalah dan mempublikasikannya ke dalam Bahasa Pashto, Dari, Urdu, dan Arab.

Kamis, 16/05/2019 14:39 0

Asia

Muslim Sri Lanka Dirundung Ketakutan Akan Aksi Balas Dendam

Masjid-masjid, bisnis milik Muslim dan rumah-rumah dijarah dan dibakar, sementara seorang pria dibunuh oleh perusuh yang menggunakan pedang.

Kamis, 16/05/2019 13:22 0

Info Event

Program Dakwah Visit Dompet Dhuafa USA Mempererat Silaturrahmi Muslim Indonesia di Amerika

Ada ribuan masyarakat Muslim Indonesia yang saat ini menetap di Amerika Serikat, ada kebutuhan dakwah yang sekaligus dapat menyatukan masyarakat Indonesia.

Kamis, 16/05/2019 13:09 0

Amerika

Pentagon Minta Ganti Dana untuk Ongkos Negosiasi Taliban

Awal tahun ini, Pentagon dilaporkan meminta dana kepada Kongres untuk mengganti biaya transportasi dan biaya lain yang dikeluarkan Taliban untuk menghadiri negosiasi damai.

Kamis, 16/05/2019 12:33 0

Opini

Menyikapi Perginya Para Pemimpin Umat

KIBLAT.NET – Kepergian Ustadz Bachtiar Nasir ke Arab Saudi memicu bermacam-macam reaksi dari berbagai kelompok....

Kamis, 16/05/2019 12:24 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Khawatir Ramadhan Kita Tak Diterima

Khutbah Jumat: Khawatir Ramadhan Kita Tak Direrima

Kamis, 16/05/2019 11:34 0

Eropa

Austria Sahkan UU Larangan Jilbab untuk Siswi SD

Austria telah mengesahkan undang-undang untuk melarang gadis muslimah mengenakan jilbab di sekolah dasar. Anehnya, penganut Yahudi Yarmulke dan Sikh tidak termasuk dalam larangan itu.

Kamis, 16/05/2019 11:26 0

Close