... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tuduhan Makar Dinilai Serampangan, Rezim Ini Sudah Mirip Orde Baru?

Foto: Aziz Yanuar, SH.

KIBLAT.NET, Jakarta – Dengan banyaknya tokoh 02 yang dijerat dengan pasal makar, Aziz Yanuar selaku salah satu Advokat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama mempertanyakan apakah pemerintahan saat ini ingin menjadi seperti Orde Baru, yang menggunakan Undang-undang Subversif untuk membungkam pengkritik-pengkritiknya, sementara pemerintah mengaku tidak anti dikritik.

Kritik yang dilayangkan kubu 02, Aziz mengungkapkan, sebenarya menyasar kepada kubu Capres Cawapres lawan politik, dan itu sudah biasa dalam perhelatan politik negeri ini.

“Artinya kita saling mengkritik antar capres sah-sah saja. Tidak bisa dimasukkan makar, kecuali dia sudah ditasbihkan sebagai presiden yang sah. Jadi posisinya dilihat dulu dia sebagai apa sebenarnya. Apakah terkait dengan presiden sebagai lambang negara,” ujar Aziz melalui sambungan Telepon, Rabu (15/05/2019) pagi.

Isu People Power sendiri, sebut Aziz, dulu pernah bergulir pada tahun 2014, ketika Jokowi dicalonkan menjadi Calon Presiden RI. Ia pun kembali mempertanyakan apakah ada penerapan standar ganda dalam isu People Power. Karena disatu sisi, saat itu kubu Jokowi tidak dituduh melakukan makar.

“Tapi kalau terkait masalah People Power, itu ada beberapa bukti kok Jokowi terkait People Power. Apakah terjadi standar ganda, ketika di satu sisi menyatakan People Power tidak masalah, tapi di sisi lain malah dipermasalahkan,” ujarnya.

“Kami sangat menyayangkan, apakah ini mau menjadi rezim orde baru lagi kah. karena sudah mulai serampangan, dengan ada buktinya beberapa orang dikenakan pasal makar,” ungkapnya.

BACA JUGA  Produksi S-400 Bareng Rusia, Turki Tak Khawatir Sanksi AS?

Selain tuduhan makar yang dinilai serampangan, standar ganda juga terlihat dari perbedaan sikap kepolisian terhadap beberapa tersangka. Aziz menyebut bahwa polisi yang mengaku akan menangkap Ustadz Bachtiar Nasir yang merupakan kliennya ketika sampai di Indonesia, ia pun mempertanyakan tersangka lain seperti Ade Armando, Victor Laiskodat, Sukmawati, dan Abu Janda.

“Kalau kami sebagai WNI, menuntut persamaan di muka hukum, jangankan tersangka di luar negeri (UBN), tersangka yang sudah menjadi tersangka berbulan-bulan jangankan ditangkap, diperiksa saja tidak,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Timur Tengah

Google Blokir Aplikasi yang Tampilkan Tausiyah Syaikh Al-Qaradawi

Google telah memblokir sebuah toko online untuk mengunduh aplikasi gratis yang menampilkan pengantar yang ditulis oleh Yusuf Al-Qaradawi yang berbasis di Qatar.

Rabu, 15/05/2019 11:20 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Sesama Mujahid, Jangan Su’udzan!

KIBLAT.NET –¬†Ust. Abu Rusydan: Sesama Mujahid, Jangan Su’udzan!¬†Kajian ini melanjutkan pembahasan tentang bahaya su’udzan bagi...

Rabu, 15/05/2019 10:44 0

Video News

Arie Untung Tanggapi Kasus yang Menimpa UBN

KIBLAT – JAKARTA , Arie Untung menanggapi kasus yang menimpa Ustadz Bachtiar Nasir. Menurutnya, UBN...

Rabu, 15/05/2019 10:39 0

Khazanah

Hari Kesepuluh Ramadhan, Wafatnya Ummul Mukminin Sayyidah Khadijah

Pada tanggal 10 Ramadhan tahun kesepuluh dari kenabian terjadi peristiwa 'Am Al-Huzni (Tahun Kesedihan). Setelah sebelumnya Rasulullah kehilangan sosok paman yang selalu melindunginya , secara berurutan, Rasulullah kehilangan istri tercinta, Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza.

Rabu, 15/05/2019 10:37 0

Amerika

Pompeo Tegaskan AS Tak Berupaya Perang dengan Iran

Khamenei menekankan bahwa konfrontasi antara Teheran dan Washington adalah ujian kehendak dan bukan konfrontasi militer

Rabu, 15/05/2019 09:50 0

Wilayah Lain

Detik-detik Massa Anti-Islam Serang Masjid dan Toko di Sri Lanka

Saksi mata mengatakan bahwa selain masjid agung, massa menyerang 17 toko dan 50 rumah milik muslim.

Rabu, 15/05/2019 08:36 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc : Baca Al Quran Sebaiknya Keras atau Pelan?

KIBLAT.NET- Dalam membaca Al Quran, sebaiknya kita membacanya dengan keras atau pelan-pelan saja? Yuk simak...

Rabu, 15/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Lawan Nafsu di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Ramadhan harusnya saatnya kita melawan sosok yang sangat jahat dan kuat. Apakah sosok itu?...

Selasa, 14/05/2019 17:30 0

Timur Tengah

Kapal Tanker Milik Arab Saudi Diserang di Teluk Persia

Akibatnya, harga minyak mentah Brent naik $ 1,15 menjadi $ 71,77 pada hari Senin karena kekhawatiran tentang pasokan meningkat.

Selasa, 14/05/2019 16:12 0

Suriah

Pejuang Suriah Mulai Luncurkan Serangan Besar di Pedesaan Hama

Koresponden portal Enabbaladi.net melaporkan bahwa serangan itu diluncurkan dari berbagai poros di pedesaan Hama utara

Selasa, 14/05/2019 13:44 0

Close