... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Penyelesaian Konflik Agraria Tak Cukup dengan Pengembalian Tanah Warga

Foto: Kepala Departemen Advokasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Zenzi Suhadi.

KIBLAT.NET, Jakarta – Konflik agraria hingga saat ini masih terjadi di Indonesia dan diprediksi akan terus meningkat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Departemen Advokasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Zenzi Suhadi.

Penyelesaian konflik agraria ke depan, menurut Zen, tidak cukup dengan hanya mengembalikan tanah warga. Tetapi juga harus mengembalikan fungsi dan daya dukung ruang tersebut terhadap kehidupan manusia.

Dalam Nawacita Jokowi 2014, WALHI melihat adanya pengakuan negara bahwa konflik agraria benar terjadi dan terus bergulir di Indonesia. Selain itu, WALHI juga menangkap adanya niat pemerintah untuk mengurangi ketimpangan lahan.

Namun setelah 4 tahun, evaluasi WALHI menunjukkan bahwa konflik agraria di Indonesia tak kunjung usai. Mereka menangkap ada beberapa pokok permasalahan yang membuat penyelesaian konflik pertanahan terhambat.

Salah satunya, konflik agraria disebabkan oleh perampasan tanah berbarengan dengan penggunaan kekuasaan negara di berbagai tingkatan. Dari kades, bupati, gubernur, hingga kmenterian.

“Dalam perampasannya menggunakan kekuasaan, tetapi dalam proses penyelesaiannya mendorong (lewat) legal formal atau hukum. Jadi, (menggunakan) 2 tingkatan yang berbeda,” kata Zenzi di kantor Komnas HAM pada Selasa (14/05/2019) sore.

Selain itu, menurutnya penyimpangan doktrin hak atas tanah di masyarakat juga menjadi penghambat selesainya konflik pertanahan. Menurut WALHI, dewasa ini publik dipaksa mengamini bahwa masyarakat hanya berhak atas lahan 1 atau 2 hektare saja.

“Dan doktrin bahwa relasi antara tanah dengan manusia itu hanya dalam bentuk sertifikat,” imbuhnya

BACA JUGA  HNW Tegaskan Penersangkaan Ustadz Bachtiar Nasir Bentuk Kriminalisasi Ulama

Zen mengatakan, pihaknya ingin mendorong penyelesaian konflik agraria agar lebih komprehensif. Hal ini supaya dampak-dampak dari konflik agraria bisa dikembalikan atau dipulihkan.

“Penyelesaian konflik agraria harapan kami tidak hanya mengembalikan ruang rakyat yang terampas selama itu, tetapi juga bagaimana menghentikan pertumbuhan konflik itu sendiri. Bagaimana menghentikan penerbitan izin yang baru,” pungkas Zen.

Reporter: Qoid
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Timur Tengah

Google Blokir Aplikasi yang Tampilkan Tausiyah Syaikh Al-Qaradawi

Google telah memblokir sebuah toko online untuk mengunduh aplikasi gratis yang menampilkan pengantar yang ditulis oleh Yusuf Al-Qaradawi yang berbasis di Qatar.

Rabu, 15/05/2019 11:20 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Sesama Mujahid, Jangan Su’udzan!

KIBLAT.NET –¬†Ust. Abu Rusydan: Sesama Mujahid, Jangan Su’udzan!¬†Kajian ini melanjutkan pembahasan tentang bahaya su’udzan bagi...

Rabu, 15/05/2019 10:44 0

Video News

Arie Untung Tanggapi Kasus yang Menimpa UBN

KIBLAT – JAKARTA , Arie Untung menanggapi kasus yang menimpa Ustadz Bachtiar Nasir. Menurutnya, UBN...

Rabu, 15/05/2019 10:39 0

Khazanah

Hari Kesepuluh Ramadhan, Wafatnya Ummul Mukminin Sayyidah Khadijah

Pada tanggal 10 Ramadhan tahun kesepuluh dari kenabian terjadi peristiwa 'Am Al-Huzni (Tahun Kesedihan). Setelah sebelumnya Rasulullah kehilangan sosok paman yang selalu melindunginya , secara berurutan, Rasulullah kehilangan istri tercinta, Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza.

Rabu, 15/05/2019 10:37 0

Amerika

Pompeo Tegaskan AS Tak Berupaya Perang dengan Iran

Khamenei menekankan bahwa konfrontasi antara Teheran dan Washington adalah ujian kehendak dan bukan konfrontasi militer

Rabu, 15/05/2019 09:50 0

Wilayah Lain

Detik-detik Massa Anti-Islam Serang Masjid dan Toko di Sri Lanka

Saksi mata mengatakan bahwa selain masjid agung, massa menyerang 17 toko dan 50 rumah milik muslim.

Rabu, 15/05/2019 08:36 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc : Baca Al Quran Sebaiknya Keras atau Pelan?

KIBLAT.NET- Dalam membaca Al Quran, sebaiknya kita membacanya dengan keras atau pelan-pelan saja? Yuk simak...

Rabu, 15/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Lawan Nafsu di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Ramadhan harusnya saatnya kita melawan sosok yang sangat jahat dan kuat. Apakah sosok itu?...

Selasa, 14/05/2019 17:30 0

Timur Tengah

Kapal Tanker Milik Arab Saudi Diserang di Teluk Persia

Akibatnya, harga minyak mentah Brent naik $ 1,15 menjadi $ 71,77 pada hari Senin karena kekhawatiran tentang pasokan meningkat.

Selasa, 14/05/2019 16:12 0

Suriah

Pejuang Suriah Mulai Luncurkan Serangan Besar di Pedesaan Hama

Koresponden portal Enabbaladi.net melaporkan bahwa serangan itu diluncurkan dari berbagai poros di pedesaan Hama utara

Selasa, 14/05/2019 13:44 0

Close