... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Konflik Agraria Terjadi Karena Tumpang Tindih Peraturan

Foto: Konflik agraria.

KIBLAT.NET, Jakarta – Komnas HAM mengaku telah menerima 196 laporan terkait konflik pertanahan sejak 2018 hingga 2019. Namun, tak satupun kasus yang sudah ditangani atau diselesaikan oleh pemerintah.

Komisioner Komnas HAM ,Amiruddin memaparkan bahwa menurut laporan-laporan yang masuk ke Komnas HAM, ada beberapa klasifikasi penyebab sengketa dan konflik agraria. Salah satunya adalah perampasan lahan secara sewenang-wenang.

Seorang pengadu pernah menyampaikan pada Komnas HAM bahwa ia harus kehilangan lahan yang telah ditempati oleh keluarganya secara turun menurun. Tanpa ada masalah apapun sebelumnya, tiba-tiba lahannya tersebut telah diubah menjadi kebun sawit dan dinyatakan sebagai milik sebuah perusahaan.

“Dia bingung, sejak alam berkembang dia sudah disitu nenek moyangnya, tiba-tiba orang perusahaan datang mengklaim dan menyuruh dia pergi. Dalam masalah seperti itu masyarakat tentu kaget dan memperjuangkan haknya. Ini salah satu yang muncul dari sengketa pertanahan,”tutur Amir dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM pada Selasa (15/05/2019) sore.

Komnas HAM juga menyinggung adanya tumpang tindih aturan. Yaitu soal izin regulasi, izin tata ruang, dan izin konsesi. Menurutnya, jika pemerintah benar-benar berniat menyelesaikan konflik agraria, maka yang harus dibuat dan dikaji mendalam adalah soal penataan regulasi.

Tumpang tindih izin ini juga yang dinilai sering menyebabkan adanya ‘lempar-lempar tanggungjawab’ oleh para pejabat. Melihat hal itu, Amiruddin melihat adanya kebutuhan untuk penataan peta izin ini.

BACA JUGA  Ketimpangan Ekonomi Jadi Alasan Pemerintah Pindahkan Ibu Kota

“Karena kerap kali Bupati bilang ini tanggungjawab Gubernur lalu Gubernur bilang tanggung jawab Jakarta. Jakartanya bilang, itu Bupati. Lalu siapa yang bertanggungjawab? Ini laporan yang masuk ke Komnas HAM,”kata Amiruddin.

“Izin kan pada dasarnya memberikan otoritas pada suatu lembaga, siapa yang memberikan otoritas. Otoritas ada tanggung jawab didalamnya, kalau terjadi sesuatu yang memberi izin harusnya tanggung jawab. Jadi tidak lepas tangan,”imbuhnya.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wilayah Lain

Detik-detik Massa Anti-Islam Serang Masjid dan Toko di Sri Lanka

Saksi mata mengatakan bahwa selain masjid agung, massa menyerang 17 toko dan 50 rumah milik muslim.

Rabu, 15/05/2019 08:36 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc : Baca Al Quran Sebaiknya Keras atau Pelan?

KIBLAT.NET- Dalam membaca Al Quran, sebaiknya kita membacanya dengan keras atau pelan-pelan saja? Yuk simak...

Rabu, 15/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Lawan Nafsu di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Ramadhan harusnya saatnya kita melawan sosok yang sangat jahat dan kuat. Apakah sosok itu?...

Selasa, 14/05/2019 17:30 0

Timur Tengah

Kapal Tanker Milik Arab Saudi Diserang di Teluk Persia

Akibatnya, harga minyak mentah Brent naik $ 1,15 menjadi $ 71,77 pada hari Senin karena kekhawatiran tentang pasokan meningkat.

Selasa, 14/05/2019 16:12 0

Suriah

Pejuang Suriah Mulai Luncurkan Serangan Besar di Pedesaan Hama

Koresponden portal Enabbaladi.net melaporkan bahwa serangan itu diluncurkan dari berbagai poros di pedesaan Hama utara

Selasa, 14/05/2019 13:44 0

Amerika

AS Tinjau Ulang Hubungan dengan Negara-negara Anti-Zionis

Carr mengatakan negara-negara yang diduga ada indikasi ke arah sana akan menghadapi tanya jawab secara jujur apa adanya dengan pejabat-pejabat AS yang dilakukan secara rahasia.

Selasa, 14/05/2019 13:30 0

News

Jejak Islam di Sisilia: Keramahan yang Turun-temurun

Pulau Mediterania -di mana Palermo adalah ibu kotanya- menjadi benteng Muslim selama sekitar 200 tahun antara abad kesembilan dan 11. Tempat itu masih memiliki tanda sejarah Islam, baik secara fisik maupun budaya.

Selasa, 14/05/2019 11:59 0

Palestina

Sensus: Jumlah Warga Palestina Bertambah Tujuh Kali Lipat

Sensus ini dilakukan dua hari sebelum ulang tahun Nakba ke-71.

Selasa, 14/05/2019 11:12 0

Asia

Sri Lanka Memanas Setelah Masjid dan Toko Muslim Diserang

Polisi mengatakan ada insiden pelemparan batu dan membakar sepeda motor dan mobil milik umat Islam. "Beberapa toko telah diserang," kata seorang perwira polisi senior kepada AFP.

Selasa, 14/05/2019 10:53 0

Khazanah

Hari Kesembilan Ramadhan, Perang Bilath Syuhada, Kalah Karena Cinta Dunia

Pada hari kesembilan bulan Ramadhan yang penuh berkah pada tahun 114 H terjadi pertempuran Bilath al-Syuhada’ di negeri Perancis. Perang ini terjadi diantara kota Tur dan Bawatiyah (Tours dan Poitiers).

Selasa, 14/05/2019 09:00 0

Close