... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

HTS: Ruang Operasi Gabungan Faksi-Faksi Luncurkan Operasi Perdana

Foto: Pejuang HTS

KIBLAT.NET, Idlib – Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) mengatakan bahwa pertempuran di pedesaan Hama yang diluncurkan pada Senin lalu merupakan langkah pertama ruang operasi bersatu yang dibentuk oleh faksi-faksi pejuang beberapa hari lalu.

Komandan militer HTS, Abu Zubair Al-Syami, menunjukkan pada Selasa (14/05/2019) bahwa faksi-faksi menggelar operasi militer gabungan yang bertolak lebih dari satu poros untuk menargetkan titik-titik militer Assad di pedesaan Hama utara. Ini merupakan operasi gabungan pertama setelah sekian lama operasi semacam itu gagal dibentuk akibat perbedaan pandangan antara faksi pejuang.

“Hasil paling besar selama operasi ini berpindahnya pertempuran ke wilayah kontrol rezim dan menipisnya pasukan Assad,” kata Syami seperti dinukil Enabbaladi.net dari kantor berita afiliasi HTS, Iba’.

Ia menjelaskan, setidaknya 24 tentara rezim tewas di poros Al-Hamayat. Mereka berasal dari satuan Brigade Lima dan Brigade Dua. Selain itu, puluhan lainnya luka-luka.

Faksi-faksi militer oposisi Suriah, Senin malam lalu, meluncurkan serangan balik dari tiga poros di pedesaan Hama, yaitu poros Kafr Nabudah, Al-Hamayat dan Taltah.

Pejuang meraih kemajuan namun tidak berlangsung lama. Sementara informasi yang beredar menyebutkan banyaknya tentara rezim yang tewas dan kendaraan militer mereka hancur akibat serangan balik ini.

Sumber militer Free Syrian Army (FSA) mengatakan bahwa faksi-faksi belum menghentikan operasi. Ia mengisyaratkan, beberapa jam ke depan akan ada aksi serangan balik serupa.

BACA JUGA  Laporan: Sistem Rudal S-400 Rusia Gagal Deteksi Jet Tempur Rusia

Kepada Enabbaladi.net, sumber itu menjelaskan bahwa strategi pejuang saat ini menggulirkan pertempuran sengit dan memberi kerugian pasukan dalam jumlah besar di barisan musuh. Pejuang tidak fokus merebut atau menduduki wilayah.

Sementara itu, serangan udara masih berlanjut. Sampai saat ini, total korban akibat eskalasi terakhir rezim Assad dan Rusia sebanyak 455 sipi, 139 di antaranya anak-anak.

Dalam perkembangan terakhir tentang Idlib, presiden Turki dan Rusia Recep Tayyip Erdogan dan Vladimir Putin membahas situasi saat ini di provinsi tersebut.

Presiden Turki mengatakan bahwa rezim Suriah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan dari pelanggaran gencatan senjata di wilayah zona de-eskalasi di Idlib selama dua pekan terakhir. Ia menambahkan bahwa rezim berupaya menyabot kerjasama Turki-Rusia di Idlib dan merusak “negosiasi Astana.”

Menteri Pertahanan Turki Khulosi Akkar membahas perkembangan terakhir di provinsi itu melalui telepon dengan koleganya dari Rusia, Sergei Shweigo. Keduanya membahas langkah-langkah yang harus diambil untuk meredakan ketegangan di kawasan itu “dalam lingkup perjanjian Sochi.”

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

TKN Millenial Klaim Kartu Indonesia Pintar Turunkan Pernikahan Dini

KIBLAT.NET, Jakarta – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Millenial, Lathifa Al Anshori mengklaim bahwa...

Rabu, 15/05/2019 14:18 0

Indonesia

Tuduhan Makar Dinilai Serampangan, Rezim Ini Sudah Mirip Orde Baru?

Banyaknya pengkritik yang dijerat dengan pasal makar membuat beberapa pihak memeandang rezim ini seperti ingin mencontoh Rezim Orba.

Rabu, 15/05/2019 13:52 0

Indonesia

UBN Dilaporkan Kasus Makar Bersama Enam Orang Lainnya, Siapa Saja Mereka?

Keenam orang tersebut diduga menyerukan ajakan untuk melakukan people power.

Rabu, 15/05/2019 13:35 0

Indonesia

Politisi Nasdem Klaim Kartu Sakti Jokowi Solusi Bagi Millenial

KIBLAT.NET, Jakarta – Politisi muda Partai Nasional Demokrasi (NASDEM), Lathifa Al Anshori mengakui selama hampir...

Rabu, 15/05/2019 13:24 0

Indonesia

Penyelesaian Konflik Agraria Tak Cukup dengan Pengembalian Tanah Warga

Penyelesaian konflik agraria ke depan, menurut Zen, tidak cukup dengan hanya mengembalikan tanah warga. Tetapi juga harus mengembalikan fungsi dan daya dukung ruang tersebut terhadap kehidupan manusia.

Rabu, 15/05/2019 13:15 0

Indonesia

Soal Wacana Tenaga Pengajar Asing, Jubir Millenial TKN: Sebatas Dosen Tamu

TKN mulai angkat bicara terkait rencana Menko PMK Puan Maharani mengimpor pengajar.

Rabu, 15/05/2019 13:06 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Sesama Mujahid, Jangan Su’udzan!

KIBLAT.NET – Ust. Abu Rusydan: Sesama Mujahid, Jangan Su’udzan! Kajian ini melanjutkan pembahasan tentang bahaya su’udzan bagi...

Rabu, 15/05/2019 10:44 0

Indonesia

Solidaritas Palestina, Warga Cilacap Sumbangkan Dua Unit Sepeda Motor

Donasi diserahkan dalam rangkaian kegiatan Ramadhan Peduli Kemanusiaan (RPK) Onecare

Rabu, 15/05/2019 10:44 0

Video News

Arie Untung Tanggapi Kasus yang Menimpa UBN

KIBLAT – JAKARTA , Arie Untung menanggapi kasus yang menimpa Ustadz Bachtiar Nasir. Menurutnya, UBN...

Rabu, 15/05/2019 10:39 0

Khazanah

Hari Kesepuluh Ramadhan, Wafatnya Ummul Mukminin Sayyidah Khadijah

Pada tanggal 10 Ramadhan tahun kesepuluh dari kenabian terjadi peristiwa 'Am Al-Huzni (Tahun Kesedihan). Setelah sebelumnya Rasulullah kehilangan sosok paman yang selalu melindunginya , secara berurutan, Rasulullah kehilangan istri tercinta, Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza.

Rabu, 15/05/2019 10:37 0

Close