... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Google Blokir Aplikasi yang Tampilkan Tausiyah Syaikh Al-Qaradawi

Foto: Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi

KIBLAT.NET, Doha – Google telah memblokir sebuah toko online untuk mengunduh aplikasi gratis yang menampilkan pengantar yang ditulis oleh Yusuf Al-Qaradawi yang berbasis di Qatar. Al-Qaradawi sendiri dianggap sebagai ulama Ikhwanul Muslimin.

Aplikasi Euro Fatwa, yang dikembangkan oleh Dewan Eropa untuk Fatwa dan Penelitian (ECFR), menawarkan kepada pengguna panduan yang sederhana dan ringkas bagi Muslim Eropa untuk mematuhi aturan dan tata cara Islam sesuai posisi mereka sebagai warga negara. Aplikasi juga berisi panduan tentang kekhususan hukum, adat dan budaya masyarakat Eropa.

ECFR, yang berbasis di Dublin, meluncurkan aplikasi bulan lalu menjelang Ramadhan. Aplikasi ini masih tersedia di App Store Apple ketika Arab News mengakses situs tersebut.

Dalam pengantar aplikasi, ulama kelahiran Mesir menyinggung anti-Yahudi saat membahas fatwa sebelumnya, atau keputusan tentang hukum Islam. Al-Qaradawi, yang telah tinggal di Qatar sejak 1961, dilarang masuk ke Inggris dan Prancis karena memuji pandangan ekstremis.

“Meskipun kami tidak dapat mengomentari aplikasi individual, kami akan mengambil tindakan cepat terhadap aplikasi apa pun yang melanggar kebijakan kami setelah kami diberitahu tentangnya, termasuk yang mengandung pidato kebencian,” kata juru bicara Google kepada Arab News.

Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir telah menempatkan Al-Qaradawi dalam daftar teror untuk dukungannya terhadap Ikhwanul Muslimin dan mendukung kekerasan di Timur Tengah. AS sedang mempertimbangkan penunjukan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris, yang akan menjatuhkan sanksi ekonomi dan perjalanan terhadap kelompok politik Islam itu.

BACA JUGA  Konferensi Internasional IM 2019 Ditutup, Ini Rokemendasi yang Dilahirkan

Al-Qaradawi telah membenarkan pemboman bunuh diri, terutama di Palestina – bahkan menggambarkan kesyahidan sebagai bentuk jihad yang lebih tinggi di situs webnya/ Al-Qaradawi secara terbuka melawan orang Yahudi sebagai sebuah komunitas.

Dalam salah satu pernyataannya terhadap orang-orang Yahudi, Al-Qaradawi mengatakan pada bulan Januari 2009: “Ya Allah, ambillah musuh-musuhmu, musuh-musuh Islam … Ya Tuhan, ambillah agresor Yahudi yang berbahaya … Ya Tuhan, hitung jumlah mereka , bunuh mereka satu per satu dan tidak ada yang tersisa.”

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Sesama Mujahid, Jangan Su’udzan!

KIBLAT.NET – Ust. Abu Rusydan: Sesama Mujahid, Jangan Su’udzan! Kajian ini melanjutkan pembahasan tentang bahaya su’udzan bagi...

Rabu, 15/05/2019 10:44 0

Indonesia

Solidaritas Palestina, Warga Cilacap Sumbangkan Dua Unit Sepeda Motor

Donasi diserahkan dalam rangkaian kegiatan Ramadhan Peduli Kemanusiaan (RPK) Onecare

Rabu, 15/05/2019 10:44 0

Video News

Arie Untung Tanggapi Kasus yang Menimpa UBN

KIBLAT – JAKARTA , Arie Untung menanggapi kasus yang menimpa Ustadz Bachtiar Nasir. Menurutnya, UBN...

Rabu, 15/05/2019 10:39 0

Khazanah

Hari Kesepuluh Ramadhan, Wafatnya Ummul Mukminin Sayyidah Khadijah

Pada tanggal 10 Ramadhan tahun kesepuluh dari kenabian terjadi peristiwa 'Am Al-Huzni (Tahun Kesedihan). Setelah sebelumnya Rasulullah kehilangan sosok paman yang selalu melindunginya , secara berurutan, Rasulullah kehilangan istri tercinta, Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza.

Rabu, 15/05/2019 10:37 0

Indonesia

Komunitas Pemuda Islam Al Fath Tabanan Bali Gelar Buka Puasa Bersama Napi

Jarang sekali ada lembaga atau organisasi yang mau bersilaturahmi ke Lapas Tabanan, terutama mengunjungi para napi muslim

Rabu, 15/05/2019 10:15 0

Indonesia

Konflik Agraria Terjadi Karena Tumpang Tindih Peraturan

Komnas HAM mengaku telah menerima 196 laporan terkait konflik pertanahan sejak 2018 hingga 2019. Namun, tak satupun kasus yang sudah ditangani atau diselesaikan oleh pemerintah.

Rabu, 15/05/2019 08:45 0

Indonesia

Pakar Pidana Tegaskan UU Perlindungan Data Pribadi Harus Segera Selesai

Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menilai bahwa undang-undang yang secara khusus mengatur data pribadi harus segera selesai.

Rabu, 15/05/2019 07:35 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc : Baca Al Quran Sebaiknya Keras atau Pelan?

KIBLAT.NET- Dalam membaca Al Quran, sebaiknya kita membacanya dengan keras atau pelan-pelan saja? Yuk simak...

Rabu, 15/05/2019 05:00 0

Indonesia

Komnas HAM: Konflik Agraria Selesai Jika Hak Rakyat Dikembalikan

Komnas HAM pun mempertanyakan langkah kongkrit apa yang akan diambil pemerintah dalam menyelesaikan masalah yang ada

Rabu, 15/05/2019 00:21 0

Indonesia

Pakar Pidana: Permintaan Maaf Ulin Yusron Bisa Jadi Petunjuk Kepolisian

ia menolak jika permintaan maaf dari Ulin Yusron lantas menghilangkan pertanggungjawaban pidana.

Rabu, 15/05/2019 00:13 0

Close