... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Detik-detik Massa Anti-Islam Serang Masjid dan Toko di Sri Lanka

Foto: Polisi Patroli di kota yang dilanda kekerasan anti-muslim di Sri Lanka [foto: Reuters]

KIBLAT.NET, Kotambita – Tentara berkendaraan lapis baja, Selasa (14/05/2019), berpatroli di kota-kota yang dilanda kekerasan terhadap warga muslim Sri Lanka, pekan ini. Sementara itu, warga muslimah disembunyikan di sawah untuk menghindari serangan massa Kristen.

Pihak berwenang mengatakan situasi di bagian utara negara yang paling parah dilanda kekerasan anti-muslim, pekan ini, sudah mulai terkendali. Kerumunan massa anti-muslim terpantau berpindah ke kota lain pasca insiden Ahad lalu.

Seorang lelaki muslim tewas ditikam dan massa menyerang masjid-masjid serta membakar Al-Quran pada Ahad lalu. Penyerangan ini disinyalir efek bom Paskah yang menargetkan hotel dan gereja bulan lalu dan menewaskan 250 orang, beberapa di antaranya warga asing.

Salah seorang yang berjaga di depan masjid di kota Kotambita mengatakan kepada Reuters bahwa saat ini muslimah-muslimah disembunyikan di sawah terdekat. Oleh karena itu, tak ada satu pun dari muslimah yang menjadi sasaran massa. Masjid yang dijaga itu jendela dan pintunya tampak hancur.

Warga yang berjaga itu menceritakan detik-detik penyerangan Ahad lalu. Menurut keterangan mereka, insiden bermula saat sekelompok massa terdiri 12 orang tiba dengan taksi. Mereka turun dari taksi dan menyerang sebuah toko milik warga muslim dengan batu. engan cepat massa bertambah 200 orang dan terus bertambah hingga mencapai 1000 massa lebih.

Saksi mata mengatakan bahwa selain masjid agung, massa menyerang 17 toko dan 50 rumah milik muslim.

BACA JUGA  Sri Lanka Awasi Ketat Khotbah Jumat

Salah satu pedagang, Abdu Bari (48), menuturkan kepada Reutes bahwa toko kecilnya untuk berjualan bata hangus terbakar oleh bom molotov. Riban massa itu datang mengendarai motor dan membawa pentungan serta pedang.

Pedagang muslim lainnya, Muhammad Falil (47), menuduh polisi tidak berbuat apa-apa saat massa menyerang. Pedagang cat mobil itu menunjukkan bahwa saat kejadian ada petugas yang berjaga di jalan. Namun pihak berwenang itu tidak berbuat apa-apa untuk menghentikan massa. Mereka hanya meminta kami untuk masuk.

Juru bicara kepolisian, Rowan Jenskira, membantah tuduhan bahwa polisi diam saja ketika kekerasan menyebar. Dia mengatakan situasi keamanan terkendali dan para pelaku akan dihukum.

“Semua petugas polisi diperintahkan untuk bertindak tegas terhadap para penyerang dan bahkan menggunakan kekuatan maksimum. Penyerang akan menghadapi tuntutan penjara 10 tahun,” katanya kepada Reuters.

Polisi mengaku telah menangkap 23 orang dari seluruh negeri dengan tuduhan menghasut kekerasan terhadap Muslim.

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan pada Senin malam bahwa ia telah memberi wewenang kepada pasukan keamanan untuk menangani dengan kuat orang-orang yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadap Muslim.

Jam malam yang diberlakukan berlanjut untuk malam kedua. Jam larangan keluar itu berlaku mulai pukul 9 malam hingga 4 pagi.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pakar Pidana Tegaskan UU Perlindungan Data Pribadi Harus Segera Selesai

Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menilai bahwa undang-undang yang secara khusus mengatur data pribadi harus segera selesai.

Rabu, 15/05/2019 07:35 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc : Baca Al Quran Sebaiknya Keras atau Pelan?

KIBLAT.NET- Dalam membaca Al Quran, sebaiknya kita membacanya dengan keras atau pelan-pelan saja? Yuk simak...

Rabu, 15/05/2019 05:00 0

Indonesia

Komnas HAM: Konflik Agraria Selesai Jika Hak Rakyat Dikembalikan

Komnas HAM pun mempertanyakan langkah kongkrit apa yang akan diambil pemerintah dalam menyelesaikan masalah yang ada

Rabu, 15/05/2019 00:21 0

Indonesia

Pakar Pidana: Permintaan Maaf Ulin Yusron Bisa Jadi Petunjuk Kepolisian

ia menolak jika permintaan maaf dari Ulin Yusron lantas menghilangkan pertanggungjawaban pidana.

Rabu, 15/05/2019 00:13 0

Indonesia

Ulin Yusron Sebar Data Pribadi, Pakar Pidana: Itu Tindakan Melawan Hukum

Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menegaskan bahwa tindakan Ulin Yusron yang menyebarkan data pribadi seseorang adalah tindakan melawan hukum.

Selasa, 14/05/2019 23:54 0

Indonesia

Prabowo Sebut Akan Buat Surat Wasiat, Begini Kata BPN

"Saya akan kumpulkan ahli hukum, saya akan membuat surat wasiat saya" kata Prabowo

Selasa, 14/05/2019 22:50 0

Indonesia

Prabowo: Saya Menolak Hasil Penghitungan yang Curang

"Yang jelas sikap saya adalah saya akan menolak hasil penghitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidakadilan, ketidakbenaran, dan ketidak jujuran"

Selasa, 14/05/2019 22:31 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Lawan Nafsu di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Ramadhan harusnya saatnya kita melawan sosok yang sangat jahat dan kuat. Apakah sosok itu?...

Selasa, 14/05/2019 17:30 0

Indonesia

Kembali Digelar, Ini yang Spesial dari Hijrah Fest Ramadhan

Sukses saat gelaran perdana di tahun 2018, Hijrah Fest hadir kembali di tahun ini. Masih di lokasi yang sama, Jakarta Convention Center, Jakarta. Tepatnya Hall A dan B.

Selasa, 14/05/2019 17:07 0

Indonesia

Saat Jalani Pemeriksaan Dugaan Makar, Eggi Sudjana Ditangkap

"Penyidik bilang hasil gelar perkara tanggal 7 Mei. Artinya keputusan penangkapan sudah keluar sebelum Eggi diperiksa kemarin, jadi seperti berburu di kebun binatang," ujar Katiri melalui sambungan telepon.

Selasa, 14/05/2019 16:50 0

Close