... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sri Lanka Memanas Setelah Masjid dan Toko Muslim Diserang

Foto: Massa menyerang masjid Abbraar di Kiniyama, salah satu dari sejumlah insiden kekerasan antara orang Kristen dan Muslim di Sri Lanka [Dinuka Liyanawatte / Reuters]

KIBLAT.NET, Colombo – Sri Lanka telah memberlakukan jam malam nasional setelah pecahnya kekerasan komunal terburuk sejak pemboman Paskah yang mematikan.

Seorang lelaki Muslim dilaporkan tewas pada hari Senin (13/05/2019), menjadikannya korban jiwa pertama dalam serangan balasan atas serangan Paskah.

“Pria 45 tahun itu meninggal tak lama setelah masuk ke sebuah rumah sakit di distrik Puttalam selama kerusuhan anti-Muslim,” kata polisi kepada kantor berita AFP.

Polisi memberlakukan jam malam dari jam 9 malam waktu setempat (15:30 GMT) sampai jam 4 pagi. Para pejabat mengatakan bahwa jam malam untuk mencegah meningkatnya kekerasan, setelah hari kedua kerusuhan anti-Muslim di negara itu.

Jam malam sebelumnya terbatas pada daerah-daerah tertentu di mana serangan telah terjadi, termasuk distrik Puttalam, Kurunegala dan Gamphala dekat Colombo.

Penduduk di wilayah Muslim di Provinsi Barat Laut mengatakan, massa menyerang masjid dan merusak toko-toko milik Muslim di hari kedua pada hari Senin.

“Ada ratusan perusuh, polisi dan tentara hanya menonton. Mereka telah membakar masjid kami dan menghancurkan banyak toko milik umat Islam,” kata seorang warga, yang meminta tidak disebutkan namanya, kepada kantor berita Reuters.

“Ketika kami mencoba keluar dari rumah kami, polisi memberi tahu kami untuk tetap di dalam.”

Polisi mengatakan ada insiden pelemparan batu dan membakar sepeda motor dan mobil milik umat Islam. “Beberapa toko telah diserang,” kata seorang perwira polisi senior kepada AFP.

“Ketika massa mencoba menyerang masjid, kami menembak di udara dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan mereka.”

Minelle Fernandez dari Al Jazeera, melaporkan dari Habarana, mengatakan kekerasan bersifat lokal dan sporadis.

“Selama 24 jam terakhir ada jam malam polisi setempat untuk menampung ketegangan antara umat Kristen dan Muslim di daerah-daerah tertentu,” katanya.

Sri Lanka untuk sementara waktu melarang beberapa jaringan media sosial dan aplikasi pengiriman pesan, termasuk Facebook dan WhatsApp, setelah sebuah posting memicu kerusuhan anti-Muslim di beberapa kota.

Kelompok-kelompok Kristen melemparkan batu ke masjid-masjid dan toko-toko milik Muslim di kota Chilaw yang mayoritas penduduknya Kristen pada hari Ahad sebagai bentuk kemarahan atas postingan Facebook oleh penjaga toko.

“Jangan tertawa lagi, 1 hari kamu akan menangis,” bunyi postingan di Facebook yang dibuat penjaga toko Muslim. Umat Kristen setempat menganggapnya sebagai peringatan akan serangan yang akan datang.

Massa menghancurkan toko pria itu dan merusak sebuah masjid di dekatnya yang mendorong pasukan keamanan menembak ke udara untuk membubarkan kerumunan.

Pihak berwenang mengatakan mereka menahan penulis postingan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Abdul Hameed Mohamed Hasmar (38 tahun) serta sekelompok pria di distrik Kurunegala di dekatnya karena dituduh menyerang bisnis milik Muslim.

Umat Muslim menempati sekitar 10 persen dari 21 juta populasi mayoritas Buddha di Sri Lanka dan Kristen sekitar 7,6 persen.

Sri Lanka berada di ujung tanduk sejak serangan 21 April oleh pembom bunuh diri Muslim di tiga hotel dan tiga gereja yang menewaskan sedikitnya 257 orang.

Kelompok hak asasi Amnesty International mengatakan ada “tren serangan yang mengkhawatirkan terhadap komunitas Muslim yang keluar dari Sri Lanka” setelah pemboman Paskah.

Badan ulama utama negara itu, All Ceylon Jamiyyathul Ulama (ACJU), mengatakan ada peningkatan kecurigaan terhadap Muslim.

“Kami menyerukan kepada anggota komunitas Muslim untuk lebih sabar dan menjaga tindakan Anda dan menghindari posting atau hosting yang tidak perlu di media sosial,” kata ACJU.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Indonesia Murojaah Gelar Tarawih 5 Juz Setiap Malam

Program ini bertujuan untuk memutqinkan hafalan para penghafal Quran

Selasa, 14/05/2019 10:42 0

Indonesia

Fahri Hamzah Sebut Negara Biang Kerok Terorisme

"Terorisme dibuat oleh negara untuk kepentingan negara. Agama hanya dijadikan dalih seolah agama permisif atas terorisme padahal negara produsennya" kata Fahri

Selasa, 14/05/2019 10:17 0

Khazanah

Hari Kesembilan Ramadhan, Perang Bilath Syuhada, Kalah Karena Cinta Dunia

Pada hari kesembilan bulan Ramadhan yang penuh berkah pada tahun 114 H terjadi pertempuran Bilath al-Syuhada’ di negeri Perancis. Perang ini terjadi diantara kota Tur dan Bawatiyah (Tours dan Poitiers).

Selasa, 14/05/2019 09:00 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan: Jangan Jadikan Rumahmu Kuburan

KIBLAT.NET- Rumah apakah yang disebut dengan rumah kuburan? Apakah rumah kita adalah rumah kuburan? Yuk...

Selasa, 14/05/2019 05:13 0

Khazanah

Musuh Islam yang Tumbang di Bulan Ramadhan, Abu Thohir Al-Qirmithi Penjagal Jamaah Haji

Musuh Islam yang Tumbang di Bulan Ramadhan, Abu Thohir Al-Qirmithi Penjagal Jamaah Haji

Senin, 13/05/2019 21:01 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Nama Surga untuk Orang yang Berpuasa

KIBLAT.NET- Apakah janji Allah untuk mereka yang berpuasa? Apakah nama surga untuk mereka yang mengerjakan...

Senin, 13/05/2019 17:30 0

Indonesia

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Fahri Hamzah: Satu Nyawa Itu Mahal Harganya

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Fahri Hamzah  mengkritik soal...

Senin, 13/05/2019 16:39 0

Indonesia

Berikut Hasil Investigasi Kemenkes Terkait Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS

Investigasi tersebut merupakan kerjasama antara Kemenkes dengan dinas kesehatan dan tenaga kesehatan di daerah.

Senin, 13/05/2019 16:09 0

Indonesia

Fahri Hamzah: KPU Tak Perlu Takut Investigasi Kematian Petugas KPPS

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tetap meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak perlu ketakutan dengan upaya masyarakat untuk melakukan investigasi terhadap meninggalnya petugas kpps

Senin, 13/05/2019 15:52 0

Indonesia

Kemendagri Belum Ambil Keputusan Terkait Perpanjangan Izin FPI

Hal ini terkait ijin FPI yang akan berakhir pada Juni 2019 nanti.

Senin, 13/05/2019 15:08 0

Close