Sensus: Jumlah Warga Palestina Bertambah Tujuh Kali Lipat

KIBLAT.NET, Al-Quds – Biro Statistik Pusat (BPS) Palestina mengatakan pada Senin (13/05/2019) bahwa jumlah warga Palestina bertambah sembilan kali lipat disbanding tahun 1948, saat peristiwa Nakba. Sensus ini dilakukan dua hari sebelum ulang tahun Nakba ke-71.

“Jumlah total warga Palestina di dunia pada akhir 2018 sekitar 13,1 juta, yang menunjukkan bahwa jumlah mereka berlipat-lipat sejak peristiwa Nakba 1948,” kata BPS Palestina dalam pernyataannya yang dilansir Reuters.

Pernyataaan itu menunjukkan, separuh lebih dari populasi itu tinggal di dalam wilayah Palestina dengan jumlah sebanyak 6,48 juta. Sementara sisanya tersebar di berbagai negara. Mereka hidup sebagai pengungsi.

PBS menjelaskan bahwa berdasarkan perkiraan populasi di akhir 2018, jumlah warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat (termasuk di dalamnya Al-Quds) sebanyak 2,95 juta jiwa. Sementara di Jalur Gaza sebanyak 1,96 juta jiwa.

“Menurut data ini, Palestina membentuk sekitar 49 persen dari populasi penghuni Palestina yang bersejarah, sementara orang-orang Yahudi membentuk 51 persen dari total populasi dan mengeksploitasi lebih dari 85 persen total wilayah Palestina bersejarah, yang berada di tempat 27 ribu kilometer persegi,” jelas laporan tersebut.

BPS melanjutkan, populasi Palestina tahun 1914, sebelum peristiwa Nakba, sekitar 690.000 jiwa. Jumlah Yahudi saat itu hanya delapan persen dari total populasi.

Pada peristiwa Nakba 1948, jumlah Yahudi meningkat sebanyak 2 juta yang membentuk 31,5 persen dari total populasi. Angka penduduk Yahudi terus meningkat setelah mereka yang tinggal di berbagai negara berbondong-bondong bermigrasi ke Palestina pasca terbentuknya negara Israel.

“Imigran Yahudi berbondong-bondong ke Palestina antara tahun 1932 dan 1939 dengan jumlah 225 ribu Yahudi dan antara tahun 1940 dan 1947 dengan jumlah 93.000 lebih,” jelas BPS.

Dengan demikian, sebanyak 318 ribu penghuni baru Yahudi di Palestina antara tahun 1932 hingga 1947, dan 540 ribu Yahudi antara 1948 hingga 1975.

BPS Palestina menggambarkan peristiwa Nakba menyebabkan warga Palestina terusir dari kampung halaman mereka. Mereka menghadapi pembersihan etnis, diusir dan rumah-rumah mereka dihancurkan, oleh Yahudi Israel.

Peristiwa itu membuat 800.000 lebih warga Pelestina terusir. Saat itu, populasi mereka sebanyak 1,4 juta jiwa.

Pernyataan itu menambahkan bahwa sebagian besar pemindahan berakhir di sejumlah negara-negara Arab di samping Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sementara ribuan lainnya mengungsi ke wilayah Palestina yang dijajah Israel. Seluruh rumah dan tanah yang ditinggalkan disita oleh penjajah.

Menurut BPS, saat periode Nakba Israel menduduki sebanyak 774 desa dan kota Palestina. Setidaknya 531 di antaranya dihancurkan untuk dijadikan kampung-kampung Yahudi.

Pembersihan ini disertai oleh pembantaian Zionis terhadap terhadap warga Palestina yang menyebabkan kematian lebih dari 15 ribu warga Palestina.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat