... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Fahri Hamzah Sebut Negara Biang Kerok Terorisme

Foto: Fahri Hamzah

KIBLAT.NET, Jakarta- Isu kebencian, permusuhan, perang serta terorisme di Indonesia selalu diidentikkan dengan agama tertentu, terutama agama Islam. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyangkal hal itu dan justru menyebut negara sebagai produsen terorisme.

Fahri Hamzah membantah bahwa anggapan agama adalah sumber kebencian dan permusuhan, serta perang. Menurutnya, hal itu hanya propaganda kelompok penjual senjata dan pemakan biaya pengamanan negara yang korup.

“Agama tidak berjalan dengan nalar merusak tetapi memperbaiki dan memelihara,” kata Fahri seperti dikutip website resminya fahrihamzah.com, Senin (13/05/2019).

Fahri lantas mengutip salah satu isi Al- Qur’an surat Al Maidah ayat 32. Arti ayat itu, “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.”

Fahri mengatakan agar negeri ini aman dan damai, maka negara harus berani tampil membela satu nyawa pun. Sebalinya, negara tidak boleh abai membiarkan satu nyawa pun hilang tanpa alasan yang benar.

“Kemanusiaan ditegakkan dengan cara melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darahnya,” jelasnya.

Jika komitmen kepada nyawa dan perlindungan kepada keselamatan manusia melemah, maka kata Fahri, Indonesia sedang dalam bahaya. Peradaban bangsa sedang jatuh ke titik yang paling rendah dan berada di awal musibah yang besar. “Karena hilangnya nyawa mulai dianggap lumrah dan biasa,” ujarnya.

BACA JUGA  Imajinasi Kolonial di Balik Budaya ‘Asli’ Nusantara

Pada zaman fitnah ini, agama sering dituduh menganjurkan pertumpahan darah. Sementara, Fahri menilai saat ini kita menyaksikan secara telanjang nyawa tumpah dan negara abai memberikan perlindungan. Bahkan untuk memberitahu penyebabnya pun negara abai. “Masihkah kita menuduh agama sebagai teroris?” ungkapnya.

Fahri pun menegaskan bahwa negara sebagai sumber terorisme. “Sekarang saya semakin melihat dan percaya, bahwa negaralah biang kerok terorisme. Agama hanyalah tertuduh yang difitnah. Terorisme dibuat oleh negara untuk kepentingan negara. Agama hanya dijadikan dalih seolah agama permisif atas terorisme padahal negara produsennya,” paparnya.

Dalam sejarah, agamalah yang mengajarkan nilai cinta dan persaudaraan. Akan tetapi negara datang dengan politik, permusuhan dan perang. Negara memicu industri senjata dan bersekongkol menciptakan pasar. Dari situ, agama dijadikan sebagai kambing hitam.

Fahri mengimbau para politisi harus waspada, agar jangan sampai Indonesia menjadi pasar senjata bagi terorisme yang menghantui. Selain itu dia juga mengingatkan agar negara ini tak menjadi pasar narkoba.

“Dan semua itu diselenggarakan secara korup. Maka, korupsi, terorisme dan narkoba menjadi rangkaian bisnis,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khazanah

Hari Kesembilan Ramadhan, Perang Bilath Syuhada, Kalah Karena Cinta Dunia

Pada hari kesembilan bulan Ramadhan yang penuh berkah pada tahun 114 H terjadi pertempuran Bilath al-Syuhada’ di negeri Perancis. Perang ini terjadi diantara kota Tur dan Bawatiyah (Tours dan Poitiers).

Selasa, 14/05/2019 09:00 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan: Jangan Jadikan Rumahmu Kuburan

KIBLAT.NET- Rumah apakah yang disebut dengan rumah kuburan? Apakah rumah kita adalah rumah kuburan? Yuk...

Selasa, 14/05/2019 05:13 0

Khazanah

Musuh Islam yang Tumbang di Bulan Ramadhan, Abu Thohir Al-Qirmithi Penjagal Jamaah Haji

Musuh Islam yang Tumbang di Bulan Ramadhan, Abu Thohir Al-Qirmithi Penjagal Jamaah Haji

Senin, 13/05/2019 21:01 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Nama Surga untuk Orang yang Berpuasa

KIBLAT.NET- Apakah janji Allah untuk mereka yang berpuasa? Apakah nama surga untuk mereka yang mengerjakan...

Senin, 13/05/2019 17:30 0

Suriah

Agresi Militer Ancam Idlib, Brigade Perlawanan Rakyat Dibentuk

Dua sekutu itu menggulirkan kampanye serangan besar-besaran untuk merebut wilayah yang sudah dibebaskan.

Senin, 13/05/2019 16:18 0

Suriah

Milisi Iran Larang Warga Maadan yang Hendak Shalat Tarawih

Milisi Syiah Iran di Madan, sebelah tenggara Raqqah, Suriah dilaporkan melarang warga untuk menjalankan shalat tarawih pada bulan Ramadhan. Menurut mereka, shalat itu tidak ada tuntunan dalam Islam.

Senin, 13/05/2019 14:36 0

Palestina

ACT Bagikan Lima Ratus Paket Berbuka Puasa untuk Palestina

KIBLAT.NET, Gaza –  Sejak hari pertama Ramadhan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berupaya memenuhi kebutuhan...

Senin, 13/05/2019 14:34 0

Khazanah

Hari Kedelapan Ramadhan, Kemenangan Tanpa Peperangan (Perang Tabuk)

Pada tanggal 8 Ramadhan tahun 9 H,bertepatan dengan 8 Desember 630 H, kaum Muslimin menyongsong pasukan Romawi hingga ke daerah yang bernama Tabuk. Sebelumnya, ketika Rasulullah mendengar adanya persiapan pasukan yang dilakukan Romawi pasca perang Mu'tah.

Senin, 13/05/2019 14:00 0

Amerika

Lembaga-lembaga Amal di AS Sumbang Jutaan Dolar ke Jaringan Islamofobia

Kelompok-kelompok anti Islam dan Muslim di AS dilaporkan telah mengumpulkan jutaan dolar Amerika dalam bentuk donasi atau sumbangan anonim yang disalurkan melalui sejumlah lembaga amal dan yayasan-yayasan keluarga.

Senin, 13/05/2019 12:40 0

Suara Pembaca

Jadi, Di Mana Salah UBN?

Oleh: Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA (Ketua MIUMI Aceh) Pemanggilan Ustadz Bachtiar Nasir (UBN)...

Senin, 13/05/2019 12:39 0

Close