... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Tinjau Ulang Hubungan dengan Negara-negara Anti-Zionis

Foto: AS-Israel

KIBLAT.NET, Washington – Utusan khusus AS untuk urusan “anti-Semitisme” Elan Carr mengumumkan pada hari Ahad (05/05/2019) pekan lalu bahwa pemerintah Donald Trump berencana untuk meninjau ulang dan merevisi hubungan diplomatik dengan negara-negara yang dianggap anti-Israel atau anti-Zionis. Menurut Carr, hal itu sebagai cara untuk memerangi anti-Semitisme.

Carr mengatakan negara-negara yang diduga ada indikasi ke arah sana akan menghadapi tanya jawab secara jujur apa adanya dengan pejabat-pejabat AS yang dilakukan secara rahasia. Katanya, langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah Amerika dalam rangka membuat sebuah keputusan yang jelas yang menyamakan antara anti-Zionisme dengan anti-Semitisme.

Secara historis, istilah Zionisme merujuk pada dukungan terhadap berdirinya sebuah tanah air bangsa Yahudi di tanah suci yang saat ini merupakan wilayah Palestina. Sejak tahun 1948 ketika negara Israel betul-betul dideklarasikan, definisi Zionisme terus berubah dan meluas menjadi kebijakan pemerintah Israel secara umum, termasuk kebijakan Israel untuk memperluas wilayah.

Perluasan definisi dilakukan, yaitu menyamakan anti-Zionisme dengan anti-Semitisme, pada saat istilah anti-Semitisme secara efektif diperluas artinya dengan mengkategorikan penolakan publik terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah Israel sebagai anti-Semitisme. Maka tidak mengherankan bahwa negara ilegal Israel sangat senang dengan penyamaan ini.

Yang menjadi pertanyaan, apakah dalam prakteknya nanti rencana Washington itu betul-betul diimplementasikan secara menyeluruh, terutama terhadap negara-negara yang selama ini dianggap AS sebagai anti-Israel, seperti Arab Saudi dan lima negara lainnya yang tergabung dalam Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

BACA JUGA  Buntut Pengiriman S-400, AS Putus Kerjasama Jet Tempur F-35 dengan Turki

Sejumlah pernyataan publik Trump baru-baru ini mengatakan tidak akan melepas terutama Arab Saudi karena dianggap sebagai negara kaya. Untuk itu kemungkinan AS akan kembali menerapkan standar ganda dengan membuat perkecualian tertentu, dan menganggap itu sebagai bagian dari kebijakan luar negeri.

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Bukan Kabur, UBN ke Mekkah Hadiri Undangan Forum Liga Dunia Islam

Ustadz Bachtiar Nasir berhalangan hadir memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri hari ini, Selasa (14/05/2019).

Selasa, 14/05/2019 13:14 0

Indonesia

Spyware Israel Rentan Menyebar ke Smartphone Via WhatsApp

"Kode berbahaya dapat ditransmisikan, sekalipun jika pengguna tidak menjawab panggilan WhatsApp," laporan itu menjelaskan.

Selasa, 14/05/2019 12:49 0

Indonesia

Hadiri Undangan Kegiatan di Arab Saudi, UBN Tak Penuhi Panggilan Polisi

Ustadz Bachtiar Nasir menghadiri undangan kegiatan dari Rabithah Alam Islami di Makkah, Arab Saudi

Selasa, 14/05/2019 12:23 0

Indonesia

Indonesia Murojaah Gelar Tarawih 5 Juz Setiap Malam

Program ini bertujuan untuk memutqinkan hafalan para penghafal Quran

Selasa, 14/05/2019 10:42 0

Indonesia

Fahri Hamzah Sebut Negara Biang Kerok Terorisme

"Terorisme dibuat oleh negara untuk kepentingan negara. Agama hanya dijadikan dalih seolah agama permisif atas terorisme padahal negara produsennya" kata Fahri

Selasa, 14/05/2019 10:17 0

Khazanah

Hari Kesembilan Ramadhan, Perang Bilath Syuhada, Kalah Karena Cinta Dunia

Pada hari kesembilan bulan Ramadhan yang penuh berkah pada tahun 114 H terjadi pertempuran Bilath al-Syuhada’ di negeri Perancis. Perang ini terjadi diantara kota Tur dan Bawatiyah (Tours dan Poitiers).

Selasa, 14/05/2019 09:00 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan: Jangan Jadikan Rumahmu Kuburan

KIBLAT.NET- Rumah apakah yang disebut dengan rumah kuburan? Apakah rumah kita adalah rumah kuburan? Yuk...

Selasa, 14/05/2019 05:13 0

Khazanah

Musuh Islam yang Tumbang di Bulan Ramadhan, Abu Thohir Al-Qirmithi Penjagal Jamaah Haji

Musuh Islam yang Tumbang di Bulan Ramadhan, Abu Thohir Al-Qirmithi Penjagal Jamaah Haji

Senin, 13/05/2019 21:01 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Nama Surga untuk Orang yang Berpuasa

KIBLAT.NET- Apakah janji Allah untuk mereka yang berpuasa? Apakah nama surga untuk mereka yang mengerjakan...

Senin, 13/05/2019 17:30 0

Indonesia

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Fahri Hamzah: Satu Nyawa Itu Mahal Harganya

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Fahri Hamzah  mengkritik soal...

Senin, 13/05/2019 16:39 0

Close